Prinsip Proteksi Sel Otot Jantung dalam Mesin Pintas Jantung Paru pada Prosedur Pembedahan Jantung Terbuka

*Teddy Ferdinand Indrasutanto -  RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda Kalimantan Timur, Indonesia
Cindy Elfira Boom -  Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Indonesia
Published: 1 Jul 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Tinjauan Pustaka
Language: ID
Full Text:
Statistics: 574 2525
Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab nomer satu kematian secara global. Diperkirakan 17,1 juta penduduk dunia meninggal karena penyakit jantung koroner pada tahun 2004, yaitu 29% dari seluruh kematian. Standar baku emas untuk memulihkan pasien dari penyakit jantung koroner adalah pembedahan coronary artery bypass graft (CABG). Pembedahan CABG dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pintas jantung paru dan jantung dihentikan selama prosedur pembedahan. Penggunaan mesin pintas jantung paru dan proses henti jantung dapat menimbulkan cedera pada sel otot jantung. Oleh karena itu perlu pemahaman yang baik terhadap fungsi jantung selama prosedur henti jantung dan sirkulasi darah digantikan oleh mesin pintas jantung paru, terutama dalam hal proteksi miokard. Tujuan dari proteksi miokard selama pembedahan jantung adalah untuk menghindari cedera akibat pemakaian mesin pintas jantung paru dan iskemia akibat pembedahan. Salah satu strategi proteksi miokard adalah menggunakan kardioplegia. Kardioplegia dapat membantu menghentikan jantung sekaligus memberikan nutrisi ke sel otot jantung sehingga mengurangi dampak iskemia pada sel otot jantung. Strategi proteksi miokard yang lain dapat dicapai dengan teknik hipotermia, prekondisi iskemia, prekondisi anestesia dengan penggunaan gas anestesi dan obat anestesi intravena. Hingga saat ini penelitian mengenai proteksi miokard selama prosedur pembedahan jantung yang menggunakan mesin pintas jantung paru masih belum menemukan strategi terbaik. Kedepannya masih perlu banyak penelitian lagi yang dikembangkan, terutama pada fisiologi molekuler dari sel otot jantung, dalam rangka mendapatkan hasil proteksi miokard yang paling baik dan dapat diandalkan. 

Keywords
proteksi miokard; mesin pintas jantung paru; iskemia; kardioplegia; prekondisi iskemia; prekondisi anestesi

Article Metrics:

  1. Bojar R. M., Section VII Prevention and management of cardiac dysfunction aftar cardiac surgery. Manual of Perioperative Care in Adult Cardiac Surgery 5th edition, Wiley-Blackwell, United Kingdom, 2011; hal. 301-344, 437-580
  2. Hensley F. A., Cardiopulmonary bypass. A Practical Approach in Cardiac Anesthesia 5th edition, Lippincot Williams & Wilkins, Philadelphia, United States, 2013; 25: hal. 2818-2973
  3. Kaplan J. A.,Section V Extracorporeal Circulation.Kaplan’s Cardiac Anesthesia: The Echo Era 6th edition, Saunders Elsevier, Missouri, United States, 2011; hal. 199-288, 315-382, 466-495, 637-673
  4. Mackay J. H., Section 9 Cardiopul-monary Bypass. Core Topics in Cardiac Anesthesia 2nd edition, Cambridge University Press, United Kingdom, 2012; hal. 48-57, 193-199, 223-231
  5. Catherjee K., Anderson M., Heistad D., Kerber R.E., Basic cardiology. Cardiology An Illustrated Textbook,Jaypee Brothers Medical Publishers LTD, New Delhi, India, 2013; hal. 985-999, 1166-1174
  6. Sher-i-Murtaza M, Myocardial Protection with multiport antegrade cold blood cardioplegia and continuous controlled warm shot through vein grafts during proximal ends anastomosis in conventional coronary artery bypass graft surgery, Department of Cardiac Surgery, Chaudary Pervaiz Elahi Institute of Cardiology, Multan, Pakistan, 2016; hal 1-6
  7. Yamamoto H., Yamamoto F., Myocardial protection in cardiac surgery: a historical review from the beginning to the current topics.The Japanese association for thoracic surgery, 2013; 61; 485-496
  8. Mao X., Ge Z., Xie X., Lian Q., Xia Z., Propofol Cardioprotection against Myocardial Ischaemia- Reperfusion Injury; A Mechanistic Review. 2016. Reactive Oxygen Spesies Cell Med Press
  9. Li F., Yuan Y., Meta-analysis of the cardioprotective effect of sevoflurane versus propofol during cardiac surgery. BMC Anesthesiology, 2015; 15-128
  10. Duebener L. F., et. Al., Effects of pH management During Deep Hypothermic Bypass on Cerebral Microcirculation; Alpha-Stat Versus pH-Stat.2002, Circulation, American Heart Associations, 103-I-108
  11. Zaugg M., Schaub M. C., Foex P., Myocardial injury and its prevention in the perioperative setting. 2004, British Journal of Anaesthesia 93; 21-33
  12. Czermy M., Baumer H., Kilo J. Inflammatory response and myocardial injury following coronary artery bypass grafting with or without cardiopulmonary bypass. Euro jour of cardio thor surg 2000; 17:737-42
  13. Kurapeev D., Kabanov V., Grebennik V., Sheshurina T., Dorofeykov V., New technique of local ischemic precondi-tioning induction without repetitive aortic cross-clamping in cardiac surgery. journal of Cardiothoracic Surgery (2015) 10:9
  14. Zakkar M., Guida G., Suleiman M. S., Angelini D. Review Article Cardiopulmonary Bypass and Oxidative Stress. Hindawi publishing corporation, 2015
  15. De Hert S., Broecke P. W., Mertens E., Sommeren E. W., De Blier I. G., Stock-man A. Sevoflurane but not Propofol Preserves Myocardial Function in Coronary Surgery Patients.Anesthesiology, 2002; 97;42-9