Pengaruh Pemakaian Kelambu, Kawat Kasa dan Kondisi Geodemografis Terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Batu Bara

*Rahayu Lubis orcid scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Budi Junarman Sinaga  -  Program Master Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Erna Mutiara scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Received: 10 Dec 2020; Revised: 5 Jan 2021; Accepted: 25 Jan 2021; Published: 1 Apr 2021; Available online: 2 Feb 2021.
DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.20.1.53-58 View
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (353KB)    Indexing metadata
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (1MB)    Indexing metadata
Open Access Copyright 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah global. Malaria sering menimbulkan kejadian luar biasa dan berakibat pada penurunan kualitas hidup, ekonomi serta mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan penggunaan kelambu dan kawat kasa dengan kejadian malaria serta analisis spasial di Kabupaten Batu Bara

Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan disain matched case control terhadap umur dan jenis kelamin dan analisis spasial. Lokasi penelitian di Kabupaten Batu Bara pada tahun 2018. Sampel berjumlah 136 orang (68 kasus dan 68 kontrol). Sampel kasus adalah penduduk berumur diatas 15 tahun dan positif malaria. Sampel kontrol adalah tetangga kasus dengan gejala demam tetapi hasil pemeriksaan darah negatif malaria.Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data termasuk data individu dan aggregat. Analisis data menggunakan Epi Info 3.5.4, aggregate analysis menggunakan SatScan v9.8 and Geoda 1.12.0.

Hasil: Ada hubungan bermakna antara pemakaian kelambu (OR 2,8) dan kawat kasa (OR 2,5) dengan kejadian malaria. Berdasarkan analisis purely spasial dengan menggunakan software satscan terdapat dua cluster. Cluster 1 terdiri dari 5 kasus dengan nilai RR = 4,41 dan cluster 2 terdiri dari 8 kasus dengan nilai RR = 0,51

Simpulan: Ada hubungan pemakaian kelambu dan penggunaan kawat kasa dengan kejadian malaria di Kabupaten Batu Bara.

 

ABSTRACT

Title: The Effect of The Use of Mosquito Nets, Wire Netsand Geodemographic Conditions on The Incidence of Malaria in Batu Bara District.

Background: Malaria is an infectious disease that is a global problem. Malaria often results in Extraordinary Events and results in a decrease in quality of life, economy, and death. This study aims to study the association between the use of mosquito nets and wire nets with the incidence of malaria and  a spatial analysis in Batu Bara District.

Method: This research is an analytic observational with matched case-control design according to age and sex and spatial analysis. This research was conducted in Batu Bara District in 2018. Samples were 136 people (68 cases and 68 controls). Case samples were residents aged  more than 15 years who were positive for malaria. Control samples were residents who lived close to the case home with symptoms of fever but the results of the blood test showed negative malaria. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected through observation and interview using a questionnaire, Determination of coordinates using GPS MAP 64S Garmin GPS. The analysis includes individual and aggregate analysis, data analysis using Epi Info 3.5.4, aggregate analysis using SatScan v9.8 and Geoda 1.12.0.

Result: There was a significant association between the use of mosquito nets (OR 2.8) and wire nets (OR 2.5) with the incidence of malaria. Based on purely spatial analysis using satscan software, two clusters are formed. Cluster 1 consists of 5 cases with RR = 4.41 and cluster 2 consists of 8 cases with RR = 0.51.

Conclusion: There was significant association between the use of mosquito nets and wire nets with the incidence of malaria in Batu Bara District.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Penggunaan kelambu; kawat kasa; malaria; spasial

Article Metrics:

