skip to main content

FENOMENA PERUMAHAN SYARIAH DI KOTA SEMARANG

*Mohammad Sahid Indraswara  -  Department of Architecture, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro, Indonesia
Gagoek Hardiman scopus  -  Department of Architecture, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro, Indonesia
Raden Siti Rukayah orcid scopus  -  Department of Architecture, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro, Indonesia
Fahmi Syarif Hidayat  -  Department of Architecture, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Besarnya jumlah umat Islam khususnya di Semarang serta kecenderungan masyarakat urban (kota) untuk mendapatkan lingkungan dan fasilitas yang kondusif untuk beribadah, pendidikan yang islami merupakan potensi dan peluang bagi pengembang perumhan syariah. Perumahan syariah adalah perumahan yang menerapkan nilai-nilai Islam yaitu habluminallah, hablumminannas dan hablumminal alamien sesuai al quran dan Hadits. Penelitian ini bertujuan mencari penerapan nilai-nilai islam  pada fasilitas perumahan syariah dan menetapkan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan developer dalam membangun fasilitas pada  perumahan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan , sumber sekunder dari internet serta wawancara terstruktur (interview guide). Data yang didapatkan disusun dan dianalisis dengan mencari kesesuaian parameter nilai-nilai islami. Dari analisa didapatkan hasil penelitian bahwa nilai habluminallah diterapkan berupa tempat ibadah di bangun oleh 4 pengembang. Nilai habluminannas berupa   pesantren dibangun oleh 1 pengembang dan ruang terbuka yang direncanakan sebanyak 3 pengembang. Nilai Hablumminal alamien berupa adaptasi dengan alam lingkungan dilakukan oleh semua pengembang perumahan syariah.  Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pembangunan dibedakan menjadi dua yaitu faktor pendorong terdiri dari niat, menyesuaikan faslitas dengan konsep, dan keberlanjutan pengembangan perumahan. Faktor penghambat, terdiri dari keterbatasan lahan dan jumlah unit rumah, konversi dari perumahan konvesional, kerjasama dengan pemilik lahan, dan pemahaman/rujukan dari asosiasi property syariah.

Fulltext View|Download
Keywords: Nilai Islam; Perumahan syariah

Article Metrics:

  1. Aini, Nurul. 2015. “Respon Masyarakat Terhadap Konsep Perumahan Berbasis Agama : Perumahan Islami.” Pp. 77–84 in Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2015 | C 077
  2. Amalia, Zitira, and Bambang Pranggono. 2017. “Kajian Penerapan Prinsip – Prinsip Perumahan Islam Pada Perumahan Muslim Bukit Az Zikra Perbedaan Perumahan Muslim Dan Perumahan Islami .” Pp. 388–99 in
  3. Amri, Nurmaida, Imriyanti, and Rahmi Amin Ishak. 2015. “Pola Tatanan Ruang Rumah Tinggal Di Perkotaan, Sesuai Dengan Prinsip Islam.” Publikasi UMS n.a
  4. Arifin, kamil alfi. 2017. “Perumahan Muslim Dan Politik Ruang Di Yogyakarta.” Jurnal Pemikiran Sosiologi 4(2):42–56
  5. Asosiasi Developer Property Syariah. 2021. “Berdiri Teguh Di Tengah Badai.” 16–17
  6. Helen, Nurrul :., and Ahmad Gamal. 2017. “Sharia Housing in Th Real Estate Business.” Iccrem (Mubarok 2015):27–41
  7. Indrawati. 2019. “Saujana Pemukiman Masyarakat Islam.” Diponegoro University
  8. Nurjayanti, Widyastuti. 2019. Konsep Arsitektur Islam. 1st ed. Surakarta: muhammadiyah University Press
  9. Nurrahman, Irfan. 2010. “Respon Masyarakat Hunian Islami Terhadap Ekonomi Islam.” Al-Iqtishad II:31–54
  10. Prastowo, Andi. 2011. Memahami Metode-Metode Penelitian. II. edited by M. Sandra. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA
  11. Priyoto. 2012. “Penerapan Konsep Kota Islami Dan Pengaruhnya Terhadap Sosial Budaya Masyarakat Kasus: Perumahan REWWIN, Waru.” surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
  12. Shan Shan, Shan Shan, and Marwoto Pataruka. 2019. “Kampung Islami: Pengaruh Pondok Pesantren Suryalaya Dalam Perkembangan Permukiman Di Kampung Godebag.” Jurnal Arsitektur ZONASI 2(2):123. doi: 10.17509/jaz.v2i2.12400

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.