Hubungan Lama Kerja Dengan Kadar Timbal (Pb) Pada Anak Jalanan di Kota Samarinda

*Hansen Hansen -  Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan dan Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan timur, Kaltim, Indonesia
Muhammad Habibi -  Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan dan Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan timur, Kaltim, Indonesia
Ainur Rachman -  Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Kaltim, Indonesia
Received: 2 May 2019; Revised: 2 Sep 2019; Accepted: 10 Sep 2019; Available online: 2 Oct 2019.
Open Access Copyright 2019 Hansen Hansen
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Supp. File(s):
Perjanjian Pengalihan Hak Cipta
Subject
Type Other
  Download (879KB)    Indexing metadata
Statistics: 94 54
Abstract

Latar belakang : Timbal merupakan suatu unsur yang berada di dalam batuan, tanah, tumbuhan dan hewan. Timbal 95% bersifat anroganik dan umumnya dalam bentuk garam anorganik yang kurang larut dalam air selebihnya berbentuk timbal (Pb) organik yang ditemukan dalam bentuk senyawa Tetraethyllead (TEL) dan Tetramethyllead (TML). Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Samarinda setiap tahun meningkat berdasarkan data dari badan pusat statistik pada tahun 2015 tercatat jumlah kendaraan bermotor meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 683.420 kendaraan yang dirilis pada bulan Mei 2017. Pencemaran udara yang berasal dari emisi kendaraan bermotor akan berdampak pada anak jalanan dimana mereka setiap harinya hidup berada dijalanan.Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dengan kadar timbal (Pb) pada anak jalanan di Kota Samarinda.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan adalah anak jalanan yang ada di Kota Samarinda, selain itu teknik yang digunakan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner. Pengambilan spesimen darah pada anak jalanan dilakukan oleh petugas laboratorium rumah sakit dengan hasil perhitungan didapatkan jumlah responden sebanyak 39 responden

Hasil : uji kenormalan data dengan menggunakan uji kolmogorv smirnov menyatakan data berdistribusi tidak normal (p<0,05). dari hasil uji tersebut didapatkan nilai p=0,464 (p>0,05).

Simpulan : Berdasarkan penelitian kadar timbal pada anak jalanan di Kota Samarinda didapatkan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan kadar timbal (Pb) dalam darah pada anak jalanan di Kota Samarinda, dengan nilai r = -0,121) dan p = 0,464 (p>0,05) dengan tingkat kekuatan hubungan yang sangat lemah

 

ABSTRACT

Title : Relationship between Length of Work and Lead Level in Street Children in Samarinda City

Background : Lead is something that does not exist in rocks, soil, plants and animals. 95% lead is anroganic and is common in the form of inorganic salts that are less soluble in water, the rest form organic lead (Pb) found in the form of a combined Tetraethyllead (TEL) and Tetramethyllead (TML). The growth in the number of motorized vehicles in Samarinda increases every year based on data from the central statistical agency in 2015, the number of motorized vehicles increased from the previous year to 683,420 vehicles released in May 2017. Air pollution from motor vehicle emissions will have an impact on street children where they live every day on the road. The purpose of this study was to determine the relationship between length of work and lead levels in street children in Samarinda city

 

Method : This study was an observational analytic study with a cross sectional design. The population and samples used are street children in Samarinda City, besides the techniques used by conducting interviews using questionnaires. The collection of blood specimens on street children was carried out by hospital laboratory officers with the results of the calculation found that the number of respondents was 39 respondents

Result : The normal test results using the Kolmogorv Smirnov test state that the data are abnormally distributed (p <0.05). from the results of the test obtained a value of p = 0.464 (p> 0.05).

