Kartun Mengkritik Dampak Sosial Bencana Alam

*Ponang Limpad Wirawan -  Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Indonesia
Sumekar Tanjung -  Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Indonesia
Published: 1 Jul 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 230 1093
Abstract

Abstract :

This study was to describe the social reality in expressing media criticism through editorial cartoons. As visual form, editorial cartoons can explain to readers about media opinion and media criticism toward actual phenomenon, especially about Merapi Mount eruption disaster in Kedaulatan Rakyat daily newspaper .This study has three main results. First, there is a tendency of the use of ethics and morality in a criticism to avoid conflict. Second, the editorial cartoons are always trying to connotes an actual topic with ethical value system in a symbolic act of the local society. Third, related to the criticism in editorial cartoons is more neutral with the purpose to giving feedback for government, victims of disasters or even the readers.

Keywords: editorial cartoon, social criticism, semiotics, disaster, local newspaper

Abstraksi :

Kata Kunci:Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan realitas sosial dalam mengekspresikan kritik melalui media kartun editorial. Sebagai bentuk visual, kartun editorial dapat menjelaskan kepada pembaca tentang pendapat media dan kritik media terhadap fenomena yang sebenarnya, terutama tentang Gunung Merapi bencana erupsi di surat kabar harian Kedaulatan Rakyat.Penelitian ini memiliki tiga hasil utama. Pertama, ada kecenderungan penggunaan etika dan moralitas dalam kritik untuk menghindari konflik. Kedua, kartun editorial selalu berusaha untuk berkonotasi topik aktual dengan sistem nilai etis dalam tindakan simbolis dari masyarakat setempat. Ketiga, berkaitan dengan kritik dalam kartun editorial yang lebih netral dengan tujuan untuk memberikan umpan balik bagi pemerintah, korban bencana atau bahkan pembaca.Kata Kunci : kartun editorial, kritik sosial, semiotika bencana, surat kabar lokal

Article Metrics: