Pengaruh Posisi Foil Terhadap Gaya Angkat Dan Hambatan Kapal Katamaran

*Muhammad Rizki Darmawan Adi Kusuma  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Deddy Chrismianto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosiworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Statistics: 1152 1828
Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia perkapalan terjadi sangat pesat, mulanya kapal memiliki satu lambung (monohull), kemudian berkembang dengan munculnya kapal katamaran atau memiliki dua lambung, kapal katamaran memiliki banyak kelebihan dibanding dengan monohull mulai dari segi hambatan, olah gerak, dan lain-lain. Kapal katamaran akhirnya dikembangkan lagi dengan menjadikannya kapal hydrofoil yang bertujuan untuk mengurangi hambatan. Hydrofoil adalah sebuah kapal dengan bagian seperti sayap yang dipasang pada penyangga di bawah lambung kapal yang digunakan untuk mengangkat lambung kapal, pada saat kapal mencapai kecepatan tinggi yang menyebabkan pengurangan hambatan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi posisi foil yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic(CFD) untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian, Computational fluid dynamic(CFD) merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida.Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model.Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai hambatan untuk berbagai variasi konfigurasi foil. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 37,56%, nilai ini terjadi pada Froude Number 1,737 pada variasi konfigurasi Canard dengan konfigurasi 65%(aft) dan 35%(fore).

Keywords: Hydrofoil; Katamaran; Gaya Angkat; Hambatan; CFD (Computational Fluid Dynamics)

Article Metrics:

  1. B. W. Sasongko, D. Chrismianto dan A. W. B. Santosa, “Analisa Pengaruh Variasi Bulbous Bow Terhadap Hambatan Total Pada Kapal Katamaran Untuk Penyeberangan Di Kepulauan Seribu Menggunakan CFD,” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 3, no. 4, pp. 439-450, 2015.
  2. A. K. Nugraha, Samuel dan M. Iqbal, “Analisa Peningkatan Performa Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar menggunakan Centerbulb dan Bulbous Bow dengan Metode Computation Fluid Dynamic (CFD),” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 5, no. 1, pp. 48-56, 2017.
  3. A. K. Zakaria, P. Manik, M. Iqbal, “Analisa Pengaruh Variasi Posisi Centerbulb Berbentuk Foil Terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD),” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 5, no. 3, pp. 557-565, 2017.
  4. Y. N. Putra, P. Manik, M. Iqbal, “Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Fin pada Centerbulb terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD),” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 5, no. 3, pp. 566-574, 2017.
  5. Abbott I.R. and Von Doenhoff A.E. 1959. Theory of Wing Sections: Including a Summary of Airfoil Data. New York: Dover Publications, Inc.
  6. A.S. Slamet ., Suastika, Ketut. 2012. Kajian Eksperimental Pengaruh Posisi Perletakan Hydrofoil Pendukung Terhadap Hambatan Kapal. Surabaya: Jurusan Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelauatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  7. Faltinsen, Odd M. 2005. Hydrodynamics of High-Speed Marine Vehicles. New York: Cambridge University Press.
  8. Migeotte, G. dan Kornev, N. 2004. Development of Modern Hydrofoil-Assisted Multi-Hulls. China International Boat Show &HPMV Conference. 25-26 Maret 2004, China. 1-11.
  9. M. Salas, R.Luco, P.K Sahoo, etc. 2015 Experimental and CFD Resistance Calculation of a Small Fast Catamaran.
  10. Rameswar Bhattacharyya. 1978. Dynamics of Marine Vehicles. New York : John Wiley & Sons.