  1. WHO. Roll Back Malaria Partnership: Defeating malaria in Asia, the Pacific, Americas, Middle East and Europe. World Health Organization on behalf of the Roll Back Malaria Partnership Secretariat, Geneva; 2015
  2. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta; 2016
  3. Zohra AF, Anwar S, Fitri A, Nasution MH. Klasifikasi Wilayah Provinsi Aceh Berdasarkan Tingkat Kerentanan Kasus Malaria Tahun 2015–2018. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2019, 18(1): 25-33
  4. Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara. Laporan Kasus Malaria Tahun 2010-2017. Lima Puluh; 2017
  5. Rahmadiliyani, Nina N. Hubungan Penggunaan Kelambu Berinsektisida dan Kejadian Malaria di Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2013. Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Bersumber Binatang 2013, 4(3): 128-132
  6. Sir O., Arsunan A., Ilham S., Mieska D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2014. Jurnal Ekologi Kesehatan 2015, 14(4): 334-341
  7. Arsin AA, Nasir M, Nawi R. Hubungan penggunaan kelambu berinsektisida dengan kejadian malaria di Kabupaten Halmahera Timur. Jurnal Masyarakat Epidemiologi Indonesia 2013, 1(3): 169-175
  8. Susanti F, Wantini S. Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Analis Kesehatan 2017, 3(1): 327-338
  9. Hasyim H, Camelia A, Fajar NA. Determinan kejadian malaria di wilayah endemis. Kesmas: National Public Health Journal 2014, 8 (7): 291-294
  10. Ainunnahqi R. Identifikasi Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kasus Malaria di Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Tahun 2012
  11. Ristadeli T, Suhartono S, Suwondo A. Beberapa Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Nanga Ella Hilir Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2013, 12(1): 82-87
  12. Zulaikhah ST, Etika DR, Mashoedi ID. Faktor Perilaku yang Berpengaruh terhadap Kejadian Malaria di Daerah Endemis Malaria The Behavioral Factor Associated with The Incidence of Malaria in Endemic Area. Sains Medika 2011, 3(2): 168-176
  13. Mustafa M, Saleh FM, Djawa R. Penggunaan Kelambu Berinsektisida dan Kawat Kasa Dengan Kejadian Malaria di Kelurahan Sangaji. MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion 2018, 1(3):93-98
  14. Irawati I, Ishak H, Arsin A. Karakteristik Lingkungan Penderita Malaria di Kabupaten Bulukumba. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat 2019, 2(3): 73-77
  15. Nurjazuli N, Dangiran HL, Bari'ah AA. Analisis Spasial Kejadian Filariasi di Kabupaten Demak Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2018, 17(1): 46-51
  16. Sulistyawati. Statistik Spasial Kepadatan Penduduk terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Purworejo dengan Menggunakan GIS. Jurnal Kesmas 2012, 6(2): 162-165
  17. Ichsan I. Gambaran faktor lingkungan fisik wilayah kerawanan malaria di kabupaten buol. Journal of Information Systems for Public Health 2017, 2(2): 48-54
  18. Asnifatima A. Pola Kecenderungan Spasial Kejadian Malaria (Studi Kasus di Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2011-2013). Jurnal Kesehatan Masyarakat 2017, 5(1): 1-12
  19. Sukamto. Studi Karakteristik Wilayah dengan Kejadian DBD di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Tesis Universitas Diponegoro Semarang; 2007
  20. Ningsih W. Analisis Spasial Malaria Positip dengan Iklim, Kepadatan Penduduk dan Ketinggian Tempat di Kab. Muaro Jambi Tahun 2006 – Juni 2010. Skripsi Program Sarjana. Universitas Indonesia Depok; 2010
  21. Rangkuti AF, Sulistyani S. Faktor Lingkungan dan Perilaku yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara. Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara 2017, 13(1): 1-10
  22. Harijanto. Malaria: Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Penanganan. Jakarta EGC; 2000
  23. Depkes RI. Pemberantasan Vektor. Direktorat Jenderal PPM-PL. Jakarta; 2003
  24. Nababan R. Umniyati, Sitti R. Faktor lingkungan dan Malaria yang Memengaruhi Kasus Malaria di Daerah Endemis Tertinggi di Jawa Tengah: Analisis Sistem Informasi Geografis. Berita Kedokteran Masyarakat 2018, 34(1): 11-18
  25. Gowland RL, Western AG. Morbidity in the marshes: Using spatial epidemiology to investigate skeletal evidence for malaria in Anglo Saxon England (AD 410–1050). American Journal of Physical Anthropology 2012, 147(2): 301-311

Last update: 2021-05-15 09:03:15

No citation recorded.

Last update: 2021-05-15 09:03:15

No citation recorded.