skip to main content

Efektifitas Tanaman Hias, Jamur, dan Carbon Aktif Dalam Menurunkan Konsentrasi Carbon Monoksida di Udara

Faculty of Public Health University of Muhammadiyah Semarang, Semarang, Indonesia

Open Access Copyright 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Polusi udara dalam ruangan menjadi masalah kesehatan yang lebih berat dibanding di luar ruangan. Salah satu sumber pencemar udara dalam ruangan adalah rokok. Rokok mengandung setidaknya 200 elemen berbahaya bagi kesehatan, tiga di antaranya yang paling berbahaya, yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida. Kadar CO dari asap rokok pada penelitian sebelumnya berkisar 109-113 ppm. Kadar ini masih di atas nilai ambang batas yang diperbolehkan yaitu 25 ppm. Untuk itu perlu upaya untuk mengurangi CO di udara. Penelitian sebelumnya menyimpulkan adsorben dan absorben terbaik dalam menurunkan CO adalah kaktus, jamur Penicillium sp, dan karbon aktif kulit durian. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kemampuan adsorbsi dan absorbsi CO berdasarkan jumlah kaktus, jamur Penicillium sp, dan karbon aktif kulit durian.

Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan static  group comparison. Obyek penelitian adalah  CO udara dalam ruangan, variabel penelitian adalah jumlah adsorben/absorben, jenis adsorben/absorben, dan konsentrasi CO di udara. Pengukuran CO dengan CO meter digital. Analisis data dengan uji anova 1 arah dan uji kruskal wallis dengan tingkat kemaknaan 95%.

Hasil: rata-rata CO dengan kaktus 1 batang 63 ppm, 2 batang 56 ppm, 3 batang 46,6 ppm, 4 batang 28 ppm, dan kontrol 106,6 ppm. Rata-rata CO dengan Penicillium sp 150 gram 47,3 ppm, 300 gram 34,7 ppm,  dan kontrol 76,6 ppm. Konsentrasi CO dengan karbon aktif kulit durian 1 kg 41,56 ppm, 2 kg 30,89 ppm, dan kontrol 101,4 ppm. Rata-rata CO dengan gabungan semua adsorben adalah 22,9 ppm. Uji perbedaan konsentrasi CO pada berbagai jumlah kaktus nilai p= 0,001, jamur penicilium sp nilai p=0,001, dan uji kruskall wallis  untuk karbon aktif kulit durian adalah 0,001.

Simpulan: Ada perbedaan kemampuan adsorbsi dan absorbsi CO berdasarkan jumlah adsorben dan absorben. Jumlah kaktus terbaik adalah 4 batang, jamur Penicillium 300 gram, dan karbon aktif 2 kg. Konsentrasi CO dengan penggabungan semua adsorben dan absorben telah berada di bawah nilai ambang batas yang diperbolehkan yaitu 25 ppm.


ABSTRACT

Title: The Effectiveness of Ornamental Plants, Fungi, and Activated Carbon in Reducing Carbon Monoxide Concentrations in the Air
Background: Cigarettes contain about 4000 elements and 200 of them are harmful to health. Exposure to cigarette smoke which is quite potential is CO. CO is a toxic gas and is one of the greenhouse gases that damage the earth's ozone layer. Exposure to cigarettes in the room is still widely found. Need to attempt to reduce CO in the air. Previous research concluded that the best type of adsorbent in lowering CO is cactus, Penicilliumsp, and durian skin activated carbon. The aim of this study isto know the difference in CO adsorption ability based on the number of adsorbents.
Method: This research type is quasi-experimental with static group comparison design, the object is CO in the room, the variable is the amount of adsorbent, the type of adsorbent, the concentration of CO in the air. Data analysis used 1-way ANOVA test and Kruskalwallis test.
Results: on average CO with cactus 1 stem 63 ppm, 2 stems 56 ppm, 3 stems is 46.6 ppm, 4 stems is 28 ppm, and control is 106.6 ppm. The average CO with Penicilliumsp 150 grams is 47.3 ppm, 300 grams is 34.7 ppm, and control is 76.6 ppm. The average CO with 1 kg durian skin activated carbon is 41.56 ppm, 2 kg is 30.89 ppm, and control is 101.4 ppm. The average CO with a combination of all adsorbents is 22.9 ppm. Test the difference in CO concentration in various cactus, pvalues = 0.001, Peniciliumsp p value = 0.001, and the Kruskal wallis test for activated carbon was 0.001.
Conclusion: There are differences in CO adsorption and absorption based on the number of cactus, Peniciliium sp, and durian skin activated carbon. The best amount of cactus is 4 stems, 300 grams of Penicillium sp, and 2 kg of activated carbon. CO concentration with all of adsorbent and absorbents has been below the permissible threshold value of 25 ppm.

