Analisis Spasial dan Temporal Persebaran Kasus Baru TB Paru BTA (+) di Kabupaten Batang

DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.17.2.95-103
Copyright (c) 2018 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 10-08-2017
Published: 01-10-2018
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Latar belakang: Case Notification Rate (CNR) Kabupaten Batang tahun 2013 sebesar 73,8/100.000 penduduk. Berdasarkan CNR-nya Kabupaten Batang masuk peringkat ke-9 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain itu, pada tahun 2012-2014 tren kasus baru TB paru BTA positif selalu menurun, kemudian meningkat tahun 2015, dan turun kembali di tahun 2016. Namun, tren tersebut tidak menggambarkan tren kasus baru di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Batang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran secara spasial dan temporal persebaran kasus baru Tb paru BTA positif ditinjau dari kepadatan penduduk, ketinggian wilayah, cakupan rumah sehat, dan cure rate tahun 2012-2016.

Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan studi ekologis menggunakan pendekatan spasial dan temporal. Sampel dalam penelitian ini adalah semua kasus baru TB paru BTA positif dari tahun 2012-2016.

Hasil: Penyebaran kasus baru tidak menunjukkan pola khusus pada pemetaan berdasarkan ketinggian dan kepadatan penduduk. Sebagian penyebaran kasus baru menunjukkan pola penyebaran mengikuti pola cure rate, dan hampir seluruhnya mengikuti pola cakupan rumah sehat. Cure rate tinggi tidak diikuti oleh penurunan jumlah kasus baru pada wilayah dengan cakupan rumah sehat rendah.

Simpulan: Persebaran kasus baru TB paru BTA positif dipengaruhi oleh faktor cakupan rumah sehat. Sedangkan faktor yang lainnya tidak mempengaruhi persebaran kasus baru Tb paru BTA positif di Kabupaten Batang Tahun 2012-2016.

 

ABSTRACT

Title: Spatial and Temporal Analysis of AFB Smear-Positive Pulmonary Tuberculosis New Cases Distribution in Batang Regency

Background: Case Notification Rate (CNR) of Batang Regency in 2013 is 73.8 / 100.000 population. Based on its CNR, Batang regency is ranked 9th of 35 regencies / cities in Central Java. In addition, in 2012-2014, the trend of new AFB smear-positive cases of pulmonary tuberculosis always decrease, then increase in 2015, and decrease again in 2016. However, the trend does not reflect the trend of new cases in each sub-district. The purpose of this research is to descript the spread of new cases of AFB smear positive pulmonary tuberculosis spatially and temporally in terms of population density, altitude, coverage of healthy house, and cure rate of 2012-2016.

Method: The type of research used in this study is analytic quantitative with ecological studies using spatial and temporal approach. The samples in this study were all new cases of AFB smear positive pulmonary tuberculosis in 2012-2016.

Result: The distribution of new cases did not indicate a specific pattern on mapping based on altitude and population density. Some of the new case distributions showed the pattern of distribution following a cure rate pattern, and almost entirely following the pattern of healthy house coverage. High cure rates were not followed by a decrease in the number of new cases in areas with low coverage of healthy house.

Conclusion: The distribution of new cases of AFB smear positive pulmonary tuberculosis is influenced by healthy house coverage factor. While other factors did not affect the distribution of new cases of AFB smear positive pulmonary tuberculosis in Batang Regency in 2012-2016

Keywords

: analisis spasial dan temporal; tuberkulosis paru; Kabupaten Batang (spatial and temporal analysis; pulmonary tuberculosis; Batang Regency)

  1. Arum Siwiendrayanti 
    Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  2. Dyah Mahendrasari Sukendra 
    Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  3. Dwi Arofah 
    Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  1. Widoyono. Penyakit Tropis. Semarang: Erlangga; 2011
  2. Nizar M. Pemberantasan dan Penanggulangan Tuberkulosis. Yogyakarta: Gosyen Publising; 2010
  3. World Health Organization. WHO Global Tuberculosis Report 2016. Switzerland: WHO Press; 2016
  4. Wulandari F. Analsis Spasial Tuberkulosis Paru BTA (+) di Jakarta Selatan Tahun 2006-2010. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia; 2012
  5. Mahmuda D, Rahmaniati M. Hubungan Status Rumah Sehat dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Provinsi Banten Tahun 2010 (Analisis Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010). Depok: Departemen of Biostatistict and Population Studies, Universitas Indonesia; 2014
  6. Ayomi A.C, Setiani O, Joko T. Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah dan Karakteristik Wilayah sebagai Determinan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura Povinsi Papua. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2012, 11(1): 1-8
  7. Dye C, Williams B.G. The Population Dynamics and Control of Tuberculosis. Science 2010, 328(5980): 856-861
  8. Tanrikulu A.C, Acemoglu H, Palanci Y, Dagli C.E. Tuberculosis in Turkey: high altitude and other socio-economic risk factors. Public Health 2008, 122(6): 613-619
  9. Indriyani N, Istiqomah N, Anwar M.C. Hubungan Kelembaban Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Tulis Kabupaten Batang. Unnes Journal of Public Health 2016, 5(3): 214-220
  10. Piubello A, Harouna S.H, Souleymane M.B, Boukary I, S. Morou, Daouda M, Hanki Y, Deun AV. High cure rate with standardised short-course multidrugresistant tuberculosis treatment in Niger: no relapses. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease 2014, 18(10):1188–1194
  11. Ai X, Men K, Guo L, Zhang T, Zhao Y, Sun X, Zhang H, He G, Werf M.J, Hof S. Factors associated with low cure rate of tuberculosis in remote poor areas of Shaanxi Province, China: a case control study. BMC Public Health 2010, 10:112
  12. Nida S. Epidemiologi Spasial Kejadian Tuberkulosis (Tb) di Kota Tangerang Selatan Tahun 2009-2013. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2014
  13. Ruswanto B, Nurjazuli, Raharjo M. Analisis Spasial Sebaran Kasus Tuberkulosis Paru Ditinjau Dari Faktor Lingkungan Dalam dan Luar Rumah di Kabupaten Pekalongan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2012, 11(1): 22-28