skip to main content

Analisis Hubungan Antara Pengelolaan Sampah Dengan Risiko Penyakit Menular Di Bantaran Sungai Siak

1Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbar , Indonesia

2Magister Ilmu Lingkungan, Progran Pascasarjana, Universitas Riau , Indonesia

3Program Studi Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) , Indonesia

Open Access Copyright 2026 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Pengelolaan sampah yang buruk di bantaran Sungai Siak memicu peningkatan risiko penyakit menular di kalangan masyarakat. Berdasarkan data puskesmas, keluhan utama warga mencakup diare (37%) dan penyakit kulit (45%). Penelitian ini mengkaji hubungan praktik pengelolaan sampah terhadap prevalensi penyakit infeksi di komunitas pemukiman pinggiran Sungai Siak.

Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Metode Sampling Secara proportional sampling dan quota sampling. Pengumpulan data dilakukan secara Survei dan wawancara kuesioner kepada 210 kepala keluarga di Kelurahan Meranti Pandak, Kota Pekanbaru. Analisis data menggunakan metode univariat dan bivariat (Chi-Square Test).

Hasil: Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan signifikan antara pengelolaan sampah (p-value 0,0001) (POR=7,315), sanitasi lingkungan (p-value 0,0001) (POR=19,875), PHBS (p-value 0,0001) (POR=6,933) dan ketersediaan fasilitas (p-value 0,0001) (POR= 11,455) dengan risiko penyakit menular.

Simpulan: Ada hubungan nyata antara buruknya pengelolaan serta sanitasi lingkungan terhadap tingginya risiko penyakit menular. Pihak kelurahan diharapkan memperluas kampanye penyuluhan kesehatan guna menekan laju penyakit.

 

ABSTRACT

Analysis of the Relationship Between Waste Management and Increased Risk of Infectious Diseases along the Siak Riverbanks

Background: Poor waste management along the banks of the Siak River has led to an increased risk of infectious diseases among the local population. Data from the community health center (Puskesmas) indicate that the primary complaints among residents are diarrhea (37%) and skin diseases (45%). This study examines the relationship between waste management practices and the prevalence of infectious diseases in communities settled along the Siak River.

Methods: This study employed an observational quantitative analytical approach with a cross-sectional design. Proportional and quota sampling methods were used. Data were collected through surveys and questionnaire-based interviews with 210 heads of households in Meranti Pandak Urban Village, Pekanbaru City. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods (Chi-Square Test).

Results: The study results indicate a significant association between the risk of infectious diseases and waste management (p-value 0.0001; POR=7.315), environmental sanitation (p-value 0.0001; POR=19.875), Clean and Healthy Living Behavior/PHBS (p-value 0.0001; POR=6.933), and the availability of facilities (p-value 0.0001; POR=11.455).

Conclusion: There is a significant relationship between poor waste management and environmental sanitation and the high risk of infectious diseases. Local authorities are encouraged to expand health education campaigns to reduce disease incidence.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Turnitin
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (2MB)    Indexing metadata
 CTA
Copyrigh Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (287KB)    Indexing metadata
 ES
Ethical Statement
Subject
Type ES
  Download (458KB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: Infectious Diseases; Waste Management; Environmental Sanitation; Siak River;

Article Metrics:

