Efektivitas Ketamin Sebagai Analgesia Preemptif Terhadap Nyeri Pasca Bedah Onkologi

*Langgeng Raharjo - 
Uripno Budiono -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Nov 2009.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Statistics: 1050
Abstract

Latar belakang: Asam amino eksitatori berperan dalam aktivasi saraf nosisepsi kornu medula spinalis pada reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA). Data penelitian melaporkan reseptor NMDA berperan dalarn proses sensitisasi sentral terhadap nyeri. Analgesia preemptif berdasar bahwa pemberian obat analgesia sebelum input nosisepsi dapat mencegah sensitisasi dan memperbaiki nyeri pasca bedah.

Tujuan: Mengetahui efetktifitas ketamin sebagai analgesia pre emptif, terhadap derajat nyeri pasca bedah onkologi.

Metode: Merupakan penelitian eksperimental randomized past test only controlled group design. Empat puluh dua pasien yang menjalani operasi elektif onkologi dengan anestesi umum inhalasi di RS Dr. Kariadi Semarang; memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi dalam dua kelompok dicatat tanda vital pra bedah. Premedikasi dengan midazolam 0,07 mg/kgBB iv, metoclopramid l0 mg iv, aulfas atropin 0,01 mg/kgBB. Induksi dengan tiopental 5 mg/kgBB, atrakurium 0,5 m/kgBB, fentanyl 2 µ/kgBB dilakukan intubasi. Rumatan anestesi dengan N2O:O2=70%: 30%, isofluran 1% atrakurium intermiten kelompok kontrol (II) diberi NaCl 0,9%- Selesai operasi pasien diekstubasi, dilakukan observasi di ruang pemulihan. Bila skor nyeri atau nilai visualAnalog Scale (VAS) >3 cm diberi meperidin 0,5mg/kgBB iv. Dicatat tanda vital pasca bedah, waktu pertama kali diberikananalgetik di bangsal, diberi analgetik meperidin 0,5 mg/kgBB bila Vas > 3 cm. Dicatat jumlah total kebutuhan meperidin. Efek samping yang terjadi dicatat.

Hasil: Jumlah meperidin yang diberikan dan nilai VAS dalam 24 jam tidak Berbeda bermakna pada dua kelompok (p=0,692 dan (p>0,05), dan berbeda bermakna pada waktu pertama kali diperlukan analgetik (F0,000).

Simpulan: Ketamin dosis 0,5 mg/kgBB iv tidak memberikan efek analgesia preemptif pada operasi bedah onkologi.

Keywords
ketamin; analgesia preemptif; nyeri pasca bedah onkologi.

Article Metrics: