skip to main content

Kajian Kondisi dan Kinerja Sarana Sanitasi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kota Surabaya

1Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

2Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

3Minat Teknologi Pembangunan Berkelanjutan, Prodi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Open Access Copyright 2026 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Penyediaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) merupakan alternatif hunian layak dan berkelanjutan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pembangunan rusunawa di Kota Surabaya yang terdapat di dua puluh tiga lokasi, salah satu upaya Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK). Sementara antrian untuk menempati rusunawa 10.518 kepala keluarga (KK) miskin. Indikator kinerja sarana sanitasi dalam standar pelayanan minimal harus bernilai 100%.  Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji ketersediaan, kondisi, dan kinerja sarana sanitasi serta faktor pendukungnya seperti penerapan aspek hunian berkelanjutan, peran kelembagaan dan masyarakat.

Metode: Metode penelitan yang digunakan merupakan metode kualitatif. Penelitian didesain secara deskriptif kualitatif berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, untuk mengetahui kinerja sarana sanitasi menggunakan analisis laboratorium, pengukuran timbulan sampah rumah tangga, wawancara, dan FGD yang sekaligus untuk mengetahui aspek hunian berkelanjutan, peran kelembagaan, dan perilaku sanitasi penghuni. Rusunawa yang diteliti berjumlah lima yang mewakili bagian wilayah kota Surabaya dan rusunawa yang dibangun sejak 1983 – 2022. Sarana sanitasi sebagai variabel yang diteliti meliputi penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, persampahan, dan drainase. Pada indikator penerapan hunian berkelanjutan sebagai pendukung kinerja sarana sanitasi observasi dilakukan pada dimensi lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Mei 2025.

Hasil: Rusunawa Benowo-Pakal merupakan rusunawa terbaru yang dibangun pada tahun 2022 memenuhi 70,175% penerapan ketentuan ketersediaan dan kinerja sarana sanitasi serta 71,79% penerapan ketentuan hunian berkelanjutan, selanjutnya Rusunawa Keputih 65,517%  dan 61,54%, Rusunawa Siwalankerto 63,793% dan 66,67%, Rusunawa Randu 57,143% dan 58,97%, dan Rusunawa Urip Sumoharjo merupakan rusunawa tertua memenuhi ketentuan 46,55% dan 56,41%. UPTD Rusun sebagai lembaga pengelola dan Bidang Permukiman DPRKPP Kota Surabaya mendukung pengoperasian sarana sanitasi, pembangunan, serta pemeliharaannya. Penghuni telah berusaha menerapkan perilaku sanitasi meskipun belum optimal.

Simpulan: Setiap rusunawa telah tersedia sarana sanitasi, tetapi kondisi dan kinerja serta permasalahannya berbeda-beda. Untuk mencapai kondisi dan kinerja sarana sanitasi serta ketersediaan pendukung hunian berkelanjutan mencapai 100% sesuai regulasi, dibutuhkan sinergi antara pengelola dan masyarakat.

 

ABSTRACT

Title: An Assessment of the Condition and Performance of Sanitation Facilities in Low-Cost Rental Apartments (Rusunawa) in Surabaya City

Background: Low-Cost Rental Apartments is an alternative to decent and sustainable housing for Low-Income Communities. Rusunawa in Surabaya is located in twenty-three locations, is one of the efforts of Social Rehabilitation of Slum Areas. Surabaya  targets to increase access to safe sanitation in settlements.  Meanwhile, there is a waiting list for occupy 10,518 poor households. The performance indicator for sanitation facilities under the minimum service standards must be 100%. This paper aims to identify and examine the availability, condition, and performance of sanitation facilities, as well as supporting factors such as the implementation of sustainable housing practices and the roles of institutions and the community.

Method: The research method used was a qualitative method. The study was designed as a descriptive qualitative study, based on regulations in Indonesia. Data collection procedures were conducted through observation, to assess the performance of sanitation facilities using laboratory analysis, measurement of household waste generation, interviews, and focus group discussions (FGDs), which were also used to examine aspects of sustainable housing, the role of institutions, and residents sanitation behaviors. A total of five Low-Cost Rental Apartments (Rusunawa) were studied, representing different parts of the city of Surabaya and built between 1983 and 2022. The sanitation facilities studied as research variables include clean water supply, wastewater management, solid waste management, and drainage. Regarding indicators of sustainable housing practices that support sanitation facility performance, observations were conducted environmental, social, economic, and cultural dimensions. The research was conducted from March to May 2025.

