Pemeriksan Kultur Sekret sebagai Penunjang Diagnosis untuk Mengetahui Kejadian Ventilator Associated Pneumonia pada Pasien Pasca Pembedahan di Intensive Care Unit RSUP Dr. Kariadi Semarang

*Anindito Andi Nugroho  -  Departemen Anestesiologi dan terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi; Semarang, Indonesia
Johan Arifin  -  Departemen Anestesiologi dan terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi; Semarang, Indonesia
Hari Hendriarto Satoto  -  Departemen Anestesiologi dan terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi; Semarang, Indonesia
Published: 1 Jul 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Ventilator Associated Pneumonia (VAP) didefinisikan sebagai pneumonia yang terjadi 48 jam atau lebih setelah intubasi endotrakeal dan ditandai dengan infiltrat progresif atau yang baru terjadi, infeksi sistemik (demam, perubahan jumlah leukosit), perubahan sputum, dan ditemukan penyebabnya. VAP merupakan infeksi nosokomial paling sering pada pasien yang mendapat ventilasi mekanik. Kejadian VAP merupakan separuh kasus pneumonia yang didapatkan di rumah sakit.

Tujuan: Menentukan kejadian VAP pada pasien pasca pembedahan di ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan pemeriksaan kultur sekret sebagai penunjang diagnosis, selama 12-16 minggu.

Metode: Penelitian ini dirancang sebagai penelitian observasional deskriptif terhadap semua pasien pasca pembedahan yang dirawat di ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang, menggunakan ventilator mekanik selama 48 jam atau lebih, dan memenuhi kriteria inklusi dan berlangsung dalam waktu 12-16 minggu. Pasien yang dilakukan pembedahan dinilai skoring CPIS, dikirim ke ICU, kemudian diaspirasi sekret endotrakealnya dengan menggunakan mucous extractor steril hingga menyentuh dinding mukosa endotrakeal (hingga seluruh selang mucous extractor masuk ke dalam ETT, kemudian hasil aspirasi dikirim ke laboratorium mikrobiologi. Tunggu hasil pertumbuhan kuman. Setelah pasien tersebut terpasang mesin ventilator selama 48 jam, dinilai skoring CPIS, kemudian pasien kembali diaspirasi sekret endotrakealnya dengan menggunakan mucous extractor steril hingga menyentuh dinding mukosa endotrakeal (hingga seluruh selang mucous extractor masuk ke dalam ETT, hasil aspirasi dikirim ke laboratorium mikrobiologi. Tunggu hasil pertumbuhan kuman. Tentukan VAP atau bukan.

Hasil penelitian: Didapatkan 16 pasien dengan usia 20-30 tahun sebanyak 1 pasien (6,25%), usia 31-40 tahun sebanyak 2 pasien (12,5%), usia 41-50 tahun sebanyak 5 pasien (31,25%), usia 51-60 tahun sebanyak 8 pasien (50%) dengan pertumbuhan kuman. Hal tersebut dikuatkan dengan skor CPIS > 6. 16 pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 9 pasien (56,25%), dan perempuan sebanyak 7 pasien (43,75%).

Simpulan: Pemeriksaan kultur sekret merupakan pemeriksaan penunjang diagnosis yang akurat pada penegakan diagnosis VAP, dan untuk mengetahui jenis kuman yang berkembang, sehingga dapat dilakukan pengobatan secara tepat.

Keywords: CPIS; ETT; kultur sekret; VAP

Article Metrics:

