Analisis Proses Pengadaan Guna Menjamin Ketersediaan Obat di RSUD Tugurejo Semarang

*Erlin Friska  -  Diponegoro University
Antono Suryoputro  -  Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Indonesia
Wulan Kusumastuti  -  Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 31 Jul 2019; Revised: 16 Sep 2019; Accepted: 25 Sep 2019; Published: 27 Dec 2019.
Open Access Copyright 2019 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Research article
Language: IND
Statistics: 254 201
Abstract

Latar Belakang: Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Tugurejo Semarang mengalami peningkatan dari tahun 2016 hingga 2018. Adanya peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan kefarmasian dan menjamin ketersediaan obat di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis proses pengadaan guna menjamin ketersediaan obat di RSUD Tugurejo Semarang.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Koordinator Gudang Farmasi, Koordinator Farmasi Rawat Jalan, serta 2 orang Staf Pegadaan sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Penunjang Medik, Staf Keuangan, Dokter Rawat Jalan, serta 2 orang Pasien. Faktor yang diteliti adalah metode, prosedur, dan anggaran dalam pengadaan obat.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengadaan obat yaitu sering terjadi keterlambatan dalam penerimaan obat dari penyedia, terdapat kekosongan obat pada sistem e-catalogue, masih sering terjadi error pada sistem e-purchasing.

Simpulan: Terdapat beberapa kendala dalam proses pengadaan obat di RSUD Tugurejo Semarang yang berdampak pada ketersediaan obat di rumah sakit.

Keywords: Pengadaan, E-purchasing, E-catalogue, Ketersediaan

Article Metrics:

  1. Undang-undang Republik Indonesia No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit.
  3. Indrawati, Cut, Safrina. Analisis Pengelolaan Obat di Rumah Sakit Umum Daerah Wates. Tesis. Universitas Gadjah Mada. 2001.
  4. Luqman, Muhammad. Gambaran Penerapan Pengadaan Obat Secara E-purchasing di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan tahun 2016. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 2016.
  5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik (E-catalogue).
  6. Adiyaksa, Ida Bagus. Evaluasi Implementasi Pengadaan Obat berdasarkan katalog elektronik (E-catalogue) di Kota Denpasar. Skripsi. Bali: Universitas Udayana. 2015.
  7. Sutriatmoko. Analisis Penerapan E-procurement Obat dengan Prosedur E-purchasing Berdasar E-catalogue di DInas Kesehatan Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. 2015.
  8. Azwar, Azrul. Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi ketiga. Jakarta: PT. Binarupa Aksara. 1996.
  9. Pudjaningsih, D. Pengembangan Indikator Efisiensi Pengelolaan Obat di Farmasi Rumah Sakit. Tesis. Magister Manajemen Rumah Sakit. Universitas Gadjah Mada. 1996.
  10. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit.
  11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik (E-catalogue).
  12. Peraturan Presiden No. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
  13. Petunjuk Penggunaan Aplikasi E-purchasing Obat. LKPP. 2013