PERAN MASYARAKAT TIONGHOA TERHADAP PERKEMBANGAN KAWASAN HERITAGE DI KOTA LASEM, KABUPATEN REMBANG

*Rohman Eko Santoso  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Suzanna Ratih Sari scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Raden Siti Rukayah scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 29 Sep 2019; Revised: 24 Jan 2020; Accepted: 23 Jun 2020; Published: 13 Oct 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract
Perkembangan kota lasem identik dengan istilah little china town, sehingga kebanyakan peneliti lebih fokus terhadap bangunan pecinan. Memang dalam peninggalan yang masih terlihat sampai dengan saat ini adalah bangunan-bangunan rumah tinggal dengan gaya china kuno dan klenteng-klenteng kuno yang masih utuh atau sama dengan bentuk aslinya. Sehingga sangat mendominasi kawasan Kota Lasem sebagai komplek permukiman pecinan terbesar di Jawa Tengah Khususnya. Perubahan tipologi dan morfologi maupun pengaruh bangunan Tionghoa sangat menarik untuk dilakukan penelitian yang sangat mendalam, karena sangat berperan besar terhadap kontribusi Kota Lasem. Betapa besar peran masyarakat Tionghoa selain berperan sebagai masyarakat yang melestarikan bangunan tetapi luasan dan sebaran permukiman maupun prasarana lainnya sangat kental dan berpengaruh sekali di Kota Lasem
Keywords: Tionghoa; Lasem; pecinan, heritage

Article Metrics:

  1. Ayuningrum, D. (2019). Akulturasi Budaya Cina Dan Islam Dalam
  2. Arsitektur Tempat Ibadah Di Kota Lasem, Jawa Tengah. Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan, 12(2), 122. https://doi.org/10.14710/sabda.12.2.122-135
  3. Christy, A., & Setyawan, W. (2016). Pariwisata Heritage sebagai Hasil Reinkarnasi Kawasan Pecinan Surabaya. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 5(2), 5–10. https://doi.org/10.12962/j23373520.v5i2.18152
  4. Fatimah, T. (2014). Sejarah Kawasan Pecinan Pancoran-Glodok Dalam Konteks Lokalitas Kampung Kota Jakarta.
  5. Hendraswati, Nurcahyani, L., & Listiana, D. (2012). Potret Kampung-Kampung Pendatang di Banjarmasin.
  6. Kartika, T., Fajri, K., & Robi’al, K. (2017). Pengembangan Wisata Heritage Sebagai Daya Tarik Kota Cimahi. 14(2), 35–46. https://doi.org/10.17509/jurel.v14i2.9102
  7. RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan) Kawasan Pusaka Lasem Kabupaten Rembang, (2017).
  8. Pratiwo. (2010). Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota.
  9. Rudiansyah. (2014). Tipologi dan Makna Simbolis Rumah Tjong A Fie di Kota Medan.
  10. Runa, I. W. (2016). Konservasi Bangunan Bersejarah. Jurnal UNDAGI, 1–11. http://repository.warmadewa.ac.id/300/2/JURNAL UNDAGI 2016 KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH.pdf
  11. Setiawan, L., Astuti, W., & Rini, E. (2017). Tingkat Kualitas Permukiman (Studi Kasus: Permukiman Sekitar Tambang Galian C Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo). 1–11.
  12. Sujana, A. (2017). Adaptasi Bangunan Cagar Budaya Perspektif Indonesia. A083–A090. https://doi.org/10.32315/sem.1.a083
  13. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, (2011).