Result: Rusunawa Benowo-Pakal is the newest rusunawa built in 2022 that meets 70.175% of the application of the provisions on the availability and performance of sanitation facilities and 71.79% of the application of sustainable occupancy provisions, then Rusunawa Keputih 65.517% and 61.54%, Rusunawa Siwalankerto 63.793% and 66.67%, Rusunawa Randu 57.143% and 58.97%, and Rusunawa Urip Sumoharjo is the oldest rusunawa that meets the provisions of 46.55% and 56.41%. UPTD Rusun as a management institution and the Settlement Division of DPRKPP Surabaya City support the operation of sanitation facilities, construction, and maintenance. Residents have tried to implement sanitation behavior even though it is not optimal.

Conclusion: Each flat has sanitation facilities, but the conditions and performance as well as the problems are different. To achieve the condition and performance of sanitation facilities and the availability of sustainable housing supporters to reach 100% according to regulations, synergy between managers and the community is needed.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Turnitin
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (1MB)    Indexing metadata
 CTA
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (259KB)    Indexing metadata
 ES
Ethical Statement
Subject
Type ES
  Download (259KB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: Sarana sanitasi; Rumah Susun Sederhana Sewa; Hunian Berkelanjutan

Article Metrics:

  1. Republik Indonesia. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.Jakarta: Republik Indonesia; 2011
  2. Kota Surabaya. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya 2021-2026. Surabaya: Kota Surabaya; 2021
  3. Kota Surabaya. Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Surabaya Tahun 2022-2026. Surabaya:Kota Surabaya; 2022
  4. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Provinsi DKI Jakarta. e-Rusun [Internet]. Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; [cited 2025 Jul 27]. Available from: https://erusun.dprkpp.web.id/
  5. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Pemkot Surabaya mulai bangun rusunami awal tahun 2024 [Internet]. Surabaya: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur; [cited 2025 Jul 27]. Available from: https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/pemkot-surabaya-mulai-bangun-rusunami-awal-tahun-2024
  6. Jaya, H. P., Swastila, S., & Ludang, Y. Evaluasi sistem sanitasi di rumah susun kota Palangka Raya. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan. Journal of Environmental Sustainability Management. 2018; 2(2): 101-111. https://doi.org/10.36813/jplb.2.2
  7. Vialita, E., & Rahmawati, D. Upaya Peningkatan Kualitas Bermukim Melalui Pendekatan Konsep Liveability pada Rusunawa Sombo Surabaya. Jurnal Teknik ITS. 2019; 8(2): C182-C188
  8. https://doi.org/10.12962/j23373539.v8i2.45816
  9. Leepel, R. J., Utomo, S. W., & Suganda, E. Aspek Lingkungan dan Partisipasi Masyarakat pada Penyelenggaraan Rumah Susun Sederhana Sewa Jatinegara Barat (Accessibility of Rented Simple Flats in Perspective of Sustainable Housing). Jurnal Manusia Dan Lingkungan. 2017 September; 24(3): 116-124. https://doi.org/10.22146/jml.23638
  10. Indaryani, F., & Purnomo, A. Evaluasi dan Desain Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Susun Sederhana Sewa Randu Kota Surabaya. Jurnal Teknik ITS. 2020;9(2): D99-D105. https://doi.org/10.12962/j23373539.v9i2.54864
  11. Irvanda, R., & Navitas, P. Konsep Revitalisasi Rusunawa Sombo Berdasarkan Persepsi Penghuni. Jurnal Teknik ITS. 2022; 11 (2): C68-C74. https://doi.org/10.12962/j23373539.v11i2.97904
  12. https://doi.org/10.12962/j23373539.v11i2.97904
  13. Ellisa, E., Wilujeng, E. P., Wasnadi, H. F., Dwianto, R. D., Anggita, J., Helen, N., Asyera, E., & Iramaya, P. A. Community appropriation of communal sanitation: Everyday sanitation behaviour in an urban kampung area, Kampung Cikini, Jakarta. Indonesia and the Malay World. 2023 Mar 10; 51(149): 1-26. https://doi.org/10.1080/13639811.2023.2170085
  14. Gusmiati, Soewondo, P., Awfa, D., Halomoan, N., Sarli, P.W., Setiyawan, A.S. Analysis of Individual Aspects in Riverbank Slums on Sustainable Sanitation Development (Case Study: Bima City, NTB, Indonesia). Journal of Engineering and Technological Sciences. 2024; 56(2): 304-316. https://doi.org/10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.2.10
