Deteksi Frekuensi Distribusi Timbal Dalam Darah Pekerja Pengisi Bahan Bakar: Studi Kasus SPBU di Plaju, Sumatera Selatan.

*Yuanita Windusari -  Jurusan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Intan Nurul Aini -  Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Arum Setiawan -  Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Entin Nur Aetin -  Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Received: 20 Dec 2018; Revised: 14 Mar 2019; Accepted: 15 Mar 2019; Published: 2 Apr 2019.
Open Access Copyright 2019 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 445 382
Abstract

Latar belakang: Timbal (Pb) sebagai logam berat pernah dijadikan sebagai bahan aditif pada bensin. Pb dalam bentuk tetraetiltimbal (Pb2(C2H5)4) yang membantu proses pembakaran pada mesin kendaraan menjadi lebih halus dan cepat. Pb pada bahan bakar berdampak merugikan bagi lingkungan sekitar termasuk manusia. Pada saat pembakaran, Pb dilepas ke udara bersamaan dengan asap kendaraan. Senyawa yang dilepaskan tersebut berdampak negatif bagi kesehatan. Efek pertama keracunan timbal kronis sebelum mencapai organ target adalah gangguan haemoglobin dan berakibat pada menurunnya kadar haemoglobin. Gangguan anemia akan timbul bila kandungan Pb lebih dari 70 ug/dl atau setara 0,7 ppm. Berkaitan dengan efek  negatif  Pb dalam bensin, maka sangatlah penting untuk mendeteksi dan memperkirakan frekuensi kadar Pb dalam dalam darah pekerja pengisi bahan bakar (pekerja SBPU) yang melakukan kontak langsung dengan bahan bakar.

Metode: Sebanyak 11 orang pekerja pengisi bahan bakar dan 2 orang pegawai administrasi menjadi responden dan kontrol dalam penelitian ini. Kriteria inklusi adalah jenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan usia 20-40 tahun, dan kriteria eksklusi adalah yang tidak bersedia menjadi responden. Responden mengisi kuesioner dan di wawancara untuk mengetahui riwayat kesehatan, kemudian dilakukan pengambilan darah untuk dianalisis. Penentuan titik sampling berdasarkan metode purposive sampling dengan kriteria Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) berada di daerah padat kendaraan dan beroperasi selama 24 jam.

Hasil: Analisis darah menggunakan SSA Shimadzu 6300 menunjukkan kadar Pb<2.995 ng/nl. Hal ini mengindikasi tidak adanya Pb dalam darah responden. Tidak terdeteksinya Pb dalam darah diduga akibat responden terpapar Pb dalam jangka waktu singkat, penggunaan peralatan keselamatan (APD) saat bekerja, serta  dapat mengindikasi rendahnya kadar Pb pada bahan bakar kendaraan bermotor.

Simpulan: Tidak terdeteksinya Pb dalam darah responden tidak berarti mengabaikan keberadaan Pb di dalam bahan bakar. Sangatlah penting untuk melakukan pemeriksaan kandungan kadar Pb secara rutin pada semua pekerja SPBU akibat resiko paparan Pb bagi kesehatan.

 

ABSTRACT

Title: Frequency Distribution Of Leads In Blood Workers Filling Fuel: Case Study Of Fueling Station at Plaju, South Sumatra

Background: Lead (Pb) as heavy metal has been used as an additive in gasoline. Pb in the form of tetra ethyl lead (Pb2 (C2H5) 4) which helps the combustion process on the vehicle engine so that the engine sound becomes smoother and faster. Pb on fuel has a negative impact on the surrounding environment including humans. When burning in a vehicle engine, Pb is released into the air along with vehicle smoke. The compound released has a negative impact on health. The first of chronic Pb poisoning before reaching the target organ is the presence of haemoglobin synthesis disorder so that the haemoglobin level decreases. Anemic disorders will occur if the Pb content is more than 70 ug / dl or equal to 0.7 ppm. In connection with the negative effects of Pb in gasoline, it is very important to detect and estimate the frequency of Pb levels in the blood of fuel filling workers who make direct contact with fuel.

Methods: As many as 11 fuel filling workers and 2 administrative employees became respondents and controls in this study.  The inclusion criteria were the sex of men and women aged 20-40 years, and the exclusion criteria were workers who were not respondents available. Respondents filled out the questioner and continued the interview to find out their medical history, then taking blood to be analyzed. Determination of sampling points based on purposive sampling method with the criteria of the Fuel Filling Station is in a crowded area of the vehicle and operates for 24 hours.

