skip to main content

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik ASI Eksklusif di Daerah Pertanian Kabupaten Semarang (Studi pada Ibu yang Memiliki Bayi Usia 0−6 Bulan)

*Anggraeni Dyah Pusporini  -  Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Dina Rahayuning Pangestuti  -  Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
M. Zen Rahfiludin  -  Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Praktik pemberian ASI eksklusif wajib dilakukan pada bayi usia 0−6 bulan. Persentase capaian pemberian ASI secara eksklusif di Kabupaten Semarang masih lebih rendah dari target nasional. Penyebabnya karena masih rendahnya pelaksanaan inisiasi menyusu dini dan pemberian makanan prelakteal masih banyak dilakukan karena kebiasaan setempat menganggap bayi tidak cukup hanya diberi ASI. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik ASI eksklusif di daerah pertanian Kabupaten Semarang.

Metode: Penelitian cross-sectional dengan pengambilan sampel secara purposive di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sampel sebanyak 27 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-6 bulan.

Hasil: Proporsi praktik ASI eksklusif di daerah pertanian Kabupaten Semarang sebesar 37%. Ibu menyusui pada penelitian ini 81,5% berusia 20-35 tahun, 85,2% IRT, 70,4% menyelesaikan pendidikan dasar, 51,9% multipara, 74,1% IMT tidak normal, 88,9% kadar Hb normal, 92,6% menerima dukungan tenaga kesehatan berupa kunjungan postpartum, 85,2% melahirkan di praktik bidan, 96,3% persalinan normal, 85,2% tidak melaksanakan IMD, 63,0% bayi menerima makanan prelakteal, dan 51,9% tidak terpapar promosi susu formula. Variabel yang berhubungan dengan praktik ASI eksklusif yaitu status gizi ibu berdasar IMT, pelaksanaan IMD, bayi menerima makanan prelakteal, dan terpapar promosi susu formula. Variabel yang tidak berhubungan yaitu usia ibu, status pekerjaan ibu, tingkat pendidikan ibu, paritas, kadar Hb ibu, dukungan tenaga kesehatan, tempat persalinan, dan cara persalinan.

Simpulan: Status gizi ibu berdasar IMT, pelaksanaan IMD, bayi menerima makanan prelakteal, dan terpapar promosi susu formula merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan praktik ASI eksklusif di daerah pertanian Kabupaten Semarang.

Kata kunci: ASI eksklusif, pertanian, prelakteal, inisiasi menyusu dini (IMD), Kabupaten Semarang

 

ABSTRACT

Title: The Factors Related to Exclusive Breastfeeding Practice in Agricultural Area of Semarang Regency (Studies in Mothers of Infants Aged 0−6 Months)

Background: Exclusive breastfeeding practice is mandatory for infants aged 0−6 months. The percentage achievement of exclusive breastfeeding in Semarang Regency is still lower than the national target. The reason is the implementation of early initiation was still low and prelacteal feeding was still widely practiced because local customs consider that’s not enough for infants to be breastfed. This study aims to analyze the factors related to exclusive breastfeeding practice in agricultural area of Semarang Regency.

Method: Cross-sectional study with purposive sampling in Banyukuning Village, Bandungan District, Semarang Regency. Samples were 27 breastfeeding mothers who had infants aged 0-6 months.

Result: Proportion of exclusive breastfeeding practice in agricultural area of Semarang Regency is 37%. Breastfeeding mothers were 81.5% aged 20-35 years, 85.2% housewives, 70.4% completed basic education, 51.9% multiparous, 74.1% overweight, 88.9% normal Hb levels, 92.6% received postpartum visits, 85.2% gave birth at a midwife, 96.3% normal deliveries, 85.2% weren’t implemented early initiation, 63.0% infants received prelacteal food, and 51.9% weren’t exposured of formula milk promotion. Variables related were maternal nutritional status based on BMI, implementation of early initiation, infants received prelacteal food, and exposured of formula milk promotion. Variables weren’t related were maternal age, mother’s employment status, mother's education level, parity, maternal Hb levels, support from health workers, place and mode of delivery.

