skip to main content

Akibat Hukum Jual Beli Tanah Kredit Perumahan Rakyat Melalui Oper Kredit

*Rendiyan Ramadhan  -  Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sukirno Sukirno  -  Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

An underhand sale and purchase agreement can harm the buyer if the seller does not have the good faith to carry out his obligations, causing a lawsuit. The problem in this journal is how the legal power of buying and selling under the hands of land and KPR-BTN buildings in the Housing Villa Intan III Blok P.7 No.7 Cirebon and what the legal consequences are for the acquisition of land rights after the District Court's decision was issued. The method used is juridical empirical. The results of this journal's research are, first, before the verdict was made, the power of law regarding buying and selling under the hands was not strong and unsafe because it did not cause the transfer of land rights, while after the Cirebon District Court decision No. then the sale and purchase under the hand is legally binding and strong, secondly, BTN must submit the certificate of land and building to the buyer to reverse the name on behalf of the buyer, who has transferred the rights to the land. The conclusion is that the judge's decision is in accordance with the exception of Article 1457 of the Civil Code as a consideration because after the existence of the UUPA, book II of the Civil Code is no longer valid and the sale and purchase relating to land uses the UUPA. Meanwhile, buying and selling in general uses Article 1457 of the Civil Code.

Keywords: buying and selling; credit oper; underhand

Abstrak

Perjanjian jual-beli dibawah tangan dapat merugikan pihak pembeli apabila pihak penjual tidak memiliki itikad baik untuk melaksanakan kewajibannya sehingga menimbulkan gugatan. Permasalahan dalam jurnal ini yaitu bagaimana kekuatan hukum jual beli di bawah tangan tanah dan bangunan KPR-BTN di Perumahan Villa Intan III Blok P.7 No.7 Cirebon dan bagaimana akibat hukum terhadap perolehan hak atas tanah pasca putusan Pengadilan Negeri tersebut dikeluarkan. Metode yang digunakan yaitu yuridis empiris. Hasil penelitian jurnal ini yaitu pertama sebelum adanya putusan, kekuatan hukum mengenai jual-beli dibawah tangan tidak kuat dan tidak aman karena tidak menyebabkan beralihnya hak atas tanah sedangkan setelah adanya putusan PN Cirebon No.38/Pdt.G/20l6/PN.Cbn, maka jual-beli dibawah tangan tersebut adalah sah memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan kuat, kedua yaitu BTN harus menyerahkan sertipikat tanah dan bangunan tersebut kepada pembeli untuk dibalik nama atas nama pembeli, yang telah beralih hak atas tanahnya. Simpulan bahwa keputusan hakim telah sesuai kecuali Pasal l457 KUHPerdata sebagai pertimbangan karena setelah adanya UUPA maka buku II KUHPerdata sudah tidak berlaku dan jual-beli yang berkaitan dengan tanah menggunakan UUPA. Sedangkan jual-beli secara umum menggunakan Pasal l457 KUHPerdata.

Kata kunci: dibawah tangan; jual beli; oper kredit

Fulltext View|Download
Keywords: buying and selling; credit oper; underhand

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.