Results: The results of blood analysis using SSA Shimadzu 6300 showed Pb level <2.995 ng / nl. This proves that Pb is not found in the blood of the respondent. No detection of Pb in the blood because the respondent was exposed to Pb in a short period of time, the use of safety equipment while working, and an indication of the low levels of Pb in motor vehicle fuel

Conclusion: Not detecting lead in the respondent's blood does not mean ignoring the presence of lead in the fuel. It is very important to check the lead content regularly on all gas station workers due to the risk of lead exposure to health.

 

 

Keywords
timbal; pekerja pengisi bahan bakar; bahan bakar bensin; darah; SSA Shimadzu 6300 (lead; refueling worker; additive to gasoline; blood; SSA Shimadzu 6300)

Article Metrics:

  1. Oxtoby DW, Gillis HP, Nachtrieb NH. Prinsip-Prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid II. Jakarta; 2003.
  2. Environmental Protection Agency. Toxics Release Inventory Executive Summary. US; 2003.
  3. Harmening, Denise M. Modern Blood Banking & Transfusion Practices 6th Edition. Philadelphia; 2008.
  4. Mifbakhuddin, Wahyuningsih NE, Suhartono. Hubungan Kadar Pb dalam Darah dengan Profil Darah pada Petugas Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Kota Semarang Timur. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2007, 6(1): 6-12.
  5. Rompas RM. Toksikologi Kelautan. Jakarta; 2010.
  6. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.05 tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama. Jakarta; 2006.
  7. Rosyidah H, Djannah SN. Hubungan Antara Kadar Pb dalam Darah dengan Kejadian Hipertensi pada Operator SPBU di Kota Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2010, 4(2): 104-111.
  8. Alberts B, Johnson A, Lewis J, Morgan D, Raff M, Roberts K, & Walter P. Molecular Biology of the Cell: Sixth Edition. New York; 2015.
  9. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di dalam Negeri. Jakarta: 2013
  10. Kementerian Lingkungan Hidup RI. Indonesian Fuel Quality Report. Jakarta; 2006
  11. Laila NN, Shofwati I. Kadar Timbal Darah dan Keluhan Kesehatan pada Operator Wanita SPBU. Jurnal Kesehatan Reproduksi 2013, 4(1): 41-49.
  12. Suhendro, P Soedibyo H, & Purnomo W. Kandungan Timbal Dalam Darah Dan Dampak Kesehatan Pada Pengemudi Bus Kota AC dan Non AC Di Kota Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2007, 3(2): 127-136.
  13. Maskinah E, Suhartono, & Wahyuningsih NE. Hubungan Kadar Timbal Dalam Darah Dengan Jumlah Eritrosit Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2016, 15(2): 42-45.
  14. Chairlan & Lestari E. Pedoman Teknik Dasar untuk Laboratorium Kesehatan Edisi 2. Jakarta; 2004.
  15. Hadi A. Penentuan Batas Deteksi Metode (Method Detection Level) dan Batas Kuantifikasi (Limit of Quantitation) Pengujian Sulfida dalam Air Limbah dengan Biru Metilen Secara Spektrofotometer. Jurnal Ecolab 2010, 4(2): 70-80
  16. Wigati, Sukowati, Lestari EW, & Andries H. Komposisi Parasit Malaria di Daerah Lombok Barat Berdasarkan Malariometric Survey (MS). Jurnal Zoo Indonesia 2011, 20(2): 11-15.
  17. Suciani S. Kadar Timbal dalam Darah Polisi Lalu Lintas dan Hubungannya dengan Kadar Hemoglobin. Tesis. Semarang; 2007.
  18. Rizkiawati A. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kadar Hemoglobin (Hb) dalam Darah pada Tukang Becak di Pasar Mranggen Demak. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2012, 1(2): 663-669.
  19. Pramono JS, Purwanto H, & Hendri. Analisis Kadar Hemoglobin Ditinjau dari Indeks Massa Tubuh, Pola Makan dan Lama Jam Kerja pada Wanita Pekerja Dinas Pertamanan. Jurnal Husada Mahakam 2014, 3(8): 389-442.
  20. Platt, S. & L. Garosi. Small Animal Neurological Emergencies. CRC Press. Florida; 2012.
  21. Zhang X, Yang L, Li Y, Li H, Wang W, & Ye B. Impacts of Lead/Zinc Mining and Smelting on The Environmental and Human Health in China. Environ. Monit. And Assess 2012, 184(4): 2261-2273.