skip to main content

Eksekusi Jaminan Fidusia oleh Lembaga Pembiayaan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi

1Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

2Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

3Fakultas Hukum, Universitas Tanjungpura Kota Pontianak Kalimantan Barat, Indonesia

Open Access Copyright (c) 2026 Notarius
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

ABSTRACT

Following Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019 as reaffirmed by Constitutional Court Decision Number 2/PUU-XIX/2021, the execution of fiduciary security under Law Number 42 of 1999 on Fiduciary Security has undergone a fundamental change, as it can no longer be carried out unilaterally. This study aims to analyze the regulation and mechanism of fiduciary security execution by financing institutions and to examine its juridical implications after the issuance of these decisions. The research employs a normative juridical method with a statutory approach and systematic analysis of positive legal norms. The findings indicate that execution now requires an agreement on default or must proceed through judicial mechanisms if the debtor objects, thereby strengthening debtor protection while demanding greater legal certainty and effectiveness of creditors’ executorial rights.

Keywords: Fiduciary Security Execution; Financing Institutions; Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019.

ABSTRAK

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 yang dipertegas melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 2/PUU-XIX/2021, pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia mengalami perubahan mendasar karena tidak lagi dapat dilakukan secara sepihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan dan mekanisme eksekusi jaminan fidusia oleh lembaga pembiayaan serta mengkaji implikasi yuridisnya setelah berlakunya putusan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis sistematis terhadap norma hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksekusi mensyaratkan adanya kesepakatan mengenai wanprestasi atau harus melalui mekanisme peradilan apabila debitur keberatan, sehingga memperkuat perlindungan hukum bagi debitur sekaligus menuntut kepastian dan efektivitas hak eksekutorial kreditur.Bottom of Form

.

Kata Kunci: Eksekusi Jaminan Fidusia; Lembaga Pembiayaan, Putusan MK Nomor 18/PUU/XVII/2019.

Keywords: Fiduciary Security Execution; Financing Institutions; Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019.

Article Metrics:

  1. Andalusia, (2025). Pelaksanaan Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XIX/2021 di Sumatera Barat. JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum HUmaniora dan Politik, Vol. 5, (No. 5), p.4190-4199. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i5.4868
  2. Andriani, Dwi., & Firman, Dody. (2023). Peran BPRS Al-Washliyah dalam Mengangkat UMKM Melalui Program Pembiayaan Syariah Periode 2016-2020. Jurnal Manajemen Akuntansi (Jumsi) Vol. 3, (No. 4), p.1216-1227. https://doi.org/10.36987/jumsi.v3i4.4959
  3. Artati, N. R. (2025). Wanprestasi Perjanjian Simpan Pinjam Pada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Lancang Kuning di Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  4. Hakim, L. (2025). Metode Yuridis Normatif: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh. Yogyakarta: Deepublish
  5. Hertanto, Sandrarina., & Djajaputra, Gunawan. (2024). Tinjauan Yuridis terhadap Penyelesaian Wanprestasi dalam Perjanjian Jual Beli. Unes Law Review, Vol. 6, (No. 4), p.10368-10378. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4
  6. Indriyanti, K. K. (2025). Kekuatan Eksekutorial Sertifikat Jaminan Fidusia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 2, (No. 4), p.16-31. https://doi.org/10.62383/konsensus.v2i4.1161
  7. Julyano, Mario., & Sulistyawan, Aditya Yuli. (2019). Pemahaman terhadap Asas Kepastian Hukum Melalui Konstruksi Penalaran Positivisme Hukum. JURNAL CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum: Filsafat dan Ilmu Hukum, Vol. 1, (No. 1), p.13-20. https://doi.org/10.14710/crepido.1.1.13-22
  8. Nst, Annisa Rizkika Chairiza., & Kamello, Tan. (2024). SuprayitnoKedudukan Personal Guarantee dalam Memberikan Jaminan Kepada Kreditur atas Fasilitas Kredit yang Diperoleh oleh Debitur Terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Journal of Law and Nation (JOLN), Vol. 3, (No. 4), p.1103-1111. Retrieved from https://joln.my.id/index.php/joln/article/view/186
  9. Palapa, J. (2020). Penyelesaian Debitur Wanprestasi dengan Jaminan Fidusia. Sol Justicia, Vol. 3, (No. 1), p.26-38. Retrieved from https://ojs.ukb.ac.id/index.php/sol/article/view/122
  10. Pangaribuan, J. S. M. T. (2025). Perspektif Hukum atas Pemilik Jaminan Fidusia Sebagai Kreditur terhadap Debitor Pailit. Jurnal Hukum to-ra: Hukum untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat, Vol. 11, (No. 3), p.677-688. https://doi.org/10.55809/tora.v11i3.618
  11. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan
  12. Rahma, L. A. (2023). Pengaruh Hedonisme dan Self Efficacy terhadap Keputusan Pengambilan Kredit di Kabupaten Banyumas. Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddinzuhri Purwokerto
  13. Simanullang, Ronson Parlindungan., Sinulingga, Sri Menda., & Wulandari, Riana. (2026). Pelaksanaan Eksekusi Jaminan Fidusia Pasca Putusan MK Nomor: 2/PU-XIX/2021. Global Research and Innovation Journal (GREAT), Vol. 1, (No. 1), p.1212-1226. Retrieved from https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/1103/984
  14. Snak, Stefanus., Banu, Kelvin Eka Putra., & Rade, Stefanus Don. (2025). Tinjauan Yuridis terhadap Eksekusi Jaminan Fidusia dalam Kredit Bermasalah Ditinjau dari Undang-Undang Fidusia Nomor 42 Tahun 1999. JURRISH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4, (No. 2), p.409-415. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i2.4947
  15. Soleh, Ahmad Fauzan., & Qarni, Waizul. (2023). Analisis Kelayakan Pemberian Pembiayaan Multiguna dalam Meminimalisir Resiko Pembiayaan Pada Bank Sumut Syariah Cabang Medan Katamso. CEMERLANG: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis, Vol. 3, (No. 4), p.172-180. https://doi.org/10.55606/cemerlang.v3i4.1888
  16. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan
  17. Undang-Undang Nomro 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia
  18. Widiarty, W. S. (2024). Metode Penelitian Hukum. Yogyakarta: Publika Global Media

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-03-31 15:10:07

No citation recorded.