Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap Praktik Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas

*Agnes Fitria Widiyanto  -  Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah, Indonesia
Hamdan Nur Zeha  -  Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah, Indonesia
Setiyowati Rahardjo  -  Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah, Indonesia
Suratman Suratman  -  Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah, Indonesia
Received: 10 Sep 2019; Published: 5 May 2020.
Open Access Copyright 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 137
Abstract

Latar belakang: Sampah merupakan masalah yang sulit ditangani. Setiap tahun timbulan sampah semakin meningkat, sehingga diperlukan pengelolaan sampah untuk mengurangi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktik masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas.

Metode: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan crossectional, jumlah sampel 102 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara.Kemudian, data dianalisis secara univariate, bivariate dan multivariate.

Hasil: Sebagian besar responden memiliki praktik buruk sebanyak 59 responden (57,8%). Berdasarkan analisis multivariat, 2 variabel terkait adalah sikap (p = 0,001; Exp (B) = 5,378), infrastruktur (p = 0,001; Exp (B) = 6,402), dan keterpaparan media informasi (p = 0,003; Exp (B) = 4,215).

Simpulan: Ada tiga variabel yang berpengaruh terhadap pengelolaan sampah yaitu sikap, sarana dan prasarana serta keterpaparan media informasi. Sarannya adalah memaksimalkan pengelolaan sampah di Desa Ketenger dengan prinsip 3 R (Reduce, Reuse and Recycle), baik oleh masyarakat atau oleh pemerintah desa setempat.

 

ABSTRACT

Title: Factors that Influence Waste Management

Background: Solid waste is a problem which is not easy to be resolved. Amount of solid waste increases every year. Therefore, waste management is needed to solve the problem. The aim of this study was to identify factors influencing a community’s practice in managing waste at Ketenger Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency.

Methods: This was an analytic observational study using a cross sectional approach. As many as 102 respondents were selected using a technique of Multistages Random Sampling. Data were collected by conducting interview using a questionnaire. Furthermore, data were analysed using methods of univariate, bivariate, and multivariate analyses.

Result: more than half of the respondents (59 persons or 57.8%)had a poor practice. Based on the multivariate analysis, threeinfluenced variables were attitudes (p = 0.001; Exp (B) = 5.378), infrastructure (p = 0.001; Exp (B) = 6.402), and information media exposure (p = 0.003; Exp (B) = 4.215).

Conclusion: the variables influencing a community’s practice in managing waste were attitude and infrastructure. As a suggestion, to improve waste management in Ketenger Village, the principles of 3R (Reduce, Reuse and Recycle) need to be applied either by the community or by the village government.

 

ABSTRACT

Title: Factors that Influence Waste Management

Background: Solid waste is a problem which is not easy to be resolved. Amount of solid waste increases every year. Therefore, waste management is needed to solve the problem. The aim of this study was to identify factors influencing a community’s practice in managing waste at Ketenger Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency.

Methods: This was an analytic observational study using a cross sectional approach. As many as 102 respondents were selected using a technique of Multistages Random Sampling. Data were collected by conducting interview using a questionnaire. Furthermore, data were analysed using methods of univariate, bivariate, and multivariate analyses.

Result: more than half of the respondents (59 persons or 57.8%)had a poor practice. Based on the multivariate analysis, threeinfluenced variables were attitudes (p = 0.001; Exp (B) = 5.378), infrastructure (p = 0.001; Exp (B) = 6.402), and information media exposure (p = 0.003; Exp (B) = 4.215).

Conclusion: the variables influencing a community’s practice in managing waste were attitude and infrastructure. As a suggestion, to improve waste management in Ketenger Village, the principles of 3R (Reduce, Reuse and Recycle) need to be applied either by the community or by the village government.

Keywords: Waste management; practice; community.

Article Metrics:

