1Department of Mechanical and Industrial Engineering, Universitas Gadjah Mada, Jalan Grafika No. 2, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia , Indonesia
2Department of Soil Science, Universitas Gadjah Mada, Jalan Flora, Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia 55281 , Indonesia
3Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada, Jalan Grafika No. 2, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia , Indonesia
4 Faculty of Biology, Universitas Gadjah Mada, Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia , Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL84081, author = {Anfasu Arif Billah and Cahyo Wulandari and Zulfa Ainur Rohmah Widagdo and Zahwa Khoirun Nisa}, title = {Analisis Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Berahan Kulon, Demak, Jawa Tengah}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {SWOT; budidaya maggot; rantai pasok desentralisasi; Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL); keberlanjutan}, abstract = { Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Berahan Kulon merupakan satu-satunya fasilitas pengelolaan sampah aktif di Kabupaten Demak sejak tahun 2021 dan menghadapi berbagai tantangan dalam transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Meskipun telah memiliki beberapa inisiatif pengolahan sampah organik dan anorganik, operasional TPA masih didominasi oleh praktik penimbunan terbuka ( open dumping ) serta menghadapi kendala teknis dan manajerial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi strategis, operasional, dan lingkungan TPA serta merumuskan rekomendasi berbasis data untuk mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods yang meliputi observasi dan wawancara untuk mengevaluasi kondisi eksisting, analisis SWOT dengan skoring kuantitatif untuk menentukan posisi strategis, serta studi kasus pada unit pengolahan sampah anorganik yang dilengkapi dengan simulasi sistem. Hasil analisis SWOT menempatkan TPA Berahan Kulon pada Kuadran I ( Strength-Opportunities ) dengan skor faktor internal sebesar 7,52 dan faktor eksternal sebesar 6,78, yang menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan layak diterapkan. Evaluasi teknis menunjukkan bahwa budidaya maggot merupakan program unggulan dalam pengolahan sampah organik, tetapi masih memerlukan pengembangan pasar. Unit pengolahan anorganik tidak beroperasi akibat kendala rantai pasok dan inefisiensi produksi, sedangkan perancangan ulang sistem berpotensi meningkatkan output hingga 200%. Sistem pengolahan air lindi telah didukung instalasi yang memadai, tetapi efektivitasnya terkendala oleh penyumbatan drainase. Dengan demikian, TPA Berahan Kulon memiliki potensi inovasi yang kuat, tetapi memerlukan penguatan operasional, logistik, dan produksi untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. }, pages = {1327--1340} doi = {10.14710/jil.24.6.1327-1340}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/84081} }
Refworks Citation Data :
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Berahan Kulon merupakan satu-satunya fasilitas pengelolaan sampah aktif di Kabupaten Demak sejak tahun 2021 dan menghadapi berbagai tantangan dalam transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Meskipun telah memiliki beberapa inisiatif pengolahan sampah organik dan anorganik, operasional TPA masih didominasi oleh praktik penimbunan terbuka (open dumping) serta menghadapi kendala teknis dan manajerial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi strategis, operasional, dan lingkungan TPA serta merumuskan rekomendasi berbasis data untuk mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods yang meliputi observasi dan wawancara untuk mengevaluasi kondisi eksisting, analisis SWOT dengan skoring kuantitatif untuk menentukan posisi strategis, serta studi kasus pada unit pengolahan sampah anorganik yang dilengkapi dengan simulasi sistem. Hasil analisis SWOT menempatkan TPA Berahan Kulon pada Kuadran I (Strength-Opportunities) dengan skor faktor internal sebesar 7,52 dan faktor eksternal sebesar 6,78, yang menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan layak diterapkan. Evaluasi teknis menunjukkan bahwa budidaya maggot merupakan program unggulan dalam pengolahan sampah organik, tetapi masih memerlukan pengembangan pasar. Unit pengolahan anorganik tidak beroperasi akibat kendala rantai pasok dan inefisiensi produksi, sedangkan perancangan ulang sistem berpotensi meningkatkan output hingga 200%. Sistem pengolahan air lindi telah didukung instalasi yang memadai, tetapi efektivitasnya terkendala oleh penyumbatan drainase. Dengan demikian, TPA Berahan Kulon memiliki potensi inovasi yang kuat, tetapi memerlukan penguatan operasional, logistik, dan produksi untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:29:04
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.