Perbedaan Elektrolit Plasma dan Tekanan Darah antara Preload Ringer Asetat Malat Dibandingkan dengan Ringer Laktat

*Ifar Irianto Yudhowibowo -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif/ RSUD Muaro, Jambi, Indonesia
Doso Sutiyono -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Widya Istanto Nurcahyo -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Mar 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 328 30
Abstract

Latar belakang : Pemberian preload untuk mencegah hipotensi pada anestesi spinal dapat mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh.

Tujuan : Untuk melihat perbedaan elektrolit plasma dan tekanan darah antara preload RAM dibandingkan dengan RL.

Metode : Penelitian eksperimental uji klinis tahap II secara acak tersamar ganda. Pemilihan sampel secara Consecutive Random Sampling didapat jumlah sampel 38 orang. Kelompok I (n=19) mendapat preload 20 cc/kgBB RAM dan kelompok II (n=19) mendapat preload 20 cc/kgbb RL. Sebelum  preload, diambil sampel darah untuk pemeriksaan konsentrasi elektrolit plasma. Setelah  preload dan 30 menit setelah itu dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan konsentrasi elektrolit plasma. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum anestesi spinal dan segera setelah anestesi spinal tiap 5 menit sampai 30 menit. Uji statistik dengan uji paired t-test.

Hasil : Selisih Na sebelum preload dan Na setelah preload dengan Na 30 menit setelah preload antara kelompok yang mendapat preload RAM dan RL berbeda bermakna. Sedangkan selisih Na setelah preload  dengan Na 30 menit setelah preload berbeda tidak bermakna. Selisih K sebelum  preload, K setelah preload dan 30 menit setelah preload dan K 30 menit setelah preload berbeda tidak bermakna. Selisih Cl sebelum dan Cl 30 menit setelah preload berbeda bermakna. Selisih Cl sebelum dan Cl setelah preload dan konsentrasi Cl setelah 30 menit preload berbeda tidak bermakna. Terdapat perbedaan tekanan sistolik yang bermakna antara kelompok preload  RAM dan RL  terjadi antara menit ke-25 sampai menit ke-30 setelah spinal. Sedangkan untuk variabel tekanan darah diastolik terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok preload  RAM dan RL  terjadi antara menit ke-15 sampai menit ke-20 setelah spinal.

Simpulan : RAM meningkatkan konsentrasi Na dan Cl lebih tinggi dibanding RL pada pasien dengan spinal anestesi segera setelah dilakukan loading, tetapi perbedaan konsentrasi elektrolit lebih jauh tidak ditemukan. Tidak ada perubahan tekanan darah yang bermakna diantara kedua kelompok.

Keywords
preload RAM; preload RL; electrolytes (Na, K, Cl); blood pressure

Article Metrics:

  1. Marwoto, Primatika A D. Anestesi lokal/regional. Dalam: Soenarjo, Jatmiko H D, editor. Anestesiologi. Semarang: IDSAI cabang Jawa Tengah;2010.p.309-18.
  2. Aitkenhead A R, Rowbotham D J, Smith G, editor. Textbook of aneaesthesia: lokal anaesthetic techniques. 4th ed. Philadelphia: Elsevier science limited; 2002. p. 555.
  3. Latief S A, Suryadi K A, Daclan M R. Analgesia regional. Dalam: Latief S A, Suryadi K A, Daclan M R, editor. Petunjuk praktis anestesiologi. Edisi ke-2. Jakarta: Bagian anestesiologi dan terapi intensif FK UI; 2009. p. 105-7.
  4. Liguori G A. Hemodynamic complications Dalam: Neal J M, Rathmell J P, editor. Complications in regional anesthesia and pain medicine. Philadelphia: Elsevier Inc; 2007. p. 43-4,50.
  5. Muzlifah K B, Choy Y C. Comparison between preloading with 10 ml/kg and 20 ml/kg of ringer’s lactate in preventing hypotension during spinal anaesthesia for caesarean section. Med J Malaysia. 2009; 64(2): 114.
  6. Duke J. Spinal anesthesia. Dalam: Duke J, editor. Anesthesia secrets. 4th ed. Philadelphia: Mosby Inc; 2011. p. 452.
  7. Morgan G E, Mikhail M S, Murray M J. Clinical anesthesiology: The Pain management. 4th ed. New York: Mc Graw-Hill companies; 2006. p. 297-8.
  8. Sapola J A L. Complications of regional anesthesia. in: Sapola J A L, editor. Anesthesia oral board review. Cambridge: Cambridge university press; 2010. p. 201.
  9. Bernards C M. Epidural and spinal anesthesia. in: Barash P G, Cullen B F, Stoelting R K, editor. Clinical anesthesia. 4th ed. Philadelphia: Lippincott williams and wilkins publishers; 2001. p. 519-20.
  10. Hartanto R V. Perbedaan perubahan konsentrasi natrium plasma antara preload 20 cc/kgbb ringer laktat dibandingkan dengan preload 20 cc/kgbb ringer asetat malat. S.Ked [thesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2012. p. 2, 72.
  11. Horne M M, Swearingen P L. Ikhtisar keseimbangan cairan dan elektrolt. Dalam: Asih Y, editor. Keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa. Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2000. p. 1-3.
  12. Mulyono I, Sunatrio S. Prinsip-prinsip dasar cairan tubuh. Dalam: Harijanto E, editor. Paduan tatalaksana terapi cairan perioperatif. Jakarta: PP IDSAI; 2010. p. 7,14.
  13. Irawan M A. Cairan tubuh, elektrolit dan mineral. Sports science brief. 2007;1(1): 1-5
  14. Zander R. Infusion fluid: why should they be balanced solutions?. EJHP Practice. 2006; 12(6): 60.
  15. Hartanto W W. Terapi cairan dan elektrolit perioperatif. [tinjauan pustaka]. Bandung: universitas Padjadjaran; 2007. p. 5-6, 16-7, 20-1.
  16. Prough D S, Svensen C H. Crystalloid solutions. in: Hahn R G, Prough D S, Svensen C, editor. Perioperative fluid therapy. New York: Informa healthcare USA Inc; 2007. p. 143.
  17. Ringer asetat (asering) mencegah hipotermia pesectiorioperatif. Majalah farmacia. 2006; 5(9): 34.
  18. Tjokrowinoto S. Perbedaan tekanan darah pasca anestesi spinal dengan pemberian preload dan tanpa pemberian preload 20cc/kgbb ringer asetat malat. S.Ked [thesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2012. p. 44-8.
  19. Sari N K. Perbedaan tekanan darah pasca anestesi spinal dengan pemberian preload dan tanpa pemberian preload 20 cc/kgbb ringer laktat . S.Ked [thesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2012. p. 31-43.