skip to main content

Analisis Awan Cumulonimbus pada Kejadian Angin Kencang di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung (Studi Kasus 20 Mei 2020)

1Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia

2Stasiun Meteorologi Kelas III Nangapinoh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Indonesia

3Program Studi Meteorologi, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia

Received: 9 Jul 2025; Revised: 15 Jun 2026; Accepted: 25 Jun 2026; Available online: 16 Jul 2026; Published: 18 Jul 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Awan Cumulonimbus dapat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat, badai petir dan angin kencang. Penelitian ini bertujuan menganalisis Awan Cumulonimbus yang berasosiasi dengan angin kencang di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada 20 Mei 2020. Data yang digunakan meliputi data Radar Cuaca (produk CMAX, VSHEAR, PPI, dan VIL), citra Satelit Himawari-8 kanal IR, dan data reanalisis ERA5 untuk mengetahui kondisi atmosfer yang menyebabkan terbentuknya awan Cumulonimbus. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan awan Cumulonimbus dari fase tumbuh, matang, hingga meluruh. Suhu puncak awan dari citra IR mencapai sekitar -80°C di wilayah penelitian. Nilai reflektivitas produk CMAX meningkat dari 32-45 dBZ pada fase tumbuh menjadi 53 dBZ pada fase matang, kemudian menurun pada fase peluruhan. Produk VSHEAR menunjukkan kondisi kuat (strong) pada seluruh tahap, sedangkan pola inbound pada produk PPI mengindikasikan adanya angin yang menuju radar. Hasil reanalisis ERA5 menunjukkan adanya massa udara terangkat sehingga memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus. Kombinasi radar, satelit, dan reanalisis ERA5 menunjukkan bahwa kejadian angin kencang di Tulang Bawang, Lampung berasosiasi kuat dengan adanya awan Cumulonimbus. Kondisi ini menguatkan pentingnya integrasi penginderaan jauh untuk mendukung analisis dan peringatan dini cuaca ekstrem khususnya angin kencang di Tulang Bawang, Lampung.
Keywords: Awan Cumulonimbus; Angin Kencang; Hujan Lebat; Radar; Satelit Himawari-8

Article Metrics:

