Analisis Kebutuhan Tenaga Berdasarkan Beban Kerja Sebagai Dasar Perencanaan SDM Di Instalasi Farmasi RS. Permata Medika Semarang

*Bagus Ronggonundarmo  -  Rumah Sakit Permata Medika Semarang, Indonesia
Sutopo Patria Jati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Farid Agushybana scopus  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 31 Jul 2019; Published: 31 Dec 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: INA
Statistics: 189 561
Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan dengan kemampuan dan kualitas, serta professional merupakan indikator keberhasilan farmasi yang efektif dan efisien. Kecukupan tenaga masih kurang dikarenakan peningkatan jumlah resep namun tidak diimbangi jumlah tenaga sehingga meningkatkan beban kerja dan komplain pasien terkait lamanya waktu tunggu obat. Penelitian bertujuan menganalisis kesesuaian beban kerja dengan jumlah SDM dan mengetahui kendala pemenuhan jumlah tenaga.

Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi langsung. Informan utama adalah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Informan triangulasi adalah kepala seksi penunjang medis,kepala bidang kepegawaian dan direktur rumah sakit.  Analisis data menggunakan rumus WISN berdasarkan data selama observasi, melakukan kategorisasi data, melakukan verifikasi dan menarik kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan instalasi farmasi masih kekurangan SDM diketahui dari hasil perhitungan WISN dan wawancara dengan informan. Beban kerja farmasi belum sesuai karena jumlah pelayanan resep tidak diimbangi dengan jumlah tenaga, SPO pola dan distribusi ketenagaan belum dijalankan dengan baik dan jumlah sarana prasarana belum mencukupi. Pemenuhan tenaga sesuai beban kerja masih memiliki kendala disebabkan efisiensi biaya dan melakukan modifikasi tenaga untuk mengatasi beban kerja yang ada.

Penelitian ini merekomendasikan penambahan tenaga disesuaikan beban kerja, menjalankan SPO dengan baik dan melengkapi sarana prasarana untuk meningkatkan pelayanan farmasi.
Keywords: SDM, perencanaan SDM, WISN, farmasi

Article Metrics:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
  2. Ilyas, Y. Perencanaan SDM Rumah Sakit, Teori, Metode, dan Formula. Cetakan ketiga. Jakarta: Penerbit FKM UI Depok; 2011.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.
  4. World Health Organization. 2010. WISN (Workload Indicators of Staffing Need. User manual. www.who.int/hrh/resources/wisn_user_manual/en/.
  5. Ghozali I. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro; 2005.
  6. Bungin, B. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada; 2002.
  7. Azwar, Azrul. Pengantar Administrasi Kesehatan: Edisi Ketiga. Jakarta: Binarupa Aksara; 1996.
  8. Hasibuan, Malayu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan keenambelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara; 2012.
  9. Donabedian, A. Basic Approaches to Assesment : Structure, Process, and Outcome. The Definition Quality and Approaches Its Assesment Health Administration Press; 1980.
  10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.
  11. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 1197/MENKES/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi Di Rumah Sakit.
  12. Marwansyah. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Penerbit ALFABETA; 2010.
  13. Siagian S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan kelimabelas. Bumi aksara; 2008.
  14. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Sekretariat Jendral. Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Kelas C. 2007.