Conclusion : There was no significant relationship between length of work with lead levels (Pb) in blood in street children in Samarinda City, with values r = -0.121) and p = 0.464 (p>0 , 05) with a very weak level of relationship strength

 

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
Length of Working; Lead Levels; Street Children

Article Metrics:

  1. Soemirat. Toksikologi Lingkungan. Gajah Mada University Press;2009. 36-37
  2. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimanan Timur, 2019; 461-462
  3. Perda Kota Samarinda No. 16 Tahun 2002 Tentang Penertiban dan Penanggulangan Pengemis, Anak Jalanan dan Gelandangan
  4. Gunawan. Pengaruh Lalu Lintas Pada Kandungan Timbal (Pb) dalam Tubuh Manusia. Jurnal Transportasi Jalan 2014 Juni: 1(1):47-55
  5. Khotijah, Sjarifah I, Mahendra PGO, Widyaningsih V, Setyawan H. The Effects of Lead (Pb) Exposure To Blood Pb Concentration and Hemoglobin Levels In Book Selles And Street Vendors of Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Kemas 2017: 13(2) :286-290.
  6. Profil Kota Samarinda, 2017
  7. Mifbakhuddin, Meikawati W, Mumpuni P. Hubungan Anatara Paparan Gas Buang Kendaraan (Pb) Dengan Kadar Hemoglobin dan Eritrosit Berdasarkan Lama Kerja Pada Petugas Operator Wanita SPBU di Wilayah Semarang Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Unimus. 2010: 6 (2):39-49.
  8. Mardani TR, Stiyono P, Listyawati S. Kadar Timbal (Pb) dalam Darah dan Hubungannya dengan Kadar Hb darah Akibat Emisi Kendaraan Bermotor pada Petugas DLLAJ di Kota Samarinda. Jurnal Bio SMART 2005: 7(1): 60- 65.
  9. Anggaraini H. Maharani ET. PaparanTimbal (Pb) Pada Rambut Sopir Angkutan Kota Rute Johar - Kedungmundu. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia 2012 April: 11(1): 47-50
  10. Osmel L, Jose MSP, Sergio EM, Eloisa ER, Francisco X, Castellanos J, Ada SC, Angelica MLQ, Fernando VA, Gonzalo GV, Edna MMH, Jaime DS. The Relationship Between Blood Lead Levels and Occupational Exposure in a Pregnant Population. BMC Public Health 2016: 16; 1231: 1-9.
  11. Abdullahi. Toxic Effect of Lead in Humans: an Overview. Global Advanced Research Journal of Environmental Science and Toxicology (GARJEST)2013 : 2(6) pp 157-162
  12. Bagaswoto HP, Sutaryo, Nugroho S. Korelasi Kadar Timbal Dalam Darah dengan Kadar Hemoglobin padaAnakUsia 1-6 Tahun. Sari Pediatri 2015 Desember: 17(4): 297-301
  13. Lestari VD. Setiani O. Dewanti NA. Perbedaan Kadar Timbal dalam Darah Berdasarkan Jenis Pekerjaan pada Pekerja Industri Pengecoran Logam di CV Bonjor Jaya Ceper Klaten. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2015 April: 3(3): 819-831
  14. Juliana C. Nurjazuli. Suhartono. Hubungan Kadar Timbal dalam Darah dengan Jumlah Eritrosit, MCV dan MCH pada Ibu Hamil di Daerah Pantai. Higiene 2017 Sept-Des: 3(3): 162-168.
  15. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Low Level Lead Exposure Harms Children: A Renewed Call for Primary Prevention. Atlanta: US Department of Helath and Human Service. Pub Health Service.2012: 2-5
  16. Landrigan PJ &Kellner CH. CDC Update Guidelines for Children’s Lead Exposure. Environ Health Perspect 2012;120.A26
  17. Minnesota Department of Health. Minnesotas’s Lead Poisoning Prevention Program. Blood Lead Testing Methods, report to the Legislature. St Paul, Minesota Department of Health 2008 Februari: 17-18
  18. Sakkir B. Khidri MA. Ahmad S. Kadar Timbal dalam Darah pada Anak anak di Kota Makassar. J. Kesehatan Masyarakat Madani 2008;1(2): 1-10.