skip to main content

Sinkronisasi Asas Kepastian Hukum dengan Perkembangan Teknologi Informasi pada Praktik Kenotariatan

1Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

2Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

Open Access Copyright (c) 2026 Notarius
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
ABSTRACT

Regulatory disharmony between the Law on Notary Position (UUJN) and the Law on Electronic Information and Transactions (UU ITE) has created legal uncertainty regarding the status of electronic notarial deeds in Indonesia. The UUJN emphasizes physical presence and conventional written deeds, while the UU ITE recognizes electronic documents and electronic signatures as valid legal evidence. This study analyzes legal synchronization to align the principle of legal certainty with the development of information technology in notarial practice. The research employs a normative legal method using statutory and principle-based approaches. The findings indicate that regulatory reform of the UUJN is urgently needed to accommodate electronic deeds, particularly concerning formal requirements, evidentiary value, and the use of certified electronic signatures to ensure authenticity, legal certainty, and trust.

Keywords: Digital Notary; Electronic Deed; Regulatory Harmonization; Legal Certainty.

ABSTRAK

Disharmonisasi pengaturan antara Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah menimbulkan ketidakpastian hukum mengenai status akta notaris elektronik di Indonesia. UUJN masih menekankan kehadiran fisik dan akta tertulis konvensional, sedangkan UU ITE mengakui dokumen elektronik dan tanda tangan elektronik sebagai alat bukti yang sah. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinkronisasi hukum untuk menyelaraskan asas kepastian hukum dengan perkembangan teknologi informasi dalam praktik kenotariatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan asas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan atau reformasi pengaturan terhadap UUJN sangat mendesak untuk mengakomodasi akta elektronik, khususnya terkait syarat formal, kekuatan pembuktian, serta penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi guna menjamin keaslian, kepastian hukum, dan kepercayaan publik.

Kata Kunci: Notaris Digital; Akta Elektronik; Harmonisasi Regulasi; Kepastian Hukum.
Keywords: Digital Notary; Electronic Deed; Regulatory Harmonization; Legal Certainty.

Article Metrics:

  1. Affan, Muhammad, Anadi, Yandri Radhi, & Zamzami, Abid. (2025). Urgensi Kepastian Hukum terhadap Keabsahan Akta Notaris dengan Penggunaan Cyber Notary. Dinamika, Vol. 31, (No. 1), p.11887-1914. Retrieved from https://jim.unisma.ac.id/index.php/jdh/article/view/27334
  2. Akbar, Muhammad., & Yazid, Fadhil. (2021). Kepastian Hukum dalam Kemudahan Berusaha di Era Revolusi Industri 4.0 Terkait dengan Profesi Notaris. Law Jurnal, Vol. 1, (No. 2), p.100-108. https://doi.org/10.46576/lj.v1i2.1132
  3. Bayumurti, Krisna., Perdana, Novan., & Tjandra, Ronan Steven (2025). Penerapan Konsep Cyber Notary dalam Praktek Hukum di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, Vol. 6, (No. 4), p.1-17. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.896
  4. Chastra, D. F. (2021). Kepastian Hukum Cyber Notary dalam Kaidah Pembuatan Akta Autentik oleh Notaris Berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris. Indonesian Notary, Vol. 3, (No. 17), p.246-267. Retrieved from https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss2/17/
  5. Entin, Halim, Anriz Nazaruddin., & Ridwan, Rifki. (2023). Tanggung Jawab Notaris atas Dokumen di Bawah Tangan yang Diberi Tanda (Waarmerking) yang Tanda Tangannya Dipalsukan oleh Para Pihak. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, Vol. 2, (No. 12), p.3586-3593. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i12.1889
  6. Julyano, Mario., & Sulistyawan, Aditya. (2019). Pemahaman Terhadap Asas Kepastian Hukum melalui Konstruksi Penalaran Positivisme Hukum. Jurnal Crepido, Vol. 01, (No. 01), p.13-22. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/crepido.1.1.13-22
  7. Martina, H. C. (2022). Faktor-Faktor yang Menjadi Penyebab Timbulnya Wanprestasi dalam Transaksi E-Commerce. Privat Law, Vol. 10, (No. 2), p.218-224. https://doi.org/10.20961/privat.v10i2.65061
  8. Mishra, Adarsh Kumar., & Mishra, Kaushal Kamalashankar. (2022). A Study on Remote Online Notarization and E-signatures. Journal of Multimedia Technology & Recent Advancements, Vol. 9, (No. 1), p.343–354. Retrieved from https://stmcomputers.stmjournals.com/index.php/JoMTRA/article/view/236
  9. Nasir, G. A. (2017). Kekosongan Hukum & Percepatan Perkembangan Masyarakat. Jurnal Hukum Replik, Vol. 5, (No. 2), p.175. https://doi.org/10.31000/jhr.v5i2.925
  10. Nurita, R. A. E. (2012). Cyber Notary: Pemahaman Awal dalam Konsep Pemikiran (Cet. 1). Bandung: Refika Aditama
  11. Pujiwati & Rubiati (2019). Peran Notaris dalam Pelepasan Hak atas Tanah pada Proses Konsolidasi Tanah Guna Optimalisