skip to main content

Analisis Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah

Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jawa Timur 68121, Indonesia

Open Access Copyright 2022 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi, sanitasi, dan lingkungan menjadi pemicu masalah stunting di Indonesia. Kejadian stunting yang terdapat di Indonesia sebesar 30,8% dan Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah menjadi yang mempunyai prelevansi stunting yang cukup tinggi. Kecamatan Cepu di Kabupaten Blora mencatat warganya 52,61% memiliki jamban yang tidak aman dan 24,67% masih buang air besar sembarangan serta pengelolaan sampah juga masih tidak teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan dan menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan terjadinya stunting di wilayah kerja Puskesmas Kapuan, Cepu.

Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain studi case-control. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner melalui wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder adalah dokumentasi dan laporan dari dinas terkait. Uji yang digunakan adalah cross tabulation, chi-square, dan regresi logistic.

Hasil: Faktor terkuat penyebab stunting adalah asupan makanan yang diterima balita, yaitu dengan hasil uji nilai p asupan energi terhadap stunting adalah 0,03 atau < 0,05. Sedangkan sanitasi lingkungan tidak berhubungan dengan jenis infeksi yang menyebabkan stunting. Mayoritas balita kelompok kasus memiliki riwayat infeksi akan mudah mengalami stunting.

Simpulan: Variabel yang memiliki hubungan dengan stunting adalah asupan gizi dan riwayat infeksi balita. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan langsung seperti sanitasi dan karakteristik responden tidak berhubungan dengan stunting.

 

ABSTRACT

Title: Analysis of Relation Between Environmental Sanitation and Stunting Cases in Cepu, Blora District, Central Java Province.

Background: Nutrition, sanitation, and environmental problems have triggered the emergence of stunting problems in Indonesia. The incidence of stunting in Indonesia is 30.8%) and Blora Regency, Central Java Province, has a fairly high prevalence of stunting. Cepu Subdistrict in Blora Regency recorded that 52.61% of residents have unsafe toilets and 24.67% still defecate in open defecation and irregular waste management. The purpose of this study was to describe environmental sanitation conditions and to analyze the relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting in the working area of Puskesmas Kapuan Cepu.

Method: The type of research was an observational analytic study with a quantitative approach and a case control study design. The data obtained in this study were primary data in the form of a questionnaire through interviews and observations. Meanwhile, secondary data was documentation and reports from related agencies. Analysis using cross tabulation, chi square and logistic regression.

Result: Main caused of stunting is food intake received by toddlers with the p value of energy intake is 0.03 or <0.05. Meanwhile, environmental sanitation is not related to the type of infection that causes stunting. The majority of toddlers in the case group have a history of infection and will easily experience stunting.

Conclusion: Variables that have a relation with stunting are nutritional intake and infection history of toddlers. Meanwhile, variables that are not directly related, such as sanitation and respondent characteristics, are not related to stunting.

 

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  CTA
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (301KB)    Indexing metadata
 ES
Etichal Statement
Subject
Type ES
  Download (362KB)    Indexing metadata
 Turnitin
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (1MB)    Indexing metadata
Keywords: Stunting; Sanitasi lingkungan; Asupan gizi; Balita

Article Metrics:

