skip to main content

Representasi Identitas Gender dalam Lagu Onnanoko ni Naritai Karya Mafumafu: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce

Hasanuddin University, Indonesia

Received: 21 Feb 2026; Revised: 31 May 2026; Accepted: 5 Jun 2026; Published: 10 Jun 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Taqdir Taqdir
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi identitas gender dalam lagu Onnanoko ni Naritai karya Mafumafu. Lagu populer tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang memuat sistem tanda dan makna sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce. Data penelitian berupa lirik dan elemen visual dalam musik video resmi lagu tersebut. Analisis dilakukan melalui identifikasi tanda, klasifikasi ikon, indeks, dan simbol, serta penafsiran relasi representamen, objek, dan interpretant untuk memahami pembentukan makna gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda ikonik menghadirkan citra dunia dongeng yang merepresentasikan feminitas sebagai ruang ideal yang aman dan penuh penerimaan, tanda indeksikal memperlihatkan konflik identitas tokoh akibat ketidakmampuan memenuhi ekspektasi maskulinitas normatif, sedangkan tanda simbolik menunjukkan bahwa gender dipahami sebagai konstruksi sosial yang membutuhkan pengakuan masyarakat. Interaksi antara lirik dan visual membentuk proses semiosis yang menggambarkan keinginan tokoh menjadi perempuan sebagai upaya mencari identitas sosial yang memungkinkan ekspresi emosi dan penerimaan diri. Dengan demikian, lagu Onnanoko ni Naritai merepresentasikan negosiasi identitas gender dalam budaya Jepang kontemporer dan menunjukkan bahwa musik populer dapat dibaca sebagai teks sosial yang mencerminkan dinamika hubungan antara individu dan norma gender.
Keywords: semiotika; identitas gender; musik populer Jepang; Peirce; budaya populer

Article Metrics:

  1. Alisyamsujen, M., Amini, D. S., Wiratma, H. D., Nuswantoro, B. S., Nurgiyanti, T., & Subandi, Y. (2025). Pendekatan Konstruktivisme Budaya Populer Jepang Melalui Anime Terhadap Indonesia Pada Tahun 2020 (Pt. 120-126). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(5.C)
  2. Asri, R. A., & Taqdir, T. (2025). Representasi Kepemimpinan Tokoh Utama dalam Anime ‘Dr. Stone’: Analisis Semiotika Peirce. NAWA: Journal of Japanese Studies, 2(2), 80–89. https://doi.org/10.69908/nawa.v2i2.45798
  3. Chery, N. A., & Winduwati, S. (2025). Representasi Sikap Pantang Menyerah (Ganbaru): Analisis Semiotika Saussure pada Film Haikyuu!! ‘The Dumpster Battle.’ Koneksi, 9(1), 168–176. https://doi.org/10.24912/kn.v9i1.33304
  4. Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications
  5. Hariananta, L. P., Suartini, N. N., & Hermawan, G. S. (2022). Analisis Tanda Otaku Idol dalam Anime Back Street Girls: Gokudols. Jurnal Daruma: Linguistik, Sastradan Budaya Jepang, 4(2), 1–10
  6. Hastuti, N., & Faizza, M. (2023). Makna Lirik Lagu Daimei No Nai Kyou (題名のない今日) Karya Hiraidai Kajian Semiotika Sastra. IZUMI, 12(2), 204–214. https://doi.org/10.14710/izumi.12.2.204-214
  7. Matsuda, Y. (2025). Script-switching in Japanese pop culture: A social semiotic multimodal approach. Visual Communication, 24(1), 129–147. https://doi.org/10.1177/14703572231155586
  8. Peirce, C. S. (1955). Philosophical writings of Peirce (J. Buchler, Ed.; 1. Publ., new ed., unabr. and unaltered republ. of the book 1. publ. 1940 under the title: The Philosophy of Peirce). Dover Publ
  9. Putra, A. P., & Ayuh, E. T. (2025). Interpretasi Pesan Moral dalam Anime One Piece Episode 1096. Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM), 6(1), 175–191. https://doi.org/10.36085/jsikom.v6i1.8293
  10. Ramadhan, P. I., & Tamrin, S. (2024). Ekspresi Gaya Hidup Pecinta Budaya Jepang pada Komunitas Wibu di Kota Makassar. PREDESTINASI, 17(2). https://doi.org/10.26858/predestinasi.v16i1.63168
  11. Risman, Y. E., & Nurfitri, N. (2025). Konstruksi Gender Ryōsaikenbō dalam Novel Onnazaka Karya Fumiko Enchi. J-Litera: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Budaya Jepang, 7(2), 48–59. https://doi.org/10.20884/1.jltera.2025.7.2.17039
  12. Soegiono, C., & Rosyidah, N. (2025). The Shifting Semantics of “Kawaii”: Historical, Cultural, and Gendered Transformations in Japanese Aesthetic Perception. Journal of Social Sciences and Humanities, 51–63. https://doi.org/10.56943/jssh.v4i4.878
  13. Sunderland, J. (2004). Gendered Discourses. Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/9780230505582
  14. Taqdir, Arafah, B., Nursidah, & Afisha A, W. O. N. (2025). Gender Representation in Foreign Language Textbooks: Trends, Gaps, and Implications for Multilingual Teaching. XLinguae, 18(4), 225–242. https://doi.org/10.18355/XL.2025.18.04.15
  15. Taqdir, T., Fajrin, Muh., & Imelda, I. (2025). Denotasi dan Konotasi Tokoh Toyotomi Hideyoshi dalam Drama Taikouki (1987): Analisis Semiotika Roland Barthes. J-Litera: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Budaya Jepang, 7(1), 1–9
  16. Taqdir, T., Masdiana, M., Nursakinah, N., & Muhammad, H. (2025). Mitos sebagai Narasi dalam Iklan Rokok Gudang Garam: Analisis Semiotika Roland Barthes. HUMANIKA, 32(1), 44–61. https://doi.org/10.14710/humanika.v32i1.69311
  17. Yusri, Muh. H., & Taqdir, T. (2025). Figurative Language and Its Emotional Impact in YOASOBI’s The Book 1 Lyrics: A Semantic Approach. NAWA: Journal of Japanese Studies, 2(1), 20–28. https://doi.org/10.69908/nawa.v2i1.43302
  18. Zabilla, N. Z., Taqdir, T., & Alghifari, M. F. (2025). Androgynous Representation in The Boy and The Heron: A Semiotic Approach to Visual and Linguistic Identity. 10(1), 62–72. https://doi.org/10.17509/japanedu.v10i1.80299

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-12 23:45:13

No citation recorded.