Karakteristik Geometri dan Pengaruhnya Terhadap Stabilitas Kapal Ferry Ro-Ro Indonesia

*Daeng Paroka -  Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Indonesia
Received: 17 Jan 2018; Published: 20 Feb 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 699 841
Abstract
Stabilitas merupakan salah satu parameter keselamatan kapal dalam pelayaran sebagaimana dipersyaratakan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).Untuk mengetahui karakteristik stabilitas selama proses desain, penting untuk mengetahui hubungan antara geometri dengan karakteristik stabilitas kapal. Paper ini membahas tentang hubungan antara karakteristik geometri dan karakteristik stabilitas serta pengaruhnya terhadap desain kapal ferry ro-ro Indonesia. Lengan stabilitas kapal untuk beberapa variasi rasio lebar dan sarat, rasio lambung timbul dan lebar serta titik berat dihitung dan dievaluasi dengan menggunakan kriteria stabilitas IMO. Berdasarkan hasil evaluasi stabilitas, diperoleh nilai minimum rasio lebar dan sarat serta rasio lambung timbul dan lebar kapal yang memenuhi kriteria stabilitas IMO. Stabilitas kapal cenderung menjadi semakin baik jika rasio lebar dan sarat semakin besar. Kapal dengan sarat yang lebih besar memiliki stabilitas yang lebih baik untuk rasio lebar dan sarat yang sama. Stabilitas kapal juga menjadi semakin baik ketika rasio lambung timbul dan lebar semakin besar. Pengaruh rasio lambung timbul dan lebar kapal terhadap stabilitas tidak signifikan ketika rasio tersebut kurang dari 0.06. Perbedaan karakteristik stabilitas secara signifikan dipengaruhi oleh rasio lambung timbul dan lebar kapal ketika rasio tersebut lebih besar dari 0.10. Perbedaan karakteristik tersebut dapat disebabkan oleh karakteristik bentul lambung kapal.

Article Metrics:

  1. D. Vassalos, “Risk-based Design: From Philosophy to Implementation,” the 2nd International Maritime Conference on Design for Safety, Sakai, Jepang, 2004.
  2. K.V. Dokkum, Ship Knowledge : A Modern Encyclopedia, Dokmar, the Netherlands, 2003.
  3. D. Paroka, “Analisis Tinggi Metacentra Dan Lambung Timbul Minimum Kapal Penyeberangan Antar Pulau,” Prosiding Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2009.
  4. B. Ali, “Evaluasi Bertin’s Coefficient Pada Prediksi Roll Kapal Sarat Rendah Dalam Weather Criterion,” Prosiding Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2011.
  5. D. Paroka and N. Umeda, N. “Effect of Freeboard and Metacentric Height on Capsizing Probability of Purse Seiners in Beam Seas,” Journal of Marine Science and Technology, Vol. 12 No. 3, pp. 150 – 159, 2007.
  6. S. Asri, M.S. Pallu, M.A. Thaha and Misliah, ‘Intact Stability Criteria and Its Impact on Design of Indonesian Ro-Ro Ferries,” International Journal of Engineering Research & Technology, Vol. 3, No. 3, pp. 1774 – 1779, 2014.
  7. International Maritime Organization (IMO), “Stability Criteria for All Types of Ships,” International Maritime Organization, London, 2002.
  8. D. Paroka and N. Umeda, “Prediction of Capsizing Probability for a Ship with Trapped Water on Deck,” Journal of Marine science and Technology, Vol. 11, No. 4, pp. 237 – 244, 2006.
  9. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM 3 Tahun 2005 Tentang Lambung Timbul Kapal Dalam Negeri,” Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta, 2005.
  10. International Maritime Organization (IMO), “International Load Line Convention : Consolidate Edition 2005,” International Matirime Organization, London, 2005.