skip to main content

Analisis Perilaku Masyarakat dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue

Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama, Surabaya, Indonesia

Received: 23 Aug 2021; Revised: 3 Nov 2021; Accepted: 9 Nov 2021; Published: 1 Dec 2021.
Open Access Copyright (c) 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD menjadi masalah kesehatan dikarenakan penyebarannya cepat, sehingga jumlah penderitanya cenderung meningkat dan dapat menyebabkan kematian. Menurut data dan informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, kasus DBD mengalami peningkatan sebesar 1,10% dari tahun 2018 ke tahun 2019. Penularan kasus DBD biasanya dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, dan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, sehingga dapat menyebabkan tersedianya tempat perkembangbiakan vektor DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit DBD.

Metode: Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya pada bulan Mei – Juli 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan case control. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu 38 responden. Variabel independen penelitian yaitu perilaku menggantung pakaian kotor di dalam rumah, sanitasi lingkungan yang meliputi kondisi tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah rumah tangga, dan kondisi lingkungan rumah, sedangkan variabel dependen penelitian yaitu kejadian penyakit DBD. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Analisis data menggunakan uji Chi Square.  

Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Chi Square menunjukkan hubungan yang signifikan pada perilaku menggantung pakaian kotor di dalam rumah (p = 0,000), kondisi tempat penampungan air (p = 0,000), sistem pengelolaan sampah rumah tangga (p = 0,000), dan kondisi lingkungan rumah (p = 0,000) dengan kejadian penyakit DBD.

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menggantung pakaian kotor di dalam rumah dan kondisi sanitasi lingkungan yang meliputi kondisi tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah rumah tangga, dan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian penyakit DBD. Oleh karena itu, diharapkan peran masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan sekitar agar lingkungan menjadi sehat dan bersih guna mencegah terjadinya penyakit DBD.

Kata kunci: Penyakit DBD; Perilaku Masyarakat; Sanitasi Lingkungan

 

ABSTRACT

Title: Analysis of Community Behavior and Environmental Sanitation with the Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever

Background: Dengue Hemorrhagic Fever is a disease transmitted by the Aedes aegypti mosquito. Dengue fever is a health problem because it spreads quickly, so the number of sufferers tends to increase and can cause death. According to data and information from the Indonesian Health Profile in 2019, dengue cases increased by 1.10% from 2018 to 2019. Transmission of dengue cases is usually influenced by community behavior and poor environmental sanitation conditions, which can lead to the availability of breeding sites for dengue vectors. This study aims to analyze community behavior and environmental sanitation with the incidence of DHF

Method: This research was conducted in Tenggilis Mejoyo Village, Surabaya City in May – July 2021. This research is a quantitative analytic study with a case control approach. The sample size in this study was 38 respondents. The independent variables of the study were the behavior of hanging dirty clothes in the house, environmental sanitation which included the condition of water reservoirs, household waste management systems, and home environmental conditions, while the dependent variable of the study was the incidence of dengue disease. The data used are secondary data and primary data. Data analysis using Chi Square test.

Result: The results of the analysis using the Chi Square test showed a significant relationship to the behavior of hanging dirty clothes in the house (p = 0.000), the condition of the water reservoir (p = 0.000), the household waste management system (p = 0.000), and the condition of the home environment (p = 0.000). p = 0.000) with the incidence of DHF.

Conclusion: There is a significant relationship between the behavior of hanging dirty clothes in the house and environmental sanitation conditions which include the condition of water reservoirs, household waste management systems, and home environmental conditions with the incidence of dengue disease. Therefore, it is expected that the role of the community is to always maintain the surrounding environment so that the environment becomes healthy and clean in order to prevent the occurrence of dengue disease.

Keywords: Community Behavior; Dengue Hemorrhagic Fever; Environmental Sanitation

Fulltext View|Download
Keywords: Penyakit DBD; Perilaku Masyarakat; Sanitasi Lingkungan

Article Metrics:

  1. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2018 [Indonesia Health Profile 2018] [Internet]. 2018. 207 p. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Data-dan-Informasi_Profil-Kesehatan-Indonesia-2018.pdf
  2. Wijirahayu S, Sukesi TW. Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. J Kesehat Lingkung Indones. 2019;18(1):19–24
  3. Syamsul M. Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. UNM Environ Journals. 2018;1(1):82–5
  4. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2019. Kementrian Kesehatan Repoblik Indonesia. 2019. 497 p
  5. Arsyad RM, Nabuasa E, Ndoen EM. Hubungan antara Perilaku Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus. Media Kesehat Masy. 2020;2(2):15–23
  6. Kinansi RR, Pujiyanti A. Pengaruh Karakteristik Tempat Penampungan Air Terhadap Densitas Larva Aedes sp dan Risiko Penyebaran Demam Berdarah Dengue di Daerah Endemis di Indonesia. BALABA. 2020;1(1):1–20
  7. Handayani M, Cholik I. Hubungan Pengetahuan, Pengurasan Tempat Penampung Air dan Menggantung Pakaian dengan Kejadian DBD. J Ilm Multi Sci Kesehat. 2019;11(1):184–95
  8. Rahmadani BY, Anwar MC, Rudijanto H. Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Bul Keslingmas. 2017;36(4):455–62
  9. Rosmala F, Rosidah I. Hubungan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah Padat dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar. J Kesehat Komunitas Indones. 2019;15(1):23–34
  10. Oroh MY, Pinontoan OR, Tuda J. Faktor Lingkungan, Manusia, dan Pelayanan Kesehatan yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue. J Public Heal Communiy Med. 2020;1(3):35–46
  11. Nasifah SL, Sukendra DM. Kondisi Lingkungan dan Perilaku dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu. Indones J Public Heal Nutr. 2021;1(1):62–72
  12. Akbar H, Syaputra EM. Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Indramayu. MPPKL. 2019;2(3):159–64
  13. Octaviani, Kusuma MP, Wahyono TYM. Pengaruh Tempat Penampungan Air dengan Kejadian DBD di Kabupaten Bangka Barat Tahun 2018. J Vektor Penyakit. 2021;15(1):63–72
  14. Purdianingrum J, Wahyuningsih NE, Murwani R. Hubungan Praktik Buang Sampah dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Semarang. J Kesehat Masy. 2017;5(5):690–5
  15. Ningsih LWA, Jumakil, Kohali RESO. Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian DBD pada Anak Usia <15 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari Tahun 2018. J Kesehat Lingkung Univ Halu Oleo. 2020;1(1):8–14

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-19 22:09:16

No citation recorded.