skip to main content

Potensi Phytomining Nikel oleh Tumbuhan Herba pada Lahan Bekas Penambangan di Kabupaten Konawe

Departement of Environmental Engineering Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Indonesia

Received: 12 Aug 2025; Revised: 21 May 2026; Accepted: 24 May 2026; Available online: 24 May 2026; Published: 11 Jun 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Lahan dengan kadar nikel rendah seringkali tidak dimanfaatkan meskipun sebenarnya memiliki potensi untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan proses phytomining. Proses ini memanfaatkan tumbuhan yang memiliki kemampuan melakukan akumulasi nikel dan telah beradaptasi pada lahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keragaman dan nilai Bioconcentration Factor (BCF) tumbuhan herba pada daerah penelitian serta menganalisis potensi dan aplikasi penerapan phytomining pada daerah penelitian. Penelitian dilakukan di wilayah penambangan nikel di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengamatan jenis tumbuhan dilakukan pada 12 lokasi pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan pada 6 lokasi pengamatan. Sampel yang diambil berupa sampel tumbuhan utuh dan tanah tempat tumbuhnya tumbuhan tersebut. Metode analisis kadar nikel menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) Flame. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode matematis yaitu perhitungan nilai BCF dan bioakumulasi. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan 9 spesies tumbuhan herba pada daerah penelitian. Potensi phytomining tumbuhan herba berdasarkan nilai BCF adalah rendah hingga sedang (0,02 – 0,28. Spesies dengan nilai BCF tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) sebesar 0,28. Tumbuhan yang memiliki nilai bioakumulasi tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) dengan nilai bioakumulasi nikel sebesar 4,67 x 10 2mg. P. calomelanos memiliki potensi phytomining sebesar 11,66 gram/ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan herba lokal memiliki potensi untuk mendukung penerapan phytomining yang ramah lingkungan serta dapat berkontribusi dalam strategi rehabilitasi lahan pascatambang nikel secara berkelanjutan.

Keywords: Bioconcentration Factor (BCF); Logam Berat; Nikel; Phytomining; Tumbuhan Herba

Article Metrics:

  1. Hayyat, M. S., Adnan, M., Khan, M. A. B., Abd-Ur-Rahman, H., Ahmed, R., Fazal-ur-Rehman, Toor, M. D., & Bilal, H. M. (2020). Effect of heavy metal (Ni) on plants and soil: A review. International Journal of Applied Research, 6(7), 313–318. www.allresearchjournal.com
  2. Kovačević, B., Milović, M., Kesić, L., Pajnik, L. P., Pekeč, S., Stanković, D., & Orlović, S. (2025). Interclonal Variation in Heavy Metal Accumulation Among Poplar and Willow Clones: Implications for Phytoremediation of Contaminated Landfill Soils. Plants, 14(4), 1–16. https://doi.org/10.3390/plants14040567
  3. Kurniawan, R., Hamim, Henny, C., & Satya, A. (2022). Identification of Potential Phytoaccumulator Plants from Tailings Area as a Gold Phytomining Agent. Journal of Ecological Engineering, 23(1), 169–181
  4. Kusuma, D. A. A., & Haeruddin. (2022). Tinjauan Terhadap Perencanaan Phytomining sebagai Alternatif Tambang Emas Ramah Lingkungan. Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral, 3(2), 2022
  5. Liu, C., Lin, H., Dong, Y., Li, B., & Liu, Y. (2018). Investigation on microbial community in remediation of lead-contaminated soil by Trifolium repensL. Ecotoxicology and Environmental Safety, 165, 52–60. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2018.08.054
  6. Miteva, I., Petrov, P., & Stefanova, V. (2022). Potential of phytomining in Bulgaria. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1264(1), 012005
  7. Nora, H., Jannah, R., Sukma, Y., & Muslich Hidayat, dan. (2018). Keanekaragaman Jenis tumbuhan Herba di Kawasan Pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 541–545
  8. Saim, A. K., Ntiri-Bekoh, R., Orleans-Boham, H., & Amankwah, R. K. (2020). Gold Phytoextraction by Alocasia macrorrhizos: Implications in Phytomining
  9. Sugito, & Dewi Marliyana, S. (2021). Uji Performa Spektrofotometer Serapan Atom Thermo Ice 3000 Terhadap Logam Pb Menggunakan CRM 500 dan CRM 697 di UPT Laboratorium Terpadu UNS. Indonesian Journal Of Laboratory, 4(2), 67–71
  10. Suwardi, & Randrikasari, O. (2023). Teknologi Reklamasi Lahan BekasTambang Nikel untuk Mempercepat Keberhasilan Reklamasi. Risalah Kebijakan Pertanian Dan Lingkungan, 10(3), 145–164
  11. Triandy, H., Liong, S., & Hala, Y. (2016). Fitoakumulasi Fe dan Cu dalam Tumbuhan Bakau Rhizophora mucronata di Sungai Tallo Makassar
  12. Van der Ent, A., Baker, A. J. M., van Balgooy, M. M. J., & Tjoa, A. (2013). Ultramafic nickel laterites in Indonesia (Sulawesi, Halmahera): Mining, nickel hyperaccumulators and opportunities for phytomining. Journal of Geochemical Exploration, 128, 1–36. https://doi.org/10.1016/j.gexplo.2013.01.009
  13. Win, Z. C., Diaz, L. J. L., Perez, T. R., & Nakasaki, K. (2020). Phytoremediation of Heavy metal Contaminated Wastes from Small-scale Gold Mining Using Pityrogramma calomelanos. E3S Web Conference, 148, 1–10. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-11 12:59:55

No citation recorded.