1Department of Environmental Engineeering, Bakrie University, Indonesia
2Jl HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, Indonesia
3Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Indonesia, Indonesia
4 Prodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL73515, author = {Sirin Fairus and Nurul Asiah and Teguh Wijaya and Tasya Nurfadila}, title = {Analisis Degradasi Minyak Jelantah dan Dampaknya Terhadap Emisi Gas Rumah Kaca dalam Produksi Biodiesel di DKI Jakarta}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {minyak jelantah; biodiesel; transesterifikasi; emisi gas rumah kaca; energi terbarukan; DKI Jakarta}, abstract = { Pertumbuhan konsumsi minyak goreng di wilayah perkotaan, khususnya DKI Jakarta, menghasilkan limbah minyak jelantah dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konversi minyak jelantah menjadi biodiesel serta menghitung emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari tahapan transportasi dan proses transesterifikasi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pengambilan sampel minyak jelantah dari beberapa wilayah di DKI Jakarta, pengujian laboratorium kualitas biodiesel berdasarkan standar SNI 7182:2015, serta perhitungan emisi menggunakan faktor emisi transportasi dan proses produksi biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak jelantah memiliki potensi yang baik sebagai bahan baku biodiesel untuk mendukung ketahanan energi lokal dan pengurangan limbah perkotaan. Kondisi optimum proses transesterifikasi diperoleh pada rasio minyak terhadap metanol 6:1, penggunaan katalis KOH 1%, suhu 70 °C, dan kecepatan pengadukan 600 rpm dengan yield biodiesel mencapai 90,42%. Biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar mutu SNI 7182:2015 pada parameter utama viskositas, angka setana, kandungan sulfur, dan kestabilan oksidasi. Jumlah total emisi dalam periode tertentu merupakan penjumlahan dari emisi kegiatan pengumpulan berdasarkan jarak rata-rata terjauh dan emisi proses produksi biodiesel berbahan baku minyak jelantah. Estimasi emisi dari produksi biodiesel harian di lima wilayah DKI Jakarta adalah sebesar 30.624,80 kg CO₂ ekuivalen. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan minyak jelantah sebagai biodiesel tidak hanya berpotensi mengurangi limbah dan mendukung energi terbarukan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengelolaan emisi GRK di kawasan perkotaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif antara analisis kualitas biodiesel minyak jelantah dan estimasi emisi GRK berbasis wilayah perkotaan di DKI Jakarta. }, pages = {271--282} doi = {10.14710/jil.24.2.271-282}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73515} }
Refworks Citation Data :
Pertumbuhan konsumsi minyak goreng di wilayah perkotaan, khususnya DKI Jakarta, menghasilkan limbah minyak jelantah dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konversi minyak jelantah menjadi biodiesel serta menghitung emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari tahapan transportasi dan proses transesterifikasi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pengambilan sampel minyak jelantah dari beberapa wilayah di DKI Jakarta, pengujian laboratorium kualitas biodiesel berdasarkan standar SNI 7182:2015, serta perhitungan emisi menggunakan faktor emisi transportasi dan proses produksi biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak jelantah memiliki potensi yang baik sebagai bahan baku biodiesel untuk mendukung ketahanan energi lokal dan pengurangan limbah perkotaan. Kondisi optimum proses transesterifikasi diperoleh pada rasio minyak terhadap metanol 6:1, penggunaan katalis KOH 1%, suhu 70 °C, dan kecepatan pengadukan 600 rpm dengan yield biodiesel mencapai 90,42%. Biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar mutu SNI 7182:2015 pada parameter utama viskositas, angka setana, kandungan sulfur, dan kestabilan oksidasi. Jumlah total emisi dalam periode tertentu merupakan penjumlahan dari emisi kegiatan pengumpulan berdasarkan jarak rata-rata terjauh dan emisi proses produksi biodiesel berbahan baku minyak jelantah. Estimasi emisi dari produksi biodiesel harian di lima wilayah DKI Jakarta adalah sebesar 30.624,80 kg CO₂ ekuivalen. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan minyak jelantah sebagai biodiesel tidak hanya berpotensi mengurangi limbah dan mendukung energi terbarukan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengelolaan emisi GRK di kawasan perkotaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif antara analisis kualitas biodiesel minyak jelantah dan estimasi emisi GRK berbasis wilayah perkotaan di DKI Jakarta.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-07-18 02:55:24
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.