1Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Almuslim, Indonesia
2Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Pascasarjana Universitas Almuslim, Indonesia
3Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Almuslim, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL78127, author = {Cut Lizar and Ridwan Iriadi and Richard Mareno}, title = {Pemodelan Risiko Banjir akibat Alih Fungsi Lahan dan Intensitas Hujan di Kabupaten Bireuen Berbasis Sistem Informasi Geografis}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {4}, year = {2026}, keywords = {Banjir; Hujan; Lahan; Regresi; SIG}, abstract = {Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang frekuensinya terus meningkat akibat interaksi antara curah hujan ekstrem dan perubahan penggunaan lahan. Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, termasuk wilayah yang mengalami kejadian banjir berulang sehingga diperlukan kajian mengenai hubungan antara faktor hidrologi dan perubahan penggunaan lahan sebagai dasar mitigasi. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara akumulasi curah hujan sebelum kejadian banjir, perubahan penggunaan lahan, dan dampak banjir menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Multiple Linear Regression (MLR). Data yang digunakan meliputi data kejadian banjir BPBD Kabupaten Bireuen, curah hujan harian CHIRPS, peta penggunaan lahan KLHK, dan batas administrasi periode 2015–2024. Analisis spasial dilakukan menggunakan ArcGIS untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan distribusi kejadian banjir, sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan terbangun meningkat, sementara luas kawasan hutan mengalami penurunan selama periode penelitian. Akumulasi curah hujan tujuh hari sebelum kejadian banjir berkisar antara 34,15–341,64 mm, dengan sebagian besar kejadian banjir terjadi pada akumulasi hujan lebih dari 100 mm. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 36680 + 3,391X₁ + 0,173X₂ – 0,292X₃, yang menunjukkan bahwa akumulasi curah hujan dan luas lahan terbangun berhubungan positif terhadap jumlah rumah terdampak, sedangkan luas kawasan hutan berhubungan negatif. Kemampuan model masih terbatas (R² = 0,194; Adjusted R² = 0,073; p > 0,05), sehingga faktor lain seperti kapasitas sungai, topografi, dan sistem drainase diduga turut memengaruhi dampak banjir. Integrasi analisis spasial dan regresi memberikan informasi awal yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan risiko banjir, perencanaan tata ruang, dan penyusunan strategi mitigasi berbasis data di Kabupaten Bireuen.}, pages = {819--830} doi = {10.14710/jil.24.4.819-830}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/78127} }
Refworks Citation Data :
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-09-05 02:52:07
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.