Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Subyektif Dermatitis Kontak Iritan pada Petugas Pengepul Sampah di Wilayah Kota Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.17.2.80-86
Copyright (c) 2018 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 11-03-2018
Published: 01-10-2018
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Latar belakang: Pengepul sampah merupakan sektor informal dalam bidang pengumpulan dan perdagangan sampah layak jual. Pengaruh sampah terhadap kesehatan dikelompokan menjadi efek yang langsung dan tidak langsung. Kontak langsung dengan sampah beracun, sampah yang korosif terhadap tubuh, yang karsinogenik atau teratogenik, dan sampah yang mengandung kuman patogen, dapat menimbulkan penyakit salah satunya dermatitis kontak iritan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan subyektif dermatitis kontak iritan pada petugas pengepul sampah di wilayah Kota Yogyakarta.

Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik obsevasional dengan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah petugas pengepul sampah di wilayah Kota Yogyakarta yang berjumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionale stratified random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama kontak, jenis kelamin dan personal hygiene sedangkan variable terikat adalah keluhan subyektif dermatitis kontak iritan. Teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.   

Hasil: Proporsi kejadian dermatitis kontak iritan sebesar 28,9%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama kontak dengan keluhan subyektif dermatitis kontak iritan (p-value = 0,322; RP = 0,544; CI 95% = 0,174-1,695), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan subyektif dermatitis kontak iritan (p-value = 0,149) dan tidak ada hubungan antara personal hygiene dengan keluhan subyektif dermatitis kontak iritan (p-value = 1,067).

Simpulan: Tidak ada hubungan antara lama kontak, jenis kelamin, dan personal hygiene dengan keluhan subyektif dermatitis kontak iritan pada putugas pengepul sampah.

 

ABSTRACT

Title: Factors Associated with Subjective Complaints Contact Irritant Dermatitis on Garbage Collector in Yogyakarta City Area

Background: Rubbish collector is one of part in informal sector which runs in collecting and demand the economical rubbish. The effect of of rubbish for health can be divided into two, they are direct affection and indirect affection. Direct contact with the rubbish such as poisonous rubbish, corrosive rubbish to the body, carcinogenic rubbish, the rubbish of teratogenicity, and rubbish containing pathogen virus, it could spread the disease which was called  irritant contact of dermatitis.  The aim of trhe research was to find out the factors subjective complaint related to dermatitis contact of irritant with the rubbish collector at central Yogyakarta.

Methods: This type of research is an obsevational analytics with cross sectional study design. The subjects of this research are garbage collectors in Yogyakarta City, which are 45 people. Sampling technique using proportionale stratified random sampling. The independent variables in this study were contact time, sex and personal hygiene while the dependent variable was subjective complaint of irritant contact dermatitis. Technique of collecting data in the form of interview to respondent by using questioner. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with chi-square test.

Results: The proportion of incidence of irritant contact dermatitis was 28.9%. The result of the analysis showed that there was no correlation between contact duration with subjective complaints of irritant contact dermatitis (p-value = 0.322; RP = 0,544; 95% CI = 0,174-1,695), no relation between sex with subjective complaint of irritant contact dermatitis (p-value = 0.149) and no relationship between personal hygiene and subjective complaints of irritant contact dermatitis (p-value = 1.067).

Conclusion: There is no relationship between contact length, sex, and personal hygiene with subjective complaints of irritant contact dermatitis.

Keywords

lama kontak; jenis kelamin; personal hygiene; dermatitis kontak iritan (duration of contact; sex; personal hygiene; irritant contact dermatitis)

  1. Dwi Dewi Ambarsari 
    Ahmad Dahlan University, Yogyakarta, Indonesia
  2. Surahma Asti Mulasari  Orcid Sinta
    Ahmad Dahlan University, Yogyakarta, Indonesia
    dapartement of public health
  1. Sumantri A. Kesehatan Lingkungan. Edisi Ketiga. Jakarta: Kencana; 2015.
  2. Tim Penulis PS. Penanganan dan Pengolahan Sampah. Bogor: Penebar Swadaya; 2011.
  3. Slamet JS. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2011.
  4. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Keenam Cetakan Ketiga.. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2013.
  5. Sugiyono. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta; 2011.
  6. Suwondo A, Jayanti S, Lestantyo D. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pekerja Industri Tekstil X di Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2010, 6(2): 2010: 89-98.
  7. Nuraga W, Lestari F, Kurniawidjaja LM. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak pada Pekerja yang Terpajan dengan Bahan Kimia di Perusahaan Industri Otomotif Kawasan Industri Cibitung Jawa Barat. Makara Kesehatan 2008, 12(2): 63-70.
  8. Azhar K, Hananto M. Hubungan Proses Kerja dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan 2011, 10(1); 2011:1-9.
  9. Indrawan IA, Suwondo A, Lestantyo D. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Bagian Premix di PT. X Cirebon. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2014 2(2): 110-118.
  10. Tarwoto dan Wartonah. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2004.
  11. Rachmasari N. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pengrajin Logam di Desa Cepogo. Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013, 2(1): 1-10.
  12. Lestari F, Utomo HS. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Dermatitis Kontak pada Pekerja di PT Inti Pantja Press Industri. Makara Kesehatan 2007, 11(2): 61-68.
  13. Cahyawati IN, Budiono I. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis pada Nelayan. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2011, 6(2): 134-141.
  14. Sudarmanto, Nurjazuli. Hubungan Pemakaian Alat Pelindung Diri dengan Kejadian Penyakit Kulit pada Pekerja Pengangkut Sampah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2002, 1(1): 6-9.