Kontaminasi Telur Dan Larva Cacing Usus Pada Tanah Di Desa Juku Eja Kabupaten Tanah Bumbu

*Juhairiyah Juhairiyah  -  Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia
Liestiana Indriyati  -  Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia
Budi Hairani  -  Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia
Deni Fakhrizal  -  Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia
Received: 13 Mar 2020; Revised: 15 Jul 2020; Accepted: 25 Jul 2020; Published: 1 Oct 2020; Available online: 8 Sep 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.19.2.127-132 View
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (896KB)    Indexing metadata
Open Access Copyright 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Soil Transmitted Helminth merupakan penyakit infeksi oleh nematode usus masih menjadi neglected diseases yang dapat menyebabkan kekurangan gizi, anemia, hambatan pertumbuhan dan perkembangan kognitif khususnya pada anak-anak. Penularan STH terjadi melalui kontak dengan telur parasit atau larva yang berkembang di tanah yang hangat dan lembab sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan telur dan larva cacing usus yang ada di dalam tanah di Desa Juku Eja yang merupakan penyebab  dari tingginya prevalensi kecacingan di SDN Juku Eja.

Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel tanah dilakukan di 5 titik di SDN Juku Eja dan 17 titik di sekitar area pemukiman warga Desa Juku Eja. Pemeriksaan sampel tanah menggunakan metode pengapungan dan preparat kemudian diperiksa di bawah mikroskop.  

Hasil: Ditemukan 2 sampel positif larva cacing tambang (hookworm) di SDN Juku Eja dan satu titik positif telur cacing Trichuris trichiura di area pemukiman. Kondisi tanah pada kedua lokasi yaitu berpasir dipinggir pantai. Kontaminasi tanah oleh telur dan larva cacing STH disebabkan oleh kebiasaan BAB di tepi pantai oleh masyarakat, ketidaktersediaan jamban keluarga dan kebiasaan tidak menggunakan alas kaki di tanah.

Simpulan: Kontaminasi tanah oleh telur dan larva cacing dapat menjadi sumber risiko penularan infeksi STH jika terjadi kontak manusia dengan tanah tanpa perlindungan diri dan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

 

ABSTRACT

Title: Contamination Of Worm Egg And Larvae In Soil At Juku Eja Village Tanah Bumbu Regency

Background: Soil Transmitted Helminth (STH) is an infectious disease by intestinal nematode. This neglected disease  can cause nutritional deficiencies, anemia, growth barriers and cognitive development, especially in children. STH transmission occurs through contact with parasitic eggs or larvae that develop in warm and moist soils, so this study aims was determine the presence of intestinal helminth eggs and larvae in the soil of Juku Eja Village, which is the cause of the high prevalence of helminthiasis in SDN Juku Eja.

Method: Research using cross sectional design. Soil sampling was carried out at 5 points at SDN Juku Eja and 17 points around the residential area of Juku Eja Village. Soil samples examination was using the flotation method and then the preparations are examined under a microscope.

Result: Result was found 2 positive samples of hookworm larvae (hookworm) at SDN Juku Eja and 1 spot  positive  of Trichuris trichiura egg in the residential area. Soil conditions at both locations are sandy beach. Soil contamination by eggs and STH worm larvae is caused by the habit of defecating on the beach by the community, the unavailability of family latrines and the habit of not using footwear on the ground

Conclusion: Contamination of soil by eggs and worm larvae can be a source of risk of transmission of STH infections if there is human contact with the soil without self-protection and clean and healthy living habits.

 

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Telur cacing; tanah; Soil transmitted helminth

Article Metrics:

