skip to main content

Inklusi Sosial Sebagai Transformasi Layanan di Perpustakaan Daerah Karanganyar

*RR. Iridayanti Kurniasih  -  Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Rahmat Setiawan Saefullah  -  Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Received: 29 Nov 2020; Revised: 1 Dec 2021; Accepted: 3 Dec 2021; Published: 19 Dec 2021.

Citation Format:
Abstract

Layanan perpustakaan daerah saat ini harus lebih aktif mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan, sehingga perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat pinjam dan kembali buku. Oleh karena itu inklusi sosial bisa menjadi transformasi layanan perpustakaan.Tujuan penulisan ini dapat mengoptimalkan perpustakaan untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi di perpustakaan daerah  Karanganyar. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perpustakaan daerah Karanganyar sudah mampu bertransformasi, layanan perpustakaan dengan kegiatan inklusi sosial, diantaranyaada layanan serba lukis kekinian, layanan Chit Chat, layanan kelas fotografi dan jurnalistik, serta layanan berbasis TIK.Tampak bahwa dari beberapa pelayanan inklusi sosial yang sudah dilakukan menunjukan bahwa layanan perpustakaan daerah Karanganyar sudah bertransformasi menjadi perpustakaan dengan layanan yang fleksibel dengan berbasis kebutuhan informasi masyarakat.

Fulltext View|Download
Keywords: perpustakaan; perpustakaan daerah; inklusi sosial

Article Metrics:

  1. Fourie, I. (2007). Public libraries addressing social inclusion : how we may think ... World Library and Information Congress: 73RD IFLA General Conference and Council, 1–9. https://repository.up.ac.za/handle/2263/3542
  2. Lo, P., He, M., & Liu, Y. (2019). Social inclusion and social capital of the Shanghai Library as a community place for self-improvement. Library Hi Tech, 37(2), 197–218. https://doi.org/10.1108/LHT-04-2018-0056
  3. Mahdi, R. (2020). Perpustakaan Umum Berbasis Inklusi Sosial: Apa dan Bagaimana Penerapannya? (Sebuah Kajian Literatur). Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 15(2), 201. https://doi.org/10.14421/fhrs.2020.152.201-215
  4. Mulyana, D. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  5. Nihayati, N., & Wijayanti, L. (2019). Implementasi Makerspace dalam Layanan Perpustakaan. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 5(2), 133. https://doi.org/10.14710/lenpust.v5i2.26565
  6. Ningrum, D. F. (2019). Kegiatan Inklusi Sosial di Perpustakaan Ganesha SMA N 1 Jetis Bantul. UNILIB : Jurnal Perpustakaan, 10(2), 123–131. https://doi.org/10.20885/unilib.vol10.iss2.art9
  7. Noor, M. U. (2019). Aplikasi Layanan Informasi Berbasis Internet untuk Menumbuhkan Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah. JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi), 4(1), 84. https://doi.org/10.30829/jipi.v4i1.4122
  8. Perell, J. (2021). Library and Information Science Research Public libraries embrace citizen science : Strengths and challenges. xxxx. https://doi.org/10.1016/j.lisr.2021.101090
  9. Prasetyawan, Y. Y., & Suharso, P. (2015). Inklusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Perpustakaan Desa. Acarya Pustaka, 1(1), 31–40. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/AP/article/view/7146/4874
  10. Ra’is, D. U. (2017). Peta Inklusi Sosial Dalam Regulasi Desa. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 7(2), 88–106. https://doi.org/10.33366/rfr.v7i2.803
  11. Rachman, R. A., Sugiana, D., & Rohanda, H. (2019). Strategi Sukses Transformasi Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial untuk Masyarakat Sejahtera (Studi Pada Perpustakaan Desa Gampingan Gemar Membaca Malang). Seminar Nasional MACOM III Universitas Padjadjaran 2019, February, 907–918. https://www.researchgate.net/publication/338983808_Strategi_Sukses_Transformasi_Perpustakaan_Desa_Berbasis_Inklusi_Sosial_untuk_Masyarakat_Sejahtera_Studi_Pada_Perpustakaan_Desa_Gampingan_Gemar_Membaca_Malang
  12. Soeprapto.2011.Metode Penelitian Kualitatif edisi 2. Tangerang Selatan. Universitas Terbuka diakses pada http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/sosi4306-metode-penelitian-kualitatif-edisi-2/
  13. Sutarno NS. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat (Revisi). Jakarta: Sagung Seto
  14. Suwarno, W. (2016). LIBRARY LIFE STYLE (Trend dan Ide Kepustakawanan). Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata
  15. Undang-Undang Nomor 43 Thun 2007 tentang Perpustakaan
  16. Utami, D., & Prasetyo, W. D. (2019). Perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk pembangunan sosial-ekonomi masyarakat. Visi Pustaka, 21(1), 29–35. https://ejournal.perpusnas.go.id/vp/article/view/74
  17. Windah, A., Putra, P., Oktaria, R., & Yulistia, A. (2020). Kebutuhan Literasi Informasi dan Digital bagi Masyarakat di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Provinsi Lampung. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 6(2), 159–168. https://doi.org/10.14710/lenpust.v6i2.32973
  18. Yusup, P. M. (2016). Ilmu Informasi, Komuniksi, dan Kepustakaan (Kedua). Jakarta: Bumi Aksara

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.