Analisa Hidrodinamika Kapal Container Sarat Rendah

*Baharuddin Ali -  Laboratorium Hidrodinamika Indonesia - BPPT, Indonesia
Nurman Firdaus -  Laboratorium Hidrodinamika Indonesia - BPPT
N Nurhadi -  Laboratorium Hidrodinamika Indonesia - BPPT
Received: 14 Aug 2017; Published: 17 Nov 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1054 527
Abstract

Kapal container sebagai sarana angkutan barang berpengaruh vital terhadap laju percepatan perekonomian nasional. Kondisi perairan Indonesia yang kedalaman dan fasilitas pendukung pelabuhan bervariasi serta efisiensi operasional kapal menjadi pertimbangan dalam mendesain kapal. Penggunaan kapal sarat rendah tipe barge bermesin sebagai pengangkut container, Self Propelled Container Barge (SPCB) saat ini banyak menjadi pilihan operator kapal dalam melayani pengiriman barang dengan container. Penelitian ini menyajikan analisis hidrodinamika kapal SPCB 100 TEUs dengan metode pengujian model meliputi seakeeping, turning dan zig-zag manuvering serta resistance test. Dari hasil uji seakeeping diketahui bahwa respon gerak kapal pada kondisi gelombang sea-state 4 masih dalam batas toleransi dengan memperhatikan kombinasi kecepatan dan arah heading kapal. Kinerja  manuvering turning dan zig-zag kapal dalam batas aman yang ditetapkan IMO. Dari hasil uji resistance didapatkan kecepatan maksimal yang optimum kapal adalah 12 knot. Selain besaran terukur, uji hidrodinamika dengan model memberikan gambaran fenomena saat kapal beroperasi di laut, sehingga menjadi informasi yang penting dalam desain dan operasional kapal.

Article Metrics:

  1. A. Purwana dan A. W. Husodo, “Total Resistance Prediction of Self Propelled Coal Barge (SPCB) Using Computational Fluid Dynamic”, KAPAL, Vol. 12, No. 2, pp. 97-105, 2015
  2. B. Ali, “Evaluasi Bertin's Coefficient Pada Prediksi Roll Kapal Sarat Rendah Dalam Weather Criterion”, Prosiding Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan, ITS, Surabaya, 2011.
  3. M. Zaky dan B. Ali, “Kajian Awal Lambung Timbul dan Tinggi Haluan Minimum Kapal Untuk Wilayah Perairan RI”, Jurnal Warta Penelitian Perhubungan, Balitbang Kemenhub, Jakarta, Vol. 25, No. 5, pp. 310-317, 2013.
  4. S. Karana, Analisis Keselamatan Self Propelled Barge 6000DWT Sebagai Sarana Transportasi Batubara, Majalah Ilmiah Pengkajian Industri, BPPT, Jakarta, Vol. 10 No. 2, pp. 137-148, 2016.
  5. A. T. Pratista dan D. Manfaat, “ Perancangan Self Propelled Container Barge (SPCB) Sebagai Alternatif Angkutan Container Pelayaran Pantura Untuk daerah Jawa Timur”, Jurnal Teknik ITS, Vol. 1, No. 3, pp. 367-371, 2012.
  6. N. B. Prayoga dan W. D. Aryawan, “Desain Self-Propelled Oil Barge (SPOB) Untuk Distribusi Crude Oil di Kabupaten Sorong, Papua Barat”, Jurnal Teknik ITS, Vol. 5, No. 1, pp. 19-24, 2016.
  7. ….., Pengujian Model Kapal SPB Container 100 TEUs, Laporan Internal Balai Teknologi Hidrodinamika, BPPT, Surabaya, 2016.
  8. O. M. Faltinsen, Hydrodynamics of High-Speed Marine Vehicle, Cambridge: Cambridge University Press, 2005.
  9. .....,“Manoeuvrability of Ships and Manoeuvering Standards”, IMO Resolution A.751(18)”, International Maritime Organization, London, 1993.
  10. ….., “Standards for ship maneuverability’, IMO Resolution MSC 137 (36)”, International Maritime Organization, London, 2002.