1Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
2Stasiun Meteorologi Kelas III Nangapinoh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Indonesia
3Program Studi Meteorologi, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL75755, author = {Aditya Mulya and Selviana Pratiwi and Yosafat Haryanto and Achmad Zakir}, title = {Analisis Awan Cumulonimbus pada Kejadian Angin Kencang di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung (Studi Kasus 20 Mei 2020)}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Awan Cumulonimbus; Angin Kencang; Hujan Lebat; Radar; Satelit Himawari-8}, abstract = {Awan Cumulonimbus dapat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat, badai petir dan angin kencang. Penelitian ini bertujuan menganalisis Awan Cumulonimbus yang berasosiasi dengan angin kencang di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada 20 Mei 2020. Data yang digunakan meliputi data Radar Cuaca (produk CMAX, VSHEAR, PPI, dan VIL), citra Satelit Himawari-8 kanal IR, dan data reanalisis ERA5 untuk mengetahui kondisi atmosfer yang menyebabkan terbentuknya awan Cumulonimbus. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan awan Cumulonimbus dari fase tumbuh, matang, hingga meluruh. Suhu puncak awan dari citra IR mencapai sekitar -80°C di wilayah penelitian. Nilai reflektivitas produk CMAX meningkat dari 32-45 dBZ pada fase tumbuh menjadi 53 dBZ pada fase matang, kemudian menurun pada fase peluruhan. Produk VSHEAR menunjukkan kondisi kuat (strong) pada seluruh tahap, sedangkan pola inbound pada produk PPI mengindikasikan adanya angin yang menuju radar. Hasil reanalisis ERA5 menunjukkan adanya massa udara terangkat sehingga memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus. Kombinasi radar, satelit, dan reanalisis ERA5 menunjukkan bahwa kejadian angin kencang di Tulang Bawang, Lampung berasosiasi kuat dengan adanya awan Cumulonimbus. Kondisi ini menguatkan pentingnya integrasi penginderaan jauh untuk mendukung analisis dan peringatan dini cuaca ekstrem khususnya angin kencang di Tulang Bawang, Lampung.}, pages = {365--370} doi = {10.14710/jil.24.2.365-370}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/75755} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-07-18 02:55:27
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.