PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK COMPRESSED NATURAL GAS DARI LANDFILL GAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PADA TPST BANTAR GEBANG, BEKASI

*Srilarakasuri P Ardiagarini  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia
Anthony Riman  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia
Helena J Kristina  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia
Published: 13 Jun 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Statistics: 804 661
Abstract

Pergeseran konsumsi bahan bakar minyak ke bahan bakar berbasis gas, sebagai alternatif energi untuk sektor transportasi di Indonesia diperlukan. Salah satu renewable energy yang saat ini populer adalah biogas. Landfill gas (LFG) yaitu biogas yang dihasilkan dari timbunan sampah domestik dalam jumlah yang besar pada suatu lahan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan menghitung harga pokok untuk memproduksi CNG yang terbuat dari LFG yang dihasilkan oleh TPST Bantar Gebang. CNG dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin industri dan juga kendaraan mobil. TPST Bantar Gebang termasuk sebagai salah satu institusi yang dapat mengelola sampah dengan baik memiliki 95 area aktif Ha yang dapat menghasilkan gas TPA (LFG) dengan kapasitas 5.971 Nm3/hour. Kandungan utama dari gas yang terbentuk adalah metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) diikuti dengan gas-gas lainnya dengan komposisi yang relatif kecil. LFG dapat dikonversi ke CNG menggunakan Acrion CO2 WASH yang melepaskan CH4 dari gas lainnya. Hasil penelitian menggunakan 2 skenario jangka waktu, yaitu selama 5 tahun dan 10 tahun, didapatkan kapasitas LFG yang digunakan saat ini untuk memproduksi CNG hanya 5% dari kapasitas LFG, yaitu sebesar 7,500 Nm3/hari, dan menghasilkan CNG sebanyak 3,570 Nm3/hari. Harga pokok produksi produk CNG yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah Rp 160,00/ liter dengan perhitungan jangka waktu selama 5 tahun dan Rp 150,00 /liter dengan perhitungan jangka waktu selama 10 tahun.

Kata kunci: renewable energy, biogas, TPST bantar gebang, LFG, CNG, harga pokok produksi

Abstract

In light of shifting fuel consumption from oil-based to gas-based fuel, researches on renewable energy as an alternative energy for trasportation sector in Indonesia are needed. Meanwhile, TPST Bantar Gebang has 95 Ha active area which can produce landfill gas (LFG) with the capacity of 5,971 Nm3/hour. Landfill gas is biogas produced as a result of anaerob decomposition on organic material from piled sanitary landfill waste; CNG is compressed natural gas of CH4. CNG can be used as an altenative fuel for transport vehicles. LFG can be converted to CNG using Acrion CO2 WASH l machine which detaches CH4 from other gas. The LFG used to calculate cost of goods sold of this product is only five percent of the total LFG capacity that can presently be produced at TPST Bantar Gebang. The input is LFG of 7,500 Nm3/day and the output is CNG of 3,570 Nm3/day. Two time-point scenarios are used in the cost of goods sold calculation: five years and 10 years. Total expenditure at those time-points is divided by CNG capacity produced each year. The product’s costs of goods sold in five years time is Rp 160/litre and in ten years time is Rp 150/liter.

Key words: renewable energy, biogas, TPST bantar gebang, LFG, CNG  ,cost of goods sold

Article Metrics: