skip to main content

Pengaruh Pemanasan pada Proses Pembuatan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn) terhadap Aktivitas Antimikroba

Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia

Published: 1 Aug 2010.
Open Access Copyright 2010 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemanasan pada proses pembuatan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn) terhadap aktivitas antimikroba. Metode yang digunakan adalah metode pemanasan pada proses pembuatan ekstrak kulit buah manggis sedangkan metode cakram kertas dan metode berat kering digunakan pada uji antimikroba. Mikroba yang diuji menggunakan, bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, khamir Candida albicans, dan jamur Aspergillus niger. Metode cakram kertas untuk mengidentifikasi aktivitas antimikroba pada bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, khamir Candida albicans, sedangkan metode berat kering digunakan untuk identifikasi aktivitas antimikroba dari jamur Aspergillus niger. Konsentrasi Hambat Minimum pada metode cakram kertas pada mikroba bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, khamir Candida albicans yaitu 5 % (w/v), dengan rata-rata luas zona hambat masing-masing 0,043 cm2, 0,018 cm2, 0,013 cm2. Sedangkan pada jamur Aspergillus niger pada konsentrasi 0,5% (w/v), dengan berat kering 0,06 gram.
Fulltext View|Download
Keywords: Antimikroba; Garcinia mangostana; Cakram Kertas; KHM

Article Metrics:

  1. Rudi Kastaman, Analisis Prospektif Pengembangan Produk Olahan Manggis (Garcinia mangostana) Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Petani (Studi Kasus Di Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya), Jurnal Agrikultura, 18, 1, (2007)
  2. Warid Ali Qosim, Kulit Buah Manggis Sebagai Antioksidan, , in, Lembaga Penelitian Masyarakat, Universitas Padjadjaran, Bandung, 2007
  3. Sunit Suksamrarn, Orapin Komutiban, Piniti Ratananukul, Nitirat Chimnoi, Nattapat Lartpornmatulee, Apichart Suksamrarn, Cytotoxic Prenylated Xanthones from the Young Fruit of Garcinia mangostana, Chemical and Pharmaceutical Bulletin, 54, 3, (2006) 301-305 http://dx.doi.org/10.1248/cpb.54.301
  4. Anthony C. Dweck, A review of Mangosteen (Garcinia mangostana) Linn., in: Personal Care Magazine, 2004, pp. 15-18
  5. Wilawan Mahabusarakam, Pichaet Wiriyachitra, Saowaluk Phongpaichit, Antimicrobial activities of chemical constituents from Garcinia mangostana Linn, Journal of the Science Society of Thailand, 12, 4, (1986) 239-242
  6. Risma Marisi Tambunan, Soediro Soetarno, Elin Yulinah Sukandar, Telaah Kandungan Kimia dan Aktivitas Antimikroba Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L., Guttiferae), in: Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 1998
  7. Michael J Pelczar, ECS Chan, Dasar-dasar mikrobiologi, Universitas Indonesia Press, Jakarta, 1988
  8. M Hudayanti, Aktivitas Antibakteri Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrihza Roxb.), in: Jurusan Kimia, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2004
  9. Lexa G. Matasyoh, Josphat C. Matasyoh, Francis N. Wachira, Miriam G. Kinyua, Anne W. Thairu Muigai, Titus K. Mukiama, Chemical composition and antimicrobial activity of the essential oil of Ocimum gratissimum L. growing in Eastern Kenya, African Journal of Biotechnology, 6, 6, (2007) 760-765
  10. Uluk Suharsi Putra, Uji Kemampuan Aspergilus niger 6088 IFO 6341 Dalam Mengubah Polisakarida pada Kertas HVS dan Buram Bekas Menjadi Asam Sitrat, in: Jurusan Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang, 2007
  11. Geo F. Brooks, Karen C. Carroll, Janet S. Butel, Stephen A. Morse, Medical Microbiology, 24 ed., McGraw-Hill Education, 2007
  12. Satish Gupte, Mikrobiologi Dasar, 3 ed., Binarupa Aksara, Jakarta, 1990

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.