skip to main content

Pengaruh Daya Microwave Terhadap Pembuatan Biodiesel Dengan Katalis Fly Ash/Na2O Menggunakan Iradiasi Microwave

Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali akan mengalami penurunan kualitas sehingga tidak layak lagi untuk digunakan kembali. Saat ini telah ditemukan metode baru untuk pengolahan biodiesel ramah lingkungan dari limbah minyak goreng yakni dengan menggunakan gelombang mikro. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi daya alat microwave terhadap rendemen, densitas, viskositas kinematik, dan kadar air biodiesel yang dihasilkan berdasarkan Standar Nasional Indonesia Nomor 7182:2015 Tentang Biodiesel. Proses dilakukan menggunakan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi untuk pembentukan metil esternya dengan bantuan katalis fly ash/Na2O. Pembuatan katalis dilakukan dengan melakukan impregnasi pada fly ash batu bara menggunakan NaOH dengan proses pemanasan di dalam furnace selama 1 jam pada temperatur 750 oC. Daya alat gelombang mikro yang digunakan adalah 180, 300, 450, 600, dan 800 watt dengan waktu reaksi selama 4 menit dan katalis fly ash/Na2O sebanyak 15 gram. Pembuatan biodiesel menggunakan acuan Standar Nasional Indonesia Nomor 7182:2015 Tentang Biodiesel, dengan rincian syarat mutu biodiesel berupa densitas biodiesel pada 40 oC berada pada rentang 850 – 890 kg/m3, viskositas kinematik pada 40 oC berada pada rentang 2,3 – 6,0 mm2/s (cSt), dan kadar air dan sedimen maksimal sebanyak 0,05 % volume, sehingga karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari seluruh variasi daya di luar standar biodiesel yang berlaku.

 

 

 

Cooking oil that has been used many times will experience decrease in quality and no longer suitable for compsumtion. Currently, a new method has been invented for processing enviromentally friendly biodiesel from waste cooking oil by using microwaves. The purposes of this research are to determine effect of varying the microwave power on the rendement, denisty, kinematic viscosity, and water residue of the biodiesel based on Indonesian National Standard Number 7182:2015 About Biodiesel. Using esterification and transesterification reaction to form methyl ester and using fly ash/Na2O as catalyst. Catalyst was prepared by impregnation coal fly ash with NaOH with heating process using furnace for 1 hour at 750 oC. Microwaves power that used was 180, 300, 450, 600, and 800 watts with 4 minutes reaction time and 15 grams fly ash/Na2O catalyst. The production of biodiesel refers to Indonesian National Standard Number 7182:2015 About Biodiesel, with details of biodiesel quality requirements density at 40 oC in the range of 850 890 kg/m3, kinematic viscosity at 40 oC in the range of 2,3 – 6,0 mm2/s (cSt), and maximum water residue is 0,05 % volume, so that the characteristics of the biodiesel from all power variations still out of the standards.

 

Fulltext View|Download
Keywords: biodiesel; gelombang mikro; metil ester; minyak goreng, minyak jelantah

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-26 02:04:40

No citation recorded.