Analisis Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat di Ruang Rawat Inap RS Pemerintah dan RS Swasta

*Nova Fitria  -  RSUD Cut Meutia Lhokseumawe, Indonesia
Zahroh Shaluhiyah  -  Magister Promosi Kesehatan, Fakultas, Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 16 Aug 2017.
Open Access Copyright (c) 2018 JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA

Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Full Text:
Statistics: 759 1001
Abstract

Background: Equality role of government hospitals and private hospitals in improving the quality of health services in Indonesia, causing every hospital should provide a good service and quality. Nurses are part of hospital human resource that considerable influence on the quality of service, and the implementation of good nursing care can not be separated from therapeutic communication, then the optimal implementation of therapeutic communication by nurse is one of the efforts to improve services to the patients.

Method: The type of this research was quantitative analytical, with a design using cross-sectional study.

Results: The results showed a significant differences in the implementation of nurses therapeutic communication between public hospitals and private hospitals, where the implementation of nurses therapeutic communication in private hospital are better. Associated factors significantly with the implementation of nurses therapeutic communication in public hospitals and in private hospitals are the same, the variables are job satisfaction, work motivation, work climate, coworkers support and head of ward support. The most dominant factor that affects the compliance of nurses in government hospitals in implementing therapeutic communication is work motivation (OR 36.866), while in private hospitals is head of ward support (OR 28.598). Significant differences between the government hospitals and private hospitals appears on variables : age, period of work, attitude, job satisfaction, work motivation, work climate, coworker support , head of ward support, and the implementation of therapeutic communication itself. 

Keywords: Implementation, Therapeutic Communication, Government-Private Hospital 

Article Metrics:

  1. Redaksi. 2011. Undang-Undang Kesehatan (UU RI No.36 Th. 2009). Penerbit Sinar Grafika. Jakarta.
  2. DepKes. 2009. Sistem Kesehatan Nasional: Bentuk dan Cara Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan. Departemen Kesehatan RI. Jakarta, 2009. Dalam http://www.depkes.go.id/downloads/SKN %20final.pdf (diakses tanggal 03 Februari 2013).
  3. Azwar, A. 1994. Program menjaga mutu pelayanan kesehatan. IDI. Jakarta.
  4. DepKes. 2010. Langkah Rumah Sakit mencapai pelayanan standar internasional Departemen Kesehatan RI: Humas Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.Dalam http://buk.depkes.go.id/index.php?option= com_content&view=article&id=197:langk ah-rumah-sakit-mencapai-pelayananstandar-internasional (diakses tanggal 20 Maret 2013).
  5. Aditama, T.Y. 2004. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Universitas Indonesia. Jakarta.
  6. Royani. 2010. Hubungan Sistem Penghargaan Dengan Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Daerah Cilegon Banten. (Tesis).
  7. Abraham & Shanley. 1997. Psikologi Sosial Untuk Perawat. EGC. Jakarta.
  8. Machfoedz, M. 2009. Komunikasi keperawatan: Komunikasi Terapeutik. Penerbit Ganbika. Yogyakarta.
  9. Suryani. 2006. Komunikasi Terapeutik: Teori & Praktik. EGC. Jakarta.
  10. Mundakir. 2006. Komunikasi Keperawatan: Aplikasi dalam pelayanan. Graha Ilmu. Yogyakarta.
  11. Nugroho, H. A & Aryati, S. 2009. Hubungan Antara Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Islam Kendal. FIKKes UNIMUS: Jurnal Keperawatan UNIMUS, Volume 2, Nomor 2. Edisi Maret 2009: 36-41. UNIMUS. Semarang.
  12. Lupiyoadi, R & Hamdani, A. 2009. Manajemen Pemasaran Jasa. Salemba Empat. Jakarta.
  13. Nursalam. 2002. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional. Salemba Medika. Jakarta.
  14. Davis, K. & Newstorm, J. W. 1996. Perilaku Dalam Organisasi. Terjemahan Agus Darma Jilid I. Penerbit Erlangga. Jakarta.
  15. Gibson, I. & Donelly Jr. 1996. Organisasi: Perilaku Struktur Proses. Terjemahan Nunuk Ardriani Jilid I. Penerbit Binarupa Aksara. Jakarta.
  16. Suyanto. 2009. Mengenal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan di Rumah Sakit. Mitra Cendikia Press. Yogyakarta.
  17. Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi 10th. Edisi Indonesia. Penerbit ANDI. Yogyakarta.
  18. Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta. Jakarta.
  19. Lawrence W. Green & Marshall W. Kreuter. 2000. Health Promotion Planning: an Educational and Environmental Approach Second Edition. Mayfield Publishing Company. California.
  20. Kholid, A. 2012. Promosi Kesehatan: Dengan Pendekatan Teori Perilaku, Media dan Aplikasinya. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  21. Glanz, K, Lewis. M. F. & Rimer. K. B. 1996. Health Behaviour and Health Education: Theory, Research, and Practice. JosseyBass A Willey Company. San Fransisco.
  22. Jalaluddin, R. 2012. Psikologi Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
  23. Budioro, B. 1998. Pengantar Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Semarang.
  24. Utomo, D. P. 2009. Hubungan Stres Kerja Dengan Adaptasi Pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Pandan Arang Boyolali. (Skripsi). Dalam: http://etd.eprints.ums.ac.id/4395/1/J220060 047.pdf. (diakses tanggal 12 Februari 2014).
  25. Winkel, W.S. 1986. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Gramedia. Jakarta.