  1. Afriyanti, Darmawan, Y., 2025. Analisis Pertumbuhan Awan Konvektif Berbasis Data Citra Satelit pada Kejadian Puting Beliung Tanjungpandan Kabupaten Belitung (Studi Kasus 17 Mei 2023) 8
  2. Ahrens, C.D., Henson, R., 2022. Meteorology today: an introduction to weather, climate and the environment, 13th edition, Student edition. ed. Cengage, Boston, MA
  3. Asfahanif, F., Amri, S., 2022. Analisis Peristiwa Angin Kencang dengan Citra Satelit Himawari-8 (Studi Kasus: Bangkalan, 17 Oktober 2021). Jurnal Geografi 19, 83–91. https://doi.org/10.15294/jg.v19i2.34826
  4. Basu, G.C., Mondal, D.K., 2002. A forecasting aspect of thundersquall over Calcutta and its parameterisation during pre-monsoon season. MAUSAM 53, 271–280. https://doi.org/10.54302/mausam.v53i3.1644
  5. Bessho, K., Date, K., Hayashi, M., Ikeda, A., Imai, T., Inoue, H., Kumagai, Y., Miyakawa, T., Murata, H., Ohno, T., Okuyama, A., Oyama, R., Sasaki, Y., Shimazu, Y., Shimoji, K., Sumida, Y., Suzuki, M., Taniguchi, H., Tsuchiyama, H., Uesawa, D., Yokota, H., Yoshida, R., 2016. An Introduction to Himawari-8/9— Japan’s New-Generation Geostationary Meteorological Satellites. Journal of the Meteorological Society of Japan 94, 151–183. https://doi.org/10.2151/jmsj.2016-009
  6. Bringi, V.N., Mishra, K.V., Thurai, M. (Eds.), 2024. Advances in weather radar: volume 1: precipitation sensing platforms, Radar, Sonar and Navigation Series. The Institution of Engineering and Technology, Hertfordshire
  7. Chaudhari, H.S., Sawaisarje, G.K., Ranalkar, M.R., Sen, P.N., 2010. Thunderstorms over a tropical Indian station, Minicoy: Role of vertical wind shear. J Earth Syst Sci 119, 603–615. https://doi.org/10.1007/s12040-010-0044-3
  8. Diniyati, E., Syofyan, D.Q., Mulya, A., 2021. Pemanfaatan Satelit Himawari-8 dengan Metode NWP dan RGB untuk Menganalisis Kondisi Atmosfer Saat Banjir di Sidoarjo Tanggal 28 Mei 2020. JPIG 6, 1–14. https://doi.org/10.21067/jpig.v6i1.5252
  9. Hersbach, H., Bell, B., Berrisford, P., Hirahara, S., Horányi, A., Muñoz‐Sabater, J., Nicolas, J., Peubey, C., Radu, R., Schepers, D., Simmons, A., Soci, C., Abdalla, S., Abellan, X., Balsamo, G., Bechtold, P., Biavati, G., Bidlot, J., Bonavita, M., De Chiara, G., Dahlgren, P., Dee, D., Diamantakis, M., Dragani, R., Flemming, J., Forbes, R., Fuentes, M., Geer, A., Haimberger, L., Healy, S., Hogan, R.J., Hólm, E., Janisková, M., Keeley, S., Laloyaux, P., Lopez, P., Lupu, C., Radnoti, G., De Rosnay, P., Rozum, I., Vamborg, F., Villaume, S., Thépaut, J., 2020. The ERA5 global reanalysis. Quart J Royal Meteoro Soc 146, 1999–2049. https://doi.org/10.1002/qj.3803
  10. Ismanto, H., Mahron, H.N., 2023. ANALISIS ANGIN KENCANG DARI AWAN CUMULONIMBUS DENGAN WRF-ARW: STUDI KASUS DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA FEBRUARI 2020
  11. Kumar, S., Bhat, G.S., 2016. Vertical Profiles of Radar Reflectivity Factor in Intense Convective Clouds in the Tropics. Journal of Applied Meteorology and Climatology 55, 1277–1286. https://doi.org/10.1175/JAMC-D-15-0110.1
  12. Liu, C., Zipser, E.J., Nesbitt, S.W., 2007. Global Distribution of Tropical Deep Convection: Different Perspectives from TRMM Infrared and Radar Data. Journal of Climate 20, 489–503. https://doi.org/10.1175/JCLI4023.1
  13. Mulya, A., Maulana, R.F., 2022. Karakteristik Quasi-Linear Convective System Menggunakan Radar Cuaca di Pontianak Tahun 2019. JFU 11, 104–112. https://doi.org/10.25077/jfu.11.1.104-112.2022
  14. Muzaki, N.H., Diniyati, E., Pratama, R.R., Mulya, A., 2021. Analisis Kondisi Atmosfer Saat Kejadian Hujan Lebat dan Angin Kencang di Probolinggo Berdasarkan Citra Satelit dan Citra Radar. JIIF 5, 142–156. https://doi.org/10.24198/jiif.v5i2.31333
  15. OKTAVIA, V., 2020. Satu Warga Tulang Bawang Meninggal, Puluhan Rumah Rusak. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2020/05/20/satu-warga-tulang-bawang-meninggal-puluhan-rumah-rusak
  16. Pratama, M.J., Mulya, A., 2022. PEMANFAATAN DATA CITRA SATELIT HIMAWARI-8 UNTUK MENGANALISIS KEJADIAN HUJAN ES DAN KEJADIAN ANGIN PUTING BELIUNG (STUDI KASUS : JANGKAT, KABUPATEN MERANGIN DAN BENCAH, KABUPATEN BANGKA SELATAN). JTS 1, 111–120. https://doi.org/10.51135/jts.v1i02.22
  17. Purwanti, S.D., Weyai, S.L., Haryanto, Y.D., Mulya, A., 2023. Analisis Kondisi Atmosfer Saat Kejadian Hujan Lebat di Sintang Menggunakan Satelit Cuaca dan Model ECMWF (Kasus: 30 September 2021). JPIG 8, 63–74. https://doi.org/10.21067/jpig.v8i1.8141
  18. Rauber, R.M., Nesbitt, S.W., 2018. Radar meteorology: a first course, First edition. ed, Advancing weather and climate science series. John Wiley & Sons, Hoboken, NJ
  19. Sawal, M., Siregar, D.A., Hutabarat, Y.H.M., 2025. Analisis Dinamika Atmosfer Kejadian Angin Puting Beliung Tanjung Balai Karimun (Studi Kasus: 14 Mei 2024). Bulletin of Meteorology, Climatology, Air Quality, Geophysic, and Environment 15, 38–48. https://doi.org/10.46824/megasains.v15i2.237
  20. Shimizu, A., 2020. Introduction to Himawari-8 RGB composite imagery. Meteorological Satellite Center Technical Note 65, 42
  21. Steiner, M., Houze, R.A., Yuter, S.E., 1995. Climatological Characterization of Three-Dimensional Storm Structure from Operational Radar and Rain Gauge Data. J. Appl. Meteor. 34, 1978–2007. https://doi.org/10.1175/1520-0450(1995)034%3C1978:CCOTDS%3E2.0.CO;2
  22. Sucahyono, D., Ribudiyanto, K., 2013. Cuaca dan iklim ekstrim di Indonesia. Penerbit Puslitbang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  23. Tan, S.-Y., 2014. Meteorological satellite systems, Springer briefs in space development. Springer, New York, NY Heidelberg
  24. Yasuhiko, S., Hiroshi, S., Takahito, I., Akira, S., 2017. Convective Cloud Information derived from Himawari-8 data

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-07-18 02:55:27

No citation recorded.