  1. Kalanuria AA, Zai W, Mirski M. Ventilator-associated pneumonia in the ICU. Crit Care. 2014;18(2):208
  2. Porzecanski I, Bowton DL. Diagnosis and treatment of ventilator-associated pneumonia. Chest. 2006 Aug;130(2):597–604
  3. Sallam SA, Arafa MA, Razek AA, Naga M, Hamid MA. Device-related nosocomial infection in intensive care units of Alexandria University Students Hospital. East Mediterr Health J Rev Sante Mediterr Orient Al-Majallah Al-Sihhiyah Li-Sharq Al-Mutawassit. 2005 Mar;11(1–2):52–61
  4. Ibrahim EH, Tracy L, Hill C, Fraser VJ, Kollef MH. The occurrence of ventilator-associated pneumonia in a community hospital: risk factors and clinical outcomes. Chest. 2001 Aug;120(2):555–61
  5. Ewig S, Bauer T, Torres A. The pulmonary physician in critical care • 4: Nosocomial pneumonia. Thorax. 2002 Apr 1;57(4):366–71
  6. Kollef MH. Prevention of hospital-associated pneumonia and ventilator-associated pneumonia. Crit Care Med. 2004 Jun;32(6):1396–405
  7. Rello J, Lorente C, Diaz E, Bodi M, Boque C, Sandiumenge A, et al. Incidence, etiology, and outcome of nosocomial pneumonia in ICU patients requiring percutaneous tracheotomy for mechanical ventilation. Chest. 2003 Dec;124(6):2239–43
  8. Afessa B, Shorr AF, Anzueto AR, Craven DE, Schinner R, Kollef MH. ASsociation between a silver-coated endotracheal tube and reduced mortality in patients with ventilator-associated pneumonia. Chest. 2010 May 1;137(5):1015–21
  9. Höffken G, Niederman MS. Nosocomial pneumonia*: The importance of a de-escalating strategy for antibiotic treatment of pneumonia in the icu. Chest. 2002 Dec 1;122(6):2183–96
  10. Ibrahim EH, Ward S, Sherman G, Kollef MH. A comparative analysis of patients with early-onset vs late-onset nosocomial pneumonia in the icu setting*. Chest. 2000 May 1;117(5):1434–42
  11. Ban KO. The effectiveness of an evidence-based nursing care program to reduce ventilator-associated pneumonia in a Korean ICU. Intensive Crit Care Nurs. 2011 Aug 1;27(4):226–32
  12. Chastre J, Fagon J-Y. Ventilator-associated Pneumonia. Am J Respir Crit Care Med. 2002 Apr 1;165(7):867–903
  13. Toward understanding evidence uptake: Semirecumbency for pne... : Critical Care Medicine [Internet]. LWW. [cited 2017 Mar 18]. Available from: http://journals.lww.com/ccmjournal/Fulltext/2002/07000/Toward_understanding_evidence_uptake_.12.aspx
  14. Chan EY, Ruest A, Meade MO, Cook DJ. Oral decontamination for prevention of pneumonia in mechanically ventilated adults: systematic review and meta-analysis. BMJ. 2007 Apr 26;334(7599):889
  15. Pesola GR. Ventilator-associated pneumonia in institutionalized elders : Are teeth a reservoir for respiratory pathogens? Chest. 2004 Nov 1;126(5):1401–3
  16. Dodek P. Evidence-Based Clinical Practice Guideline for the Prevention of Ventilator-Associated Pneumonia. Ann Intern Med. 2004 Aug 17;141(4):305
  17. Tantipong H, Morkchareonpong C, Jaiyindee S, Thamlikitkul V. Randomized Controlled Trial and Meta-analysis of Oral Decontamination with 2% Chlorhexidine Solution for the Prevention of Ventilator-Associated Pneumonia. Infect Control Amp Hosp Epidemiol. 2008 Feb;29(2):131–6
  18. Rea-Neto A, Youssef NCM, Tuche F, Brunkhorst F, Ranieri VM, Reinhart K, et al. Diagnosis of ventilator-associated pneumonia: a systematic review of the literature. Crit Care. 2008;12:R56
  19. Kalil AC, Metersky ML, Klompas M, Muscedere J, Sweeney DA, Palmer LB, et al. Management of Adults With Hospital-acquired and Ventilator-associated Pneumonia: 2016 Clinical Practice Guidelines by the Infectious Diseases Society of America and the American Thoracic Society. Clin Infect Dis Off Publ Infect Dis Soc Am. 2016 Sep 1;63(5):e61–111
  20. Fournier P-E, Dubourg G, Raoult D. Clinical detection and characterization of bacterial pathogens in the genomics era. Genome Med [Internet]. 2014 Nov 29 [cited 2017 May 1];6. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4295418/
  21. Marik PE, Varon J. Ventilator-associated pneumonia : Science and hocus-pocus. Chest. 2001 Sep 1;120(3):702–4
  22. American Thoracic Society, Infectious Diseases Society of America. Guidelines for the management of adults with hospital-acquired, ventilator-associated, and healthcare-associated pneumonia. Am J Respir Crit Care Med. 2005 Feb 15;171(4):388–416

Last update: 2021-03-08 02:13:18

No citation recorded.

Last update: 2021-03-08 02:13:18

No citation recorded.