Conclusion: Maternal nutritional status based on BMI, implementation of early initiation, infants received prelacteal food, and exposured of formula milk promotion are factors related to the success of excluisve breastfeeding practice in agricultural area of Semarang Regency.

Keywords: Exclusive breastfeeding, agricultural, prelacteal, early initiation, Semarang Regency

Fulltext View|Download
Keywords: ASI eksklusif; pertanian; prelakteal; inisiasi menyusu dini (IMD); Kabupaten Semarang

Article Metrics:

  1. World Health Organization. Indicators for Assessing Infant and Young Child Feeding Practice. Geneva; 2014
  2. Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Profil Kesehatan Kabupaten Semarang 2017. Ungaran: Seksi Kesga Gizi. 2018
  3. Purwaningsih E dan Wati RS. 2011. Pengaruh Kontrasepsi Suntik Terhadap Pengeluaran ASI Eksklusif di BPS Triparyati Kemalang Kemalang Kabupaten Klaten. Riau: JOMIS 2011;1(1):9-19
  4. Notoatmodjo, Soekidjo. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2003
  5. Wulandari, FI dan Iriana, NR. Karakteristik Ibu Menyusui yang Tidak Memberikan ASI Eksklusif di UPT Puskesmas Banyudono I Kabupaten Boyolali. Jurnal RMIK 2013;3(2):25-32
  6. Syafneli dan Handayani, Eka Y. 2015. Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Pasir Jaya tahun 2014. Jurnal Maternity and Neonatal. 2015; 2(1)
  7. Sitepoe, M. Corat Coret Anak Desa Berprofesi Ganda I. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia; 2008
  8. Yamin, M. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif oleh Ibu Bayi yang Berumur 6-12 Bulan di Kecamatan Metro Timur Kota Metro Lampung Tahun 2007 [tesis]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2007
  9. Rahardjo, Setiyowati. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Satu Jam Pertama Setelah Melahirkan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2006;1(1):11-7
  10. Fátima de Rosa, dkk. Correlation between Hemoglobin Levels of Mothers and Children on Exclusive Breastfeeding in the First Six Months of Life. Jornal de Pediatria. 2016;92(5):479-85
  11. Fikawati S dan Syafiq A. Praktik Pemberian ASI Eksklusif, Penyebab-Penyebab Keberhasilan dan Kegagalannya. Jurnal Kesmas Nasional. 2009;4(3):31-120
  12. Prawirohardjo, S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2012
  13. Bai D.L, et al. 2015. Previous Breastfeeding Experience and Duration of Any and Exclusive Breastfeeding among Multiparous Mothers. Journal of Birth, 2015;42(1):70-7
  14. Fikawati S, dan Syafiq A. Status Gizi Ibu dan Persepsi Ketidakcukupan Air Susu Ibu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2012;6(6):249-254
  15. Fikawati, Sandra. Hubungan Antara Menyusui Segera (Immediate Breastfeeding) dan Pemberian ASI Eksklusif Sampai dengan Empat Bulan. Jakarta: Jurnal Kedokteran Trisakti. 2003;22(2)
  16. Warsini. Hubungan Antara Jenis Persalinan, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan dan Status Bekerja Ibu dengan Keberhasilan ASI Eksklusif 6 (Enam) Bulan di Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo [tesis]. Surakarta: Pascasarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret; 2015
  17. Irawati A, Triwinarto A, Salimar, Raswanti I. Pengaruh Status Gizi Ibu Selama Kehamilan dan Menyusui terhadap Keberhasilan Pemberian ASI. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan. 2003;26(2):10-9
  18. Ukegbu PO, Uwaegbute A.C. Body composition changes among lactating mothers In Abia State, Nigeria. Am. J. Food. Nutr. 2012;2(1):21-5
  19. Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. Kecamatan Bandungan Dalam Angka 2019. Ungaran; 2019
  20. Berde AS, Yalcin SS, Ozcebe H, Uner S, dan Caman OK. Determinants of Pre-Lacteal Feeding Practices in Urban and Rural Nigeria; a Population-based Cross-sectional Study Using the 2013 Nigeria Demographic and Health Survey Data. Afr Health Sci. 2017;17(3):690-9
