Analisis Faktor-faktor Motivasional yang Berhubungan dengan Kinerja Bidan Desa dalam Pembinaan Kader Posyandu di Kabupaten Aceh Barat Tahun 2014

*Teungku Nih Farisni -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Indonesia
Martha Irene Kartasurya -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Atik Mawarni -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Published: 1 Apr 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 786 590
Abstract

Indikator kerja pelaksanaan posyandu di Kabupaten Aceh Barat masih jauh dari target yang ditentukan dan mengalami penurunan pada tahun 2011-2013. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kinerja bidan desa masih kurang dalam pembinaan kader posyandu. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor motivasional yang berhubungan dengan kinerja bidan desa dalam pembinaan kader posyandu. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 146 bidan desa dipilih secara clustered random sampling tingkat puskesmas. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis hubungan dengan uji Chi Square dan multivariat dengan regresi logistic. Pengumpulan data kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap bidan desa. Analisis kualitatif dilakukan dengan analisi isi. Hasil penelitian menunjukkan 64,4% kinerja responden kurang. Sebanyak 54,8% tanggung jawab kurang baik, sebesar 62,3% pengembangan potensinya kurang, kompensasi yang dirasakan kurang 57,5% dan supervisi yang dirasakan kurang 52,7%. Ada hubungan positif antara tanggung jawab (C= 0,237, p=0,006), pengembangan potensi (C= 0,268, p=0,001), kompensasi (C=0,518, p=0,0001), kondisi kerja (C=0,237, p=0,006) dan supervisi (C=0,261, p=0,002,) dengan kinerja bidan desa dalam pembinaan kader posyandu. Kompensasi berpengaruh paling besar terhadap kinerja bidan desa (Exp-B = 17,383, p=0,0001). Kendala bidan desa dalam pembinaan kader posyandu adalah kurangnya dana, belum ada pelatihan khusus untuk pembinaan kader posyandu dan ketersediaan fasilitas. Kompensasi berpengaruh paling besar terhadap kinerja bidan desa dalam pembinaan kader posyandu. Disarankan kepada Puskesmas dan Dinas kesehatan untuk meningkatkan motivasi bidan desa dalam pembinaan kader posyandu dengan memberikan apresiasi kepada bidan desa yang telah melakukan pembinaan kader posyandu dan melakukan penyegaran kembali tentang pembinaan kader posyandu.

Indicator of posyandu work performance in West Aceh was still far below the target determined and there was a decrease during 2011-2012. The results of the preliminary study showed that the motivation of village midwives were still low in posyandu cadre coaching. The aim of this research was to identify the factors associated village midwives motivation in posyandu cadre coaching. The study was conducted quantitavely and qualitatively. The quantitative research used survey method with a cross sectional design. The subjects were 146 village midwives selected by clustered random sampling at public healthcare center level. Data colection was conducted by interviews using structured questionnaire. The bivariate analysis used Chi Square tests, and the multivariate analysis used logistic regression. The qualitative data was collected by in-depth interviews to the village midwives and analyzed by content analysis. The results showed that 64.4% of the respondents had low performance, 54.8% had less responsibility, 62.3% had insufficient potential development, 57.5% felt inadequate compensation, and 52.7% had less supervision. There were associations between responsibility (C= 0.237, p=0.006), potential development (C= 0.268, p=0.001), compensation (C=0.518, p=0.0001), working condition (C=0.237, p=0.006), supervision (C=0.261, p=0.002,) and the village midwife performance in posyandu cadres’s coaching. Compensation had the most significant effect on the village midwive motivation in posyandu cadres coaching (Exp-B=17.383, p=0.0001). The obstacles experienced by the village midwives in posyandu cadres coaching were insufficient fund, unavailable special training for the posyandu cadre coaching and unavailable health facilities. Compensation has the most significant effect on village midwive motivation in posyandu cadres coaching. It is suggested to public healthcare centers and Health office to implement refreshing cadre coaching and improving village midwives performance in by giving appreciation to village midwives who conducted posyandu cadre. 

Keywords
motivasi; kinerja; bidan desa; pembinaan kader; posyandu; motivation; work performance; midwife of village; cadre coaching; posyandu

Article Metrics:

  1. Budioro B. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Semarang: Badan Penerbit UNDIP; 1997
  2. Kemenkes RI. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: 2011.
  3. DinKes A, Barat. Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Barat. Meulaboh: Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat; 2012.
  4. Kepmenkes. No 369/Menkes/III/ 2007Tentang Standar Profesi Bidan.
  5. Depkes, R.I. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: Depkes R.I; 2006.
  6. Ilyas. Kinerja, Teori, Penilaian, dan Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia; 2002.
  7. Herzberg F. Work and The Nature Of Man Cleveland: World; 1986.
  8. Aslichah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Bidan dalam Penggunaan Partograf. Semarang: UNDIP; 2008.
  9. Handoko, TH. Manajemen. Yogyakarta: BPFE; 1995.
  10. Siagian, SP. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara; 2003.
  11. Wirawan. Evaluasi Kinerja SDM. Jakarta: 2000.
  12. Sopiah, M. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: ANDI; 2008.
  13. Simamora, H. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN; 2009.
  14. Umi,W. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bidan desa Dalam Melakukan Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. 2009.
  15. Siagian, S. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: Bina Aksara; 1989.
  16. Azwar, A. Pengantar Administrasi Kesehatan: Binarupa Aksara; 1996.
  17. Dharma, A. Gaya Kepemimpinan yang Efektif Bagi Manajer. Bandung: Sinar Baru; 2001.