skip to main content

Kebijakan Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan Penurunan Stunting di Kota Semarang

*Agus Samsudrajat S  -  Prodi Kesmas FIKES, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia
Sutopo Patria Jati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Stunting dianggap masalah kronis jika prevalensinya 20% atau lebih. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 stunting Kota Semarang 21%, sedangkan 2016 hanya 16,5%. Peraturan Presiden 42/2013 tentang gerakan nasional percepatan perbaikan gizi mengarahkan pada penyelamatan seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) & penurunan stunting. Sedangkan Kota Semarang memilih untuk mengeluarkan Peraturan Daerah Keselamatan Ibu dan Anak (KIA). Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan penyelamatan 1000 HPK dan penurunan stunting di Kota Semarang.

            Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan kualitatif secara deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan utama adalah tujuh informan dari instansi pemerintah tingkat kota. Informan triangulasi terdiri dari lima informan instansi tingkat kota dan kecamatan. Analisis penelitian menggunakan analisis segitiga kebijakan yaitu content, contex dan process.

            Hasil penelitian secara content perda KIA belum fokus pada upaya 1000 HPK dan stunting. Konten Perda KIA lebih fokus dan dominan mengatur upaya intervensi spesifik terkait pelayanan kesehatan. Sedangkan sektor non kesehatan untuk intervensi sensitif belum banyak diatur dan masuk ke Perda. Upaya penyelamatan 1000 HPK dan stunting ditemukan pernah dibahas dalam kajian Rencana Aksi Daerah (RAD), tetapi tidak tuntas. Secara context politik, ekonomi dan sosial budaya, perda KIA belum fokus, tidak berhubungan langsung, dan belum melibatkan semua intervensi untuk penyelamatan 1000 HPK dan stunting. Secara process baik formulasi hingga evaluasi perda KIA belum melibatkan semua lintas sektor, memasukan dan mengevaluasi intervensi sensitif dan spesifik non kesehatan yang bermuara pada 1000 HPK dan stunting. Kebijakan 1000 HPK dan penurunan stunting sudah diarahkan kepada kajian RAD, tetapi belum ada koordinasi lintas sektor dan kajian berhenti di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Results
The Policy of Rescuing the First 1,000 Days of Life and Stunting Reduction in Semarang City
Subject Policy, Rescuing 1000 HPK, Stunting
Type Research Results
  Download (38KB)    Indexing metadata
Keywords: Policy, Rescuing 1000 HPK, Stunting
Funding: Muhammadiyah University of Pontianak

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
  1. ASEAN, UNICEF and WHO. Regional Report On Nutrition Security In Asean Volume 2. Bangkok. UNICEF. 2016. https://www.unicef.org/eapro/Regional_Report_on_Nutrition_Security_in_ASEAN_(Volume_2).pdf diakses 20 Agustus 2017
  2. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta Pusat. Sekretariat Wakil Presiden Indonesia. 2017
  3. Kementerian Kesejahteraan Rakyat RI, & Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kerangka Kebijakan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kemenkokesra: Jakarta; 2013
  4. Kemenkokesra, dan Tim. Pedoman Perencanaan Program Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam rangka Gerakan Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). KemenkoKesra; Jakarta. 2013 online https://www.bappenas.go.id/files/5013/8848/0466/PEDOMAN_SUN_10_Sept_2013.pdf
  5. Millennium Challenge Account Indonesia. Riset Formatif Stunting. MCA Indonesia. http://www.mca-indonesia.go.id/assets/uploads/media/pdf/MCAIndonesia-Riset-Formatif-Flyer-ID-dan-EN.pdf diakses 19 Agustus 2017
  6. Kementerian Kesehatan. Buku Saku Hasil Pemantauan Status Gizi 2017. Jakarta. Kementerian Kesehatan. 2017
  7. Kementerian Kesehatan. Buku Saku Hasil Pemantauan Status Gizi 2016. Jakarta. Kementerian Kesehatan. 2016
  8. Buse K, Mays N & Will G. Making Health Policy: Understanding Public Health. Chapter 1;5. Open University Press McGraw – Hill House. Berkshire England. UK. 2005
  9. Peraturan Presiden nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Jakarta. 2013
  10. Peraturan Daerah Kota Semarang nomor 2 tahun 2015 tentang Keselamatan Ibu dan Anak. Semarang. 2015
  11. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta; Bandung. 2008
  12. Notoatmojo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Vol Pertama. Jakarta: Rineka Cipta; 2010
  13. Murti, Bhisma. Desain dan Ukuran Sampel Untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Edisi ke-2. Gajah Mada University Press; Yogyakarta. 2010
  14. Ayuningtyas, D. Kebijakan Kesehatan, Prinsip dan Praktik. Rajawali Pers; Jakarta. 2014
  15. Hasanah, N D, dkk. Kebiasaan Makan Menjadi Salah Satu Penyebab Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Di Poli Kebidanan RSI & A Lestari Cirendeu Tangerang Selatan. Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 3 No 3, Desember 2012 : 91-104
  16. Pallutturi, S. Pentingnya Politik Bidang Kesehatan. Jurnal AKK, Vol 2 No 3, September 2013, hal 42-46
  17. Konings, P., Harper, S., Lynch, J., Hosseinpoor, A. R., Berkvens, D., Lorant, V., Speybroeck, N. Analysis of socioeconomic health inequalities using the concentration index. International Journal of Public Health, 55 (1), 2010: 71-74
  18. Laksono, AD. Anyiman, Studi Etnografi Makanan Suku Muyu. Yogyakarta. PT Kanisius. 2015
  19. Vollmer S, Harttgen K, Subramanyam MA, Finlay J, Klasen S, Subramanian SV. Association between economic growth and early childhood undernutrition: evidence from 121 Demographic and Health Surveys from 36 low-income and middle-income countries. Lancet Global Health. 2014;2:e225-34

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.