  1. Ramayulis, R., Kresnawan, T., & Iwaningsih, S. 2018. Stop stunting dengan konseling gizi. Jakarta: Penebar Plus
  2. Kemenkes RI. 2018. Buletin Stunting: Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, 301(5), 1163–1178. https://pusdatin.kemkes.go.id
  3. TNP2K. 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting) VOLUME 1. Jakarta: Sekertariat Wakil Presiden Republik Indonesia
  4. Bappeda Blora. 2018. Review Pemutakhiran Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK ) Kabupaten Blora Tahun 2018-2022. In Review Pemutakhiran Strategi Sanitasi Kabupaten Blora. https://sippa.ciptakarya.pu.go.id/
  5. Labada, A., Ismanto, A., Kundre, R., Studi, P., Keperawatan, I., Kedokteran, F., Sam, U., & Manado, R. 2016. Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Status Gizi Balita Yang Berkunjung Di Puskesmas Bahu Manado. Jurnal Keperawatan, 4(1). https://ejournal.unsrat.ac.id/
  6. Laili, A. N. 2018. Analisis Determinan Kejadian Stunting Pada Balita. Skripsi. Jember: Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana FKM Universitas Jember
  7. Soerachmad, Y., Ikhtiar, M., Bintara, A. S., Pasca Sarjana, P., & Kesehatan Lingkungan, prodi. 2019. Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Puskesmas Wonomulyo Kabupaten polewali Mandar Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 138–150. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v5i2.519
  8. Humphrey ScD, J. H., N Mbuya, M. N., Moulton, L. H., Prendergast, A. J., Humphrey, J. H., Ntozini, R., Tavengwa MSW, N. V, Mutasa MPH, K., Majo RGN, F., Mutasa MBA, B., Chasekwa, B., Smith, L. E., Humphrey, J. H., N Mbuya, M. N., Ntozini, R., Moulton, L. H., Stoltzfus, R. J., Tavengwa, N. V, Mutasa, K., … Prendergast, A. J. 2019. Independent and combined effects of improved water, sanitation, and hygiene, and improved complementary feeding, on child stunting and anaemia in rural Zimbabwe: a cluster-randomised trial. Articles Lancet Glob Health, 7, 132–179. https://doi.org/10.1093/cid/civ844
  9. Ismawati, R., Soeyonoa, R. D., Romadhoni, I. F., & Dwijayanti, I. 2020. Nutrition intake and causative factor of stunting among children aged under-5 years in Lamongan city. Enfermeria Clinica, 30, 71–74. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2019.10.043
  10. Badriyah, ul, & Syafiq, A. 2017. The Association Between Sanitation, Hygiene, and Stunting in Children Under Two-Years (An Analysis of Indonesia’s Basic Health Research, 2013). Makara J. Health Res, 21(2), 35. https://doi.org/10.7454/msk.v21i2.6002
  11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999. Persyaratan Kesehatan Perumahan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  12. Kusumawati, E., Rahardjo, S., & Sari, H. P. 2015. Model Pengendalian Faktor Risiko Stunting pada Anak Bawah Tiga Tahun. Kesmas: National Public Health Journal, 9(3), 249. https://doi.org/10.21109/kesmas.v9i3.572
  13. Fikawati, S., Syafiq, A., & Karima, K. 2015. Gizi Ibu dan Bayi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
  14. Apriluana, G., & Fikawati, S. 2018. Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256. https://doi.org/10.22435/mpk.v28i4.472
  15. Modern, G., Sauli, E., & Mpolya, E. 2020. Correlates of diarrhea and stunting among under-five children in Ruvuma, Tanzania; a hospital-based cross-sectional study. Scientific African, 8, 430. https://doi.org/10.1016/j.sciaf.2020.e00430
  16. Novianti, S., & Padmawati, R. S. 2020. Hubungan Faktor Lingkungan Dan Perilaku Dengan Kejadian Stunting Pada Balita : Scoping Review. Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia 16(1). http://jurnal.unsil.ac.id/
  17. Rokhmah, D., Moelyaningrum, A. D., Ningtyias, F. W., & Rohmawati, N. 2021. Stunting: Pencegahan dan Penanganan di Bidang Kesehatan Masyarakat. Malang: Inteligensia Media
  18. Hasan, A., Kadarusman, H., Kesehatan Lingkungan, J., & Kesehatan Tanjung Karang, P. 2019. Akses ke Sarana Sanitasi Dasar sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan. Jurnal Kesehatan, 10(3). https://doi.org/10.26630/jk.v10i3.1451
  19. Slamet. 2011. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  20. Herawati, H., Anwar, A., & Setyowati, D. L. 2020. Hubungan Sarana Sanitasi, Perilaku Penghuni, dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) oleh Ibu dengan Kejadian Pendek (Stunting) pada Batita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru, Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 7. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.7-15
  21. Sunyono, & Budiman. 2010. Imu Kesehatan Masyarakat Dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC
  22. Supariasa. 2016. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC
  23. Chandra, B. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC
  24. Uliyanti, Tamtomo, D. ., & Anantanyu, S. 2017. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Uliyanti1. Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2), 1–11. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.7-15
  25. Yuliana, H. 2019. Darurat Stunting dengan Melibatkan Keluarga. Sulawesi Selatan: Yayasan Ahmar Cendrka Indonesia

Last update:

  1. Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah dan Angka Kuman Udara Dengan Kejadian Pneumonia Balita (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden II Banyumas)

    Bahri Bahri, Mursid Raharjo, Suhartono Suhartono. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21 (2), 2022. doi: 10.14710/jkli.21.2.170-179
  2. HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN KUBANG RAYA KECAMATAN SIAK HULU

    Yulia Febrianita, Ainil Fitri, Ririn Muthia Z. Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences), 11 (2), 2022. doi: 10.35328/keperawatan.v11i2.2277
  3. Environmental and Health Campaigns to Prevent Stunting for the Younger Generation

    Suraya Mansur, Novi Erlita, Gammara Lenggo Geni, Huzaifah Malahayati, Mohamad Saifudin Bin Mohamad Saleh, D. Mutiarin, M. Alam, D. Cahill, J. Sharifuddin, M. Senge, A. Robani, P. Saiyut, A. Nurmandi. E3S Web of Conferences, 440 , 2023. doi: 10.1051/e3sconf/202344007002

Last update: 2024-05-22 20:26:50

No citation recorded.