  1. Novianty S, Pasaribu HS, Pasaribu AP. Faktor Risiko Kejadian Kecacingan pada Anak Usia Pra Sekolah. J Indon Med Assoc. 2018;2(2):86–92
  2. Menzies SK, Rodriguez A, Chico M, Sandoval C, Broncano N, Guadalupe I, et al. Risk Factors for Soil-Transmitted Helminth Infections during the First 3 Years of Life in the Tropics; Findings from a Birth Cohort. PLoS Negl Trop Dis. Februari 2014;8(2):1–12. doi: 10.1371/journal.pntd.0002718
  3. Storey HL, Agarwal N, Cantera J, Golden A, Gallo K, Herrick T, et al. Formative research to inform development of a new diagnostic for soil-transmitted helminths: Going beyond the laboratory to ensure access to a needed product. PLoS Negl Trop Dis. 2019;13(5):1–18. doi: 10.1371/journal.pntd.0007372
  4. Seroan AY, Pijoh VD, Tuda JSB. Kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada anak sekolah dasar di Desa Picuan Baru Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. J Kedokt Komunitas Dan Trop. 2019;6(2):318–22
  5. Hairani B, Waris L, Juhairiyah. Prevalensi Soil Transmitted Helminth (Sth) pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. J Buski. 2014;5(1):43–8
  6. Hairani B, Hidayat S, Juhairiyah, Indriyati L. Helminth Infection in Primary School Children and Characteristics of Settlement in The Coastal Village of Kusan Hilir Subdistrict Tanah Bumbu District , South Kalimantan Province , Indonesia. Int J Eng Technol Sci. 2018;5(3):66–72
  7. Vlaminck J, Cools P, Albonico M, Ame S, Ayana M, Cringoli G, et al. Therapeutic efficacy of albendazole against soil-transmitted helminthiasis in children measured by five diagnostic methods. Cantacessi C, editor. PLoS Negl Trop Dis [Internet]. 1 Agustus 2019;13(8):e0007471. Tersedia pada: https://dx.plos.org/10.1371/journal.pntd.0007471
  8. Indriyati L, Annida, Fakhrizal D. Tingginya angka kecacingan pasca pengobatan massal filariasis ( DEC dan Albendazole ) di SDN Juku Eja Pagatan. J Heal Epidemiol Commun Dis. 2017;3(1):15–21. doi: 10.22435/jhecds.v3i1.1810
  9. Ramadhani M, Nazarudin M, Arsyad M. Gambaran Kejadian Iinfeksi Kecacingan Ascaris lumbricoides pada Siswa di SDN Juku Eja Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2018. J ERGASTERIO. 06(01):49–53
  10. Pebriyanti IR, Nirmala F, Saktiansyah LOA. Identifikasi kepadatan lalat dan sanitasi lingkungansebagai vektor penyakit kecacingan di pemukiman sekitar rumah pemotongan hewan (Rph) Kota Kendari Tahun 2017. J Ilm Mhs Kesehat Masy. 2017;2(6):1–10. doi: /10.37887/jimkesmas.v2i6.3029
  11. Steinbaum L, Kwong LH, Ercumen A, Negash MS, Lovely J, Njenga SM, et al. Detecting and enumerating soil-transmitted helminth eggs in soil : New method development and results from field testing in Kenya and Bangladesh. Neglected Trop Dis. 2017;April(5):1–15. doi: 10.1371/journal.pntd.0005522
  12. Sandy S, Sumarni S, Soeyoko. Analisis model faktor risiko yang mempengaruhi infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada siswa sekolah dasar di Distrik Arso Kabupaten Keerom, Papua. Media Litbangkes. 2015;25(1):1–14. doi : 10.22435/mpk.v25i1.4091.1-14
  13. Loukas A, Hotez PJ, Diemert D, Yazdanbakhsh M, McCarthy JS, Correa-Oliveira R, et al. Hookworm infection. Nat Rev Dis Prim [Internet]. 8 Desember 2016;2(1):16088. Tersedia pada: http://www.nature.com/articles/nrdp201688
  14. Hairani B. Keberadaan Telur dan Larva Cacing Tambang pada Tanah di Lingkungan Desa Sepunggur dan Desa Gunung Tinggi Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Tahun 2014. J Vektor Penyakit. 2015;9(1):15–20
  15. Duijster D, Monse B, Dimaisip-nabuab J, Djuharnoko P, Heinrich-weltzien R, Hobdell M, et al. Fit for school-a school-based water, sanitation and hygiene programme to improve child health : Results from a longitudinal study in Cambodia , Indonesia and Lao PDR. BMC Public Health. 2017;17(302):1–15. doi: 10.1186/s12889-017-4203-1
  16. Indriyati L, Sembiring WSRG. Pengaruh infeksi hookworm terhadap kadar hemoglobin penambang intan. J Heal Epidemiol Commun Dis. 2018;4(1):1–6. doi: 10.22435/jhecds.v4i1.313
  17. Paisal, Hairani B, Haryanti E, Indriyanti L. Dampak tingginya prevalensi Trichuris trichura terhadap kebijakan pengobatan massal kecacingan di tiga SD di Kabupaten Tanah Bumbu. J Kebijak Pembang. 2017;12(1):77–83
  18. Juhairiyah, Annida. Kebijakan pengendalian kecacingan dan pengetahuan masyarakat terhadap kecacingan di Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Bul Penelit Sist Kesehat. 2014;17(2):185–92
  19. Hairani B, Juhairiyah. Infeksi cacing usus pada anak sekolah SDN I Manurung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Tahun 2014. SPIRAKEL. 2015;7(1):38–44
  20. Marlina L, Widjaja J. Hubungan pendidikan formal, pengetahuan ibu dan sosial ekonomi terhadap infeksi soil transmitted helminths pada anak sekolah dasar di Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Bengkulu. J Ekol Kesehat. 2012;11(1):33–9
  21. Tangel F, Tuda JSB, Pijoh VD. Infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar di pesisir pantai Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. J e-Biomedik. 2016;4(1):70–5. doi: 10.35790/ebm.4.1.2016.10838
  22. Chadijah S, Sumolang PPF, Veridiana NN. Hubungan Pengetahuan, Perilaku, dan Sanitasi Lingkungan Dengan Angka Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Palu. Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2013;24(1):50–6
  23. Sari OP, Rosanti TI, Susiawan LD. Hubungan Perilaku Kebersihan Perorangan dengan Kecacingan pada Siswa SD Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Mandala Heal A Sci J. 2019;12(1):120–9. doi: 10.20884/1.mandala%20health.2019.12.1.1454
  24. Kartini S. Kejadian Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru. J Kesehat Komunitas. 2016;3(2):53–8. doi: 0.25311/keskom.Vol3.Iss2.102
  25. Ziegelbauer K, Speich B, M??usezahl D, Bos R, Keiser J, Utzinger J. Effect of sanitation on soil-transmitted helminth infection: Systematic review and meta-analysis. PLoS Med. 2012;9(1). doi: 10.1371/journal.pmed.1001162

Last update: 2021-03-02 19:54:35

No citation recorded.

Last update: 2021-03-02 19:54:35

No citation recorded.