Program Study of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL83600, author = {Estin Nofiyanti and Rifky Ramadhan and Noer Ghofur and Pirman Maulana}, title = {Analisis Kinerja Reduksi Limbah dan Kualitas Larva Black Soldier Fly pada Variasi Campuran Substrat Kulit Pisang dan Kacang Panjang}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {Black Soldier Fly (BSF); biokonversi; sampah organik; Waste Reduction Index (WRI); Efficiency Conversion of Digested Food (ECD)}, abstract = { Sampah organik dari pasar tradisional seperti limbah kulit pisang dan kacang panjang merupakan limbah yang mudah terdegradasi namun berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola melalui sistem yang terintegrasi. Salah satu pendekatan yang efektif dan berkelanjutan adalah pemanfaatan larva Black Soldier Fly ( BSF ) ( Hermetia illucens) melalui proses biokonversi yang mampu mereduksi limbah sekaligus menghasilkan biomassa bernilai guna sebagai sumber pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh komposisi substrat kulit pisang dan kacang panjang terhadap nilai Waste Reduction Index ( WRI ) dan Efficiency Conversion of Digested Food ( ECD ) larva BSF pada skala laboratorium. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi perlakuan dan tiga ulangan yaitu komposisi kulit pisang : kacang panjang berturut-turut P1 (100% : 0%), P2 (75% : 25%), P3 (50% : 50%), P4 (25% : 75%) dan P5 (0% : 100%). Limbah diolah secara mekanis menjadi homogen sebelum diberikan ke larva selama periode pemeliharaan delapan hari dalam kondisi lingkungan terkontrol. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Bonferroni pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi substrat berpengaruh signifikan terhadap nilai WRI ( < 0,05). P5 menghasilkan WRI tertinggi (81,90%), sedangkan P1 terendah (61,50%). Komposisi substrat juga berpengaruh signifikan terhadap ECD ( p < 0,05), dengan nilai tertinggi pada P2 (54,73%) dan terendah pada P5 (23,28%), serta keduanya berbeda nyata berdasarkan uji Bonferroni . Analisis proksimat menunjukkan kadar protein dan lemak tertinggi pada perlakuan P5 masing-masing 10,58% dan 7,53% dalam basis berat basah. Perbedaan respons WRI dan ECD menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan reduksi substrat tidak selalu diikuti oleh peningkatan efisiensi konversi pakan tercerna menjadi biomassa larva. Dengan demikian, komposisi substrat perlu disesuaikan dengan tujuan biokonversi, baik untuk meningkatkan reduksi limbah organik maupun efisiensi pembentukan biomassa larva. }, pages = {1364--1370} doi = {10.14710/jil.24.6.1364-1370}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/83600} }
Refworks Citation Data :
Sampah organik dari pasar tradisional seperti limbah kulit pisang dan kacang panjang merupakan limbah yang mudah terdegradasi namun berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola melalui sistem yang terintegrasi. Salah satu pendekatan yang efektif dan berkelanjutan adalah pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) (Hermetia illucens) melalui proses biokonversi yang mampu mereduksi limbah sekaligus menghasilkan biomassa bernilai guna sebagai sumber pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh komposisi substrat kulit pisang dan kacang panjang terhadap nilai Waste Reduction Index (WRI) dan Efficiency Conversion of Digested Food (ECD) larva BSF pada skala laboratorium. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi perlakuan dan tiga ulangan yaitu komposisi kulit pisang : kacang panjang berturut-turut P1 (100% : 0%), P2 (75% : 25%), P3 (50% : 50%), P4 (25% : 75%) dan P5 (0% : 100%). Limbah diolah secara mekanis menjadi homogen sebelum diberikan ke larva selama periode pemeliharaan delapan hari dalam kondisi lingkungan terkontrol. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Bonferroni pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi substrat berpengaruh signifikan terhadap nilai WRI ( < 0,05). P5 menghasilkan WRI tertinggi (81,90%), sedangkan P1 terendah (61,50%). Komposisi substrat juga berpengaruh signifikan terhadap ECD (p < 0,05), dengan nilai tertinggi pada P2 (54,73%) dan terendah pada P5 (23,28%), serta keduanya berbeda nyata berdasarkan uji Bonferroni. Analisis proksimat menunjukkan kadar protein dan lemak tertinggi pada perlakuan P5 masing-masing 10,58% dan 7,53% dalam basis berat basah. Perbedaan respons WRI dan ECD menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan reduksi substrat tidak selalu diikuti oleh peningkatan efisiensi konversi pakan tercerna menjadi biomassa larva. Dengan demikian, komposisi substrat perlu disesuaikan dengan tujuan biokonversi, baik untuk meningkatkan reduksi limbah organik maupun efisiensi pembentukan biomassa larva.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:29:03
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.