Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{METANA82908, author = {Syarifuddin Oko and Andri Kurniawan and Alwathan Alwathan and Mustafa Mustafa and Damianus Samosir and Navita Wimatiara}, title = {Pengaruh Waktu Reaksi dan Rasio Volume Minyak- Metanol Pada Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah Dengan Katalis dari Abu Sekam Padi Berbantukan Gelombang Mikro}, journal = {METANA}, volume = {22}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Abu Sekam Padi; Bahan Bakar; Biodiesel; Daya Mikrowave}, abstract = { Biodiesel merupakan sumber bahan bakar alternatif yang berpotensi sebagai pengganti minyak diesel dan disintesis dari minyak jelantah yang diperoleh dari minyak goreng kelapa sawit yang digunakan secara berulang-ulang. Minyak jelantah merupakan limbah yang dapat diolah menjadi bahan bakar diesel dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi menggunakan metanol. Aspek penting dalam pembuatan biodiesel adalah katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan rasio volume minyak : metanol terhadap hasil dan mutu biodiesel dari minyak jelantah yang mengacu pada SNI 7182:2024. Bahan yang digunakan adalah abu sekam padi, dimana kandungan kimia yang terdapat pada abu sekam padi yaitu SiO 2 , Al 2 O 3 , K 2 O, CaO, MgO, Fe 2 O 3 , dan Na 2 O selanjutnya diimpregnasi dengan KOH. Variasi rasio volume metanol terhadap minyak jelantah adalah 1:2,84, 1:2,06, dan 1:1,62. Transesterifikasi dilakukan dengan variasi waktu terdiri dari 5, 6, 7,8 ,dan 9 menit dengan daya microwave sebesar 600 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik pada sintesis biodiesel adalah pada rasio volume 1:2,84 dengan waktu 8 menit. Produksi biodiesel menghasilkan metil ester sebesar 76,71% dengan viskositas 2,84 cSt, densitas 0,8998 9/ml, bilangan asam 0,27 mg KOH/g, kadar air 0,04%, dan rendemen 77,86%. Namun, pada analisa kadar metil ester dan densitas belum memenuhi SNI 7182:2024. }, issn = {2549-9130}, pages = {59--68} doi = {10.14710/metana.v22i1.82908}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/metana/article/view/82908} }
Refworks Citation Data :
Biodiesel merupakan sumber bahan bakar alternatif yang berpotensi sebagai pengganti minyak diesel dan disintesis dari minyak jelantah yang diperoleh dari minyak goreng kelapa sawit yang digunakan secara berulang-ulang. Minyak jelantah merupakan limbah yang dapat diolah menjadi bahan bakar diesel dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi menggunakan metanol. Aspek penting dalam pembuatan biodiesel adalah katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan rasio volume minyak : metanol terhadap hasil dan mutu biodiesel dari minyak jelantah yang mengacu pada SNI 7182:2024. Bahan yang digunakan adalah abu sekam padi, dimana kandungan kimia yang terdapat pada abu sekam padi yaitu SiO2, Al2O3, K2O, CaO, MgO, Fe2O3, dan Na2O selanjutnya diimpregnasi dengan KOH. Variasi rasio volume metanol terhadap minyak jelantah adalah 1:2,84, 1:2,06, dan 1:1,62. Transesterifikasi dilakukan dengan variasi waktu terdiri dari 5, 6, 7,8 ,dan 9 menit dengan daya microwave sebesar 600 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik pada sintesis biodiesel adalah pada rasio volume 1:2,84 dengan waktu 8 menit. Produksi biodiesel menghasilkan metil ester sebesar 76,71% dengan viskositas 2,84 cSt, densitas 0,8998 9/ml, bilangan asam 0,27 mg KOH/g, kadar air 0,04%, dan rendemen 77,86%. Namun, pada analisa kadar metil ester dan densitas belum memenuhi SNI 7182:2024.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-23 11:05:06