skip to main content

Variabilitas Konsentrasi Karbon Dioksida Berdasarkan Data Satelit OCO-2 dan Keterkaitannya dengan El Niño–La Niña di Kalimantan Barat

1Magister Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Tanjungpura, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia, Indonesia

2Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta Pusat, Indonesia

3Magister Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

4 Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

5 Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

View all affiliations
Received: 10 Jan 2026; Revised: 29 Aug 2026; Accepted: 2 Sep 2026; Available online: 29 Sep 2026; Published: 30 Sep 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Pemantauan konsentrasi karbon dioksida (CO₂) atmosfer di Kalimantan Barat masih terbatas karena belum tersedianya stasiun pengamatan CO₂ berbasis darat. Oleh karena itu, penginderaan jauh berbasis satelit menjadi alternatif penting untuk pemantauan karbon regional. Penelitian ini menganalisis kecenderungan tahunan konsentrasi CO₂ di Kalimantan Barat selama periode 2015–2022 menggunakan data satelit Orbiting Carbon Observatory-2 (OCO-2). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi CO₂ dari 385–402 ppm menjadi 405–422 ppm pada periode tersebut. Variabilitas konsentrasi CO₂ menunjukkan keterkaitan dengan kondisi iklim, khususnya fase El Niño dan La Niña. Pada fase El Niño 2015–2016, laju peningkatan relatif lebih tinggi (±3,52 ppm/tahun), yang diduga berkaitan dengan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Sebaliknya, pada fase La Niña 2020–2022, laju peningkatan cenderung lebih rendah (±1,90 ppm/tahun), sejalan dengan kondisi lebih basah yang berpotensi menekan kejadian kebakaran. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan XCO₂ di Kalimantan Barat disertai variasi antartahun yang menunjukkan keterkaitan temporal dengan perubahan fase ENSO selama periode pengamatan.
Keywords: Karbon Dioksida (CO2); Satelit OCO-2; Variabilitas Iklim; El Niño; La Niña

Article Metrics:

  1. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2021). Laporan tahunan BMKG 2021. BMKG
  2. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2025). Proyeksi iklim Indonesia tahun 2025. BMKG
  3. Baiquni, M. (2009). Perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan hidup. Fakultas Geografi UGM
  4. Boer, R., Ardiansyah, M., & Ekayani, M. (2022). Reconciling Conflict of Interest in the Management of Forest Restoration Ecosystem Sustainability, 14(21), 13924. DOI: 10.3390/su142113924
  5. Cai, W., A. Santoso, G. Wang, et al. "ENSO and Greenhouse Warming." Nature Climate Change (2015). https://doi.org/10.1038/nclimate2743
  6. Crips, G. M. (2015). Climate change and its implication on marine biodiversity. Marine Ecology Progress Series, 534, 259–271. https://doi.org/10.3354/meps11377
  7. Hendon, H. H. (2002). Indonesian rainfall variability: Impacts of ENSO and MJO. Bulletin of the American Meteorological Society, 83(1), 121–127. https://doi.org/10.1175/1520-0477(2002)083%3C0121:IRVIOE%3E2.3.CO;2
  8. Hidayat, R., Siregar, I. Z., & Sopaheluwakan, A. (2018). Seasonal prediction of rainfall in Indonesia using statistical and dynamical models. Journal of Meteorology and Geophysics, 19(1), 1–12. https://doi.org/10.31172/jmg.v19i1.622
  9. Jeffry, M., Surmaini, E., & Nugroho, A. (2021). Kajian dampak iklim ekstrem terhadap produksi pangan di Indonesia. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian
  10. McPhaden, M. J., Zebiak, S. E., & Glantz, M. H. (2006). ENSO as an integrating concept in earth science. Science, 314(5806), 1740–1745. https://doi.org/10.1126/science.1132588
  11. National Aeronautics and Space Administration. (2014). Understanding global climate change. NASA Climate Portal. https://climate.nasa.gov
  12. Osterman, L. E. (2020). Benthic foraminiferal response to Holocene climate variability
  13. Quaternary Science Reviews, 234, 106250. https://doi.org/10.1016/j.quascirev.2020.106250
  14. Power, S., & Smith, I. (2007). Weakening of the Walker Circulation and apparent dominance of El Niño. Climate Dynamics, 27(1), 351–364. https://doi.org/10.1007/s00382-006-0160-7
  15. Spencer, T. (2022). Mangrove forest carbon dynamics in a changing climate. Nature Climate Change, 12, 15–25. https://doi.org/10.1038/s41558-021-01239-w
  16. Wang, C., Zhang, L., Lee, S. K., & Wu, L. (2004). Interdecadal change of the leading mode of North Pacific SST variability. Climate Dynamics, 22(1), 71–94. https://doi.org/10.1007/s00382-003-0361-9
  17. Wu, X., Wang, M., & Xia, J. (2018). Carbon emissions and environmental policy in China. Journal of Environmental Management, 207, 338–351. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2017.11.045

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-21 20:15:16

No citation recorded.