  1. Suprayogi I, Fauzi M, Alfian S, Suprasman N, Zulkifli Z. Strategi pengendalian pencemaran Sungai Siak yang berkelanjutan menggunakan pendekatan multi criteria decision making (MCDM). Dinamika Lingkungan Indonesia. 2022;9(2):144-152. https://doi.org/10.31258/dli.9.2.p.144-152
  2. Suhendra A. Hubungan antara aktivitas penghuni hunian kumuh dengan tingkat kebersihan lingkungan di bantaran Sungai Siak. SPACE: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 2019;1(2):15-21. https://doi.org/10.32795/space.v1i2.584
  3. Harun A, Yulianto B, Nurhapipa N. Kondisi sanitasi lingkungan di Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru tahun 2020. Media Kesmas (Public Health Media). 2021;1(2):73-84. https://doi.org/10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.37
  4. Febriza N, Tang UM, Maryanti E. Pengaruh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pendapatan, dan sanitasi terhadap kejadian diare di Kelurahan Meranti Pandak, Rumbai Pesisir Pekanbaru. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2015;9(1):12-22. doi: 10.31258/jil.9.1.p.12-22
  5. GoodStats. Menguak kebiasaan pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia 2023 [Internet]. 2024
  6. Riaumandiri.co. Warga terdampak banjir di Pekanbaru mulai terserang penyakit: diare dan penyakit kulit [Internet]. 2025
  7. World Health Organization. Urban health [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2024
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana strategis Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020
  9. Pereira TD, Fernandino G. Environmental sustainability impacts of solid waste management in coastal municipalities: a case study of Mata de São João, Brazil. Int J Environ Res Public Health. 2022;19(20):13245. https://doi.org/10.3390/ijerph192013245
  10. Saputra IPBA, Arjita IPD, Syuhada I, Adnyana IGA. Hubungan pengelolaan sampah dengan kejadian diare di Desa Pandanan. Ganec Swara. 2024;18(1):77-84
  11. https://doi.org/10.35327/gara.v18i1.736
  12. Nasution H, Sari D. Dampak pengelolaan sampah terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan. 2022;11(3):201-210
  13. Sudrajat A, Rahman A. Pengelolaan sampah dan kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2021;15(2):120-130. https://doi.org/10.21109/kesmas.v15i2
  14. Rahmawati A, et al. Hubungan kondisi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah bantaran sungai. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2022;21(2):120-127. doi: 10.14710/jkli.21.2.120-127
  15. Islam MS, et al. Environmental pollution and human health risks: a review of Bangladesh perspective. Environ Sci Pollut Res. 2021;28(25):32215-32230. doi: 10.1007/s11356-021-13425-x
  16. Wulandari R, et al. Analisis risiko kesehatan lingkungan akibat pencemaran air sungai terhadap masyarakat di bantaran Sungai X. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2023;19(1):56-64. doi: 10.15294/jkm.v19i1
  17. Suryani E, et al. Faktor sosial ekonomi dan perilaku hidup bersih sehat dengan kejadian penyakit diare pada balita di daerah kumuh bantaran sungai. Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2021;13(3):201-208. doi: 10.35473/jgk.v13i3
  18. Firmansyah I, et al. Evaluasi kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota X. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2020;18(2):300-308. doi: 10.14710/jil.18.2.300-308
  19. Schwartz K, et al. Community participation in waste management: a systematic review. Waste Manag. 2019;95:495-507. doi: 10.1016/j.wasman.2019.06.034
  20. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2019.06.034
  21. Hakim L, et al. Studi kasus: dampak pengelolaan sampah terhadap kesehatan masyarakat di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2024;23(1):45-55. doi: 10.22435/jek.v23i1
  22. Diniah BN, Ropii A. Analisis spasial kerawanan wilayah determinan risiko lingkungan dan kualitas air bersih berdasarkan indeks pencemaran air dengan kejadian water borne diseases. J Ilmu Kesehat Bhakti Husada. 2023;14(2):381-389
  23. https://doi.org/10.34305/jikbh.v14i02.851
  24. Bartram J, et al. Water, sanitation, and hygiene for sustainable development: defining the SDGs. Lancet. 2018;391(10139):2600-2611. doi: 10.1016/S0140-6736(18)30530-X
  25. Ferronato N, Torretta V. Waste mismanagement in developing countries: a review of global issues. Int J Environ Res Public Health. 2019;16(6):1060. https://doi.org/10.3390/ijerph16061060
  26. Widoyono W, Raharjo M, NR S. Hubungan kondisi lingkungan rumah dan keberadaan vektor penyakit dengan kejadian leptospirosis. J Kesehat Lingkung Indones. 2021;20(2):111-118. doi: 10.14710/jkli.20.2.111-118
  27. Selomo M, Birawida AB, Mallongi A. Hubungan sistem pengelolaan sampah rumah tangga terhadap keberadaan vektor demam berdarah dengue (DBD) di kawasan padat penduduk. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan. 2022;5(1):45-54. doi: 10.35912/jnik.v5i1.1215
  28. Waddington H, et al. Water, sanitation, and hygiene interventions to reduce diarrhoea in less developed countries: a systematic review. Lancet Infect Dis. 2020;20(2). doi: 10.1016/S1473-3099(19)30679-0
  29. Nurhasanah I, et al. Aksesibilitas fasilitas kesehatan dan kesehatan masyarakat di daerah kumuh. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022;18(2):98-106. doi: 10.15294/jkm.v18i2
  30. Ager A, Pepper K. Health system challenges in fragile and conflict-affected settings: a systematic review. Lancet Glob Health. 2020;8(3). doi: 10.1016/S2214-109X(19)30542-8
  31. Ramadhani S, et al. Household sanitation access, maternal personal hygiene, and child snacking practices as predictors of diarrheal morbidity in riverbank communities. Journal of Health and Environmental Engineering (JHIEE). 2026;8(1):112-125. doi: 10.58835/jhiee.v8i1.2874
  32. Aisyah N, Budiman A, Hasbiyah S. Implementasi program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di wilayah riparian dan dampaknya terhadap penyakit menular. Jurnal Kebijakan Publik dan Lingkungan. 2024;1(3):444-455. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e08037
  33. Gencer EA. Integrating public health into urban resilience and infrastructure planning for vulnerable communities. Int J Urban Sustain Dev. 2023;15(1):88-104. doi: 10.1080/19463138.2023.2195562
  34. Dickin S, Foster T, Muhumuza C. Driving sustainable change: collaborative governance and community participation in water and sanitation infrastructure. World Dev. 2021;142:105441. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2021.105441

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-16 09:49:43

No citation recorded.