  1. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, 2015. Rangkaian HLH 2015-Dialog Penanganan Sampah Plastik. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3.
  2. Profil Sanitasi Kabupaten Banyumas 2011.
  3. Dewi, Made Anak, Ngurah, 2016. Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial Dan Demografi Terhadap Kontribusi Perempuan Pada Pendapatan Keluarga
  4. Di Sektor Informal Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Piramida. Volume xii No. 1 Juli 2016.
  5. Putra, Anggun, Any, 2013. Studi Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Keluarga terhadap Sikap dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (studi kasus di Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta). Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. Volume 5, Nomor 2, Juni 2013 Hal. 91-101.
  6. Erfinna, dkk. 2012. Hubungan Karakteristik Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Lingkungan III dan IV Kelurahan Bagan deli Kecamatan Medan Belawan Tahun 2012.Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.
  7. Zahra Dan Tri, 2011. Kajian Komposisi, Karakteristik, Dan Potensi Daur
  8. Ulang Sampah Di Tpa Cipayung, Depok. Jurnal Teknik Lingkungan Volume 17 Nomor 1, April 2011 (Hal 59-69).
  9. Valderi Duarte Leite1*, José Tavares De Sousa2, Wilton Silva Lopes3,
  10. Elaine Gurjão De Oliveira4, Andrezza Raphaella C. Campos5 And Alinne Gurjão De Oliveira6., 2016. Conjugate Treatment Of Leachate From Landfill And Sewage In Domestic Stabilization Ponds. Journal of Urban and Environmental Engineering, v.10, n.2, p.155-16.
  11. Pangestu, Eti dan Hefni, 2017. Estimasi Beban Pencemaran Point Source dan Limbah Domestik di Sungai Kalibaru Timur Provinsi DKI Jakarta Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7 No 3 (Desember 2017): 219-226.
  12. Yildis, Lidia, Juhani, Elena, David dan Giuliana, 2017. Fish Welfare in Aquaponic System: Its Relation to Water Quality with an Emphasis on Feed and Faeces-A Review. Water 2017, 9, 13.
  13. Nugroho, D. 2017. Komunitas Muda Urban Mengelola Sampah: Kajian Partisipatoris Gerakan Peduli Sampah Nasional di Kota Yogyakarta. Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 4 No 1 Januari 2017.
  14. Mustafa dan Ku Azir, 2017. Smart Bin : Internet-of-Things Gerbage Monitoring System. ICEES 2017. MATEC Web of Conferences 140, 01030 (2017).
  15. Santoso dan Rengganis, 2016. Green Packaging, Green Product, Green Advertising, Persepsi dan Minat Beli konsumen. Jur. Ilmu.Kel&Kons Mei 2016 Vol 9 No. 2.
  16. Undang-Undang Nomer 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
  17. Haryani Dan Tri, 2016. Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dalam Memotivasi Berwirausaha Ibu Rumah Tangga (Studi Pada Kelompok Swadaya Masyarakat (Ksm) Karya Nyata Kelurahan Bancar Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga). Journal Of Nonformal Education 2016;2(2).
  18. Nursini. 2016. Peran Perempuan dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga. Matra SDGs dalam Penghapusan Kekerasan, Trafficking dan Pemberdayaan Ekonomi. Jakarta&Palembang: ASWGI, UNSRI, KPPA. ASWGI, Palembang.
  19. Beni, Arjana Dan Ruslan. 2014. Pengaruh Faktor-Faktor Sosial-Ekonomi Terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah Domestik Di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, Vol 12 (2): 105-117, 2014 ISSN : 1829-8907.
  20. Mulasari, Adi dan Noeng. 2014. Permasalahan sampah sudah menjadi perhatian bagi pemerintah daerah DIY. Kebijakan telah didukung dengan program layanan, proyek, regulasi, dan insentif khusus untuk pengelolaan sampah. Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8, No. 8, Mei 2014.
  21. Masyhuda, Retno Dan Rully, 2017. Survei Kepadatan Lalat Di Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Jatibarang Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal)
  22. Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
  23. Http://Ejournal3.Undip.Ac.Id/Index.Php/Jkm.
  24. Sari. 2016. Analisis Pengelolaan Sampah Padat di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas .April 2016 - September 2016 Vol. 10, No. 2, Hal. 157-165.
  25. Nurdin dan Silmi, 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga menjadi Kompos di Jorong IX Pancahan Kecamatan Rao Kebupaten Pasaman Tahun 2013. Jurnal Ipteks Terapan Vol 7 No 4.
  26. Sumantri dan Ellina, 2015. Potensi Daur Ulang dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS Vol 4 No 1 2015.
  27. Putra, Anggun, Any, 2013. Studi Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Keluarga terhadap Sikap dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (studi kasus di Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta). Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. Volume 5, Nomor 2, Juni 2013 Hal. 91-101.
  28. Susanto dan Rayno, 2011. Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Perumahan Studi Kasus : Kampung Banjar Sari Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Jurnal Planesa Volume 2, Nomor 1 Mei 2011.
  29. Posumah. F. dkk,. 2013. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Kelurahan Tosuraya Barat, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Bidang Minat Kesehatan Lingkungan USR.
  30. Notoadmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
  31. Ayu ,D. 2017. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Padat Di Denpasar Timur. Jurnal Skala Husada Vol. 13 Nomer 1 April 2016: 59-71.
  32. Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
  33. Nurhadyana, I. 2012. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Membuang Sampah Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Di Kecamatan Bantar Gebang, Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.