  15. Runtunuwu, S., Sudikno, A., Surjono, & Ari, I. R. D. The conceptual framework of community resilience of the flat residents. International Journal of Engineering and Technology(UAE). 2018; 7(4): 172-178. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i4.40.24427
  16. Cirolia, L. R., Hailu, T., King, J., da Cruz, N. F., & Beall, J. Infrastructure governance in the post-networked city: State-led, high-tech sanitation in Addis Ababa's condominium housing. Environment and Planning C: Politics and Space. 2021; 39(7): 1606-1624
  17. https://doi.org/10.1177/23996544211037063
  18. Susilawaty, A., Putra, A. A., & Nurdiyanah. Identifikasi Aset Sarana Sanitasi Dasar dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Baruga Kecamatan Bontomanai Kabupatan Kepulauan Selayar. Public Health Science Journal. 2018; 10(1):96-107. https://doi.org/10.24252/as.v10i1.5423
  19. Artiningrum, Tati. dan C.A. Havianto. Pengenalan Sanitasi Lingkungan. Yogyakarta : Deepublish;2018
  20. Sihombing, A. M., Wirawati, S., & Pribadi, I. G. O. S. Studi Aspek Hunian Berkelanjutan Pada Rusunawa (Objek Studi : Rusunawa Rawa Bebek). Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa).2021 Oktober;3(2): 3319-3332. https://doi.org/10.24912/stupa.v3i2.12852
  21. World Health Organization. Sanitation [Internet]. Geneva: World Health Organization; [cited 2024 Oct 14]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sanitation
  22. Departemen Pekerjaan Umum. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 60/PRT/M/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum; 1992
  23. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023
  24. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68/Menlhk-Setjen/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia; 2016
  25. Kota Surabaya. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. Surabaya: Kota Surabaya; 2019
  26. Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum; 2014
  27. Apriliyani, I., Ainuri, M., & Suyantohadi, A. Analisis terhadap Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada Industri Gudeg Kaleng di PT XYZ Yogyakarta. AgriTECH. 2023 Februari 1;43(1): 74-84. https://doi.org/10.22146/agritech.71076
  28. Badan Standardisasi Nasional. SNI 19-3964-1994 Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional; 1994
  29. Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Rumah Susun. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia; 20
  30. Mas'odi Mas'odi, Ika Devy Pramudiana, Sri Roekminiati, & Nihayatus Sholichah. Keberlanjutan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) : Solusi Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Surabaya. Journal of Management and Social Sciences. 2025; 4(1): 148-164. https://doi.org/10.55606/jimas.v4i1.1744
  31. Golubchikov, Oleg., and A.Badyina. Sustainable Housing For Sustainable Cities : A Policy Framework For Developing Countries. Nairobi:UN-Habitat;2012
  32. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia; 2018
  33. Walikota Surabaya. Peraturan Walikota Surabaya Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Susun pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya. Surabaya: Walikota Surabaya; 2023
  34. Shahira, S. N. N., & Septanaya, I. D. M. F. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Akses Sanitasi di Tiap Tipologi Permukiman Kumuh Kota Surabaya. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan. 2024 Ags 31; 12(2): 177-192. https://doi.org/10.14710/jwl.12.2.177-192
  35. Simiyu, S. Researching on sanitation behaviour and practices in low-income settlements: the need for sensitivity, skill, and creativity. Cities and Health. 2022; 6(1): 62-71. https://doi.org/10.1080/23748834.2020.1767014
  36. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Peran Masyarakat dalam Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Jakarta : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; 2020
  37. https://doi.org/10.24853/jk.12.1.105-114
  38. Azhari, A.R., Septiria, I., & Maya, S. Akses Terhadap Air Bersih dan Sanitasi Layak dalam Pencegahan Penyakit Tropis Terabaikan:Sebuah Tinjauan Sistematis. 2025; 9(3): 3815-3824. https://doi.org/10.31004/jn.v9i3.45501

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-17 18:18:59

No citation recorded.