  21. Dessalegn Tamiru, Dayan Aragu, Tefera Belachew. 2013. Survey on the Introduction of Complementary Foods to Infants within the First Six Months and Associated Factors in Rural Communities of Jimma Arjo. Int J Food Sci Nutr. 2013;2(2):77-84
  22. Februhartanty, J., dkk. Profiles of Eight Working Mothers Who Practiced Exclusive Breastfeeding in Depok, Indonesia. Breastfeed Med. 2012;7(1)
  23. Kemenkes RI. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2018. Jakarta; 2018
  24. Mufdlilah. Kebijakan Pemberian ASI Eksklusif: Kendala dan Komunikasi. Nuha Medika. 2017:1-112
  25. Ningsih, Kurnia. Praktik Pemberian ASI Segera Setelah Lahir (Immediate Breastfeeding) dan Faktor-Faktor yang Berhubungan pada Petugas Kesehatan Kelurahan Cimanggis, Depok Tahun 2004. FKM UI: Depok; 2004
  26. Kemenkes RI. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2013. Jakarta; 2013
  27. Safitri Y, dan Minsarnawati. Perilaku yang Menghambat Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeber Tahun 2009. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2012;3(3):161-9
  28. Waqidil H, dan Adini CK. Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dengan Perkembangan Balita Usia 3-5 Tahun. Bojonegoro: LPPM Akes Rajekwesi. 2016;7(2):27-31
  29. WHO Expert Consultation. Appropriate Body Mass Index for Asian Populations and its Implications for Policy and Intervention Strategies. The Lancet. 2004;363:157–63
  30. WHO. Haemoglobin Concentrations for The Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Geneva: VMNIS. 2011:1-6
  31. Pawenrusi EP. Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Tumamaung Kota Makassar. Media Gizi Pangan. 2011;11(1):1-5
  32. Permatasari, Erlinda. Hubungan Asupan Gizi dengan Produksi ASI Pada Ibu yang Menyusui Bayi Umur 0-6 Bulan di Puskesmas Sewon I Bantul Yogyakarta [skripsi]. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah; 2015
  33. Pujiastuti, Nurul. Korelasi Antara Status Gizi Ibu Menyusui dengan Kecukupan ASI di Posyandu Desa Karang Kedawang Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Malang: Jurnal Keperawatan. 2010;1(2):126-37
  34. Widyastuti, Y. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Firtramaya; 2009
  35. Roesli, U. Insisasi Menyusui Dini Plus ASI Eksklusif. Jakarta: Pustaka Bunda; 2010
  36. Tarigan UI, dan Aryastami NK. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Bayi Terhadap Pemberian ASI Eksklusif. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2012;15(4):390-7
  37. Legesse M, Demena M, Mesfin F, dan Haile D. Prelacteal Feeding Practices and Associated Factors among Mothers of Children Aged Less than 24 Months in Raya Kobo District, North Eastern Ethiopia: a crosssectional study. International Breastfeeding Journal. 2014;9:189
  38. Rohmin A, Malahayati N, dan Hartati. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Praktik Pemberian Makanan Prelakteal pada Bayi Baru Lahir di Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang. Jurnal Kesehatan. 2015;6(2):183-9
  39. Fahma. Hubungan Dukungan Suami dan Promosi Susu Formula dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-12 Bulan Kelurahan Pringapus Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Ungaran: STIKES Ngudi Waluyo Semarang; 2013
  40. Rizki DA dan Subakti Y. Panduan Pintar Kehamilan untuk Muslimah. Jakarta: Qultum Media; 2009
  41. Ihsani, Tien. Hubungan Promosi Susu Formula dan Faktor Lainnya dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kota Solok Propinsi Sumatera Barat pada Tahun 2011. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2011

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-03-02 06:49:52

No citation recorded.