 

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  CTA
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (93KB)    Indexing metadata
 Turnitin
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (1MB)    Indexing metadata
Keywords: CO; kaktus; Penicillium sp; karbon aktif

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
Statistics:
  1. Darmanijati RMS, Ediyono S. Pengaruh Paparan Asap Rokok terhadap Kualitas Udara dalam Ruang. Saintis 2017, 9 (1): 99-106
  2. Nururrahmah. Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan dan Pembentukan Karakter Manusia. Prosiding Seminar Nasional 2015, 1(1):78
  3. Tirtosastro S, Murdiyati AS. Kandungan Kimia Tembakau dan Rokok. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri (2010), 2(1): 33–44
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kandungan dalam sebatang rokok - Bagian 2. Ditjen PPP. Jakarta; 2018. http://p2ptm.kemkes.go.id/infografhic/kandungan-dalam-sebatang-rokok-bagian-2
  5. Dantje T. Sembel. Toksikologi Lingkungan, Dampak Pencemaran dari Berbagai Bahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-Hari. Yogyakarta, Andi; 2015
  6. Dadang Rusbiantoro. Global Warming for Beginner: Pengantar Komprehensif tentang Pemanasan Global. Yogyakarta, O2; 2008
  7. H. J. Mukono. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Saluran Pernapasan, Edisi 3. Surabaya, Airlangga University Press; 2008
  8. Nurjannah, Kresnowati L, Mufid A. Gangguan Fungsi Paru Dan Kadar Cotinine Pada Urin Karyawan Yang Terpapar Asap Rokok Orang Lain. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2014, 10 (1): 43–52
  9. Adita BR, Ratni N. Tingkat Kemampuan Penyerapan Tanaman Hias Dalam Menurunkan Polutan Karbon Monoksida. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan 2013, 4 (1): 54–60
  10. Fathia LAN, Baskara, M, Sitawati. Analisis Kemampuan Tanaman Semak Di Median Jalan Dalam Menyerap Logam Berat Pb. Jurnal Produksi Tanaman. 2015. 3(7): 528-534
  11. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Tanaman Potensial Penyerap Polutan. 2012. www. stpp-bogor.ac.id
  12. Miftakhudin AI, Nurullita U, Mifbakhuddin. Perbedaan Efektifitas Tanaman Sansevieria Dan Aloevera Terhadap Penurunan Kadar CO udara dalam Ruangan. 2012, vol. 05. digilib.unimus.ac.id
  13. Alina S, Nurullita, U, Mifbakhuddin. Pengaruh Umur dan Kerapatan Sansieviera Terhadap Kadar CO Udara Dalam Ruangan. Jurnal.unimus.ac.id 2012
  14. Redha F, Junaidy R, Hasmita I. Penyerapan Emisi CO dan NOx Pada Gas Buang Kendaraan Menggunakan Karbon Aktif Dari Kulit Cangkang Biji Kopi. Jurnal Biopropal Industri 2018, 9(1):37–47
  15. Maryanto D, Mulasari SA, Suryani D. Penurunan Kadar Emisi Gas Buang Karbon Monoksida ( CO ) Dengan Penambahan Arang Aktif Pada Kendaraan Bermotor Di Yogyakarta. Jurnal Kes Mas 2009, 3(3): 162–232
  16. S. Elisabeth, Pratidhina and Halimatus, “Arang Aktif Berbahan Dasar Limbah Kulit Kakao Penyerap CO,” 2015. http://pendidikan-kimia.fmipa.uny.ac.id/berita/limbah-kulit-kakao-untuk-penyerapan-polutan-gas-beracun.html
  17. Wardani S, Elvitriana, Viena V. Potensi Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok ( Musa Acuminate L ) Dalam Menyerap Gas CO Dan SO2 Pada Emisi Kendaraan Bermotor. Jurnal Serambi Engineering 2018, 3(1): 262–270
  18. Nurullita U, Mifbakhuddin. Adsorption Of Carbon Monoxide (CO) In A Room By Coconut Shell And Durian Skin Activated Carbons. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2016, 4(1): 43–47
  19. Yahya EA et al. Pregnane Glycosides from Carraluma russeliana. Journal of Natural Production 2000, 6(3):1-3
  20. Kunert O, et al. Pregnane Glycosides from Carraluma adscendens var. Fimbriata. Journal Chemistry and Biodiversity 2008, 5: 239–250
  21. Heat B, Pengaruh Konsentrasi Gas CO di Udara. https://www.coursehero.com/file/p5g3rpr/Pengaruh-konsentrasi-gas-CO-di-udara-sampai-dengan-dengan-100-ppm-terhadap/
  22. Muhtadi, et al. Pengujian Daya Antioksidan Dari Beberapa Ekstrak Kulit Buah Asli Indonesia Dengan Metode FTC. Simposium Nasional RAPI XIII FT UMS 2014, K-50- K-58. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/5534/8.Muhtadi
  23. Agusta D, Uji Adsorpsi Gas CO pada Asap Kebakaran dengan Menggunakan Karbon Aktif dari Arang Tempurung Kelapa yang Terimpregnasi TiO2. Universitas Indonesia, 2012, http://lib.ui.ac.id
  24. Ceremisinoff PN, Ellerbusch F. Carbon Adsorption Handbook. Michigan, Collingwood.Ann Arbor Science Publishers; 1983
  25. Yusuf IH, Wahab AW, Maming. Adsorpsi Emisi Gas CO, NO dan NOX Menggunakan Arang Aktif dari Limbah Ampas Tebu (Saccharum officinarum) pada Kendaraan Bermotor Roda Empat. Jurnal Universitas Hasanuddin, 2015, X, http://repository.unhas.ac.id
  26. Dirga A, Wahab AW, Maming. Analisis Kadar Emisi Gas Karbon Monoksida ( CO ) Dari Kendaraan Bermotor Yang Melalui Penyerap Karbon Aktif Dari Kulit Buah Durian (Durio zibethinus). 2011, 1–7, https://core.ac.uk/download/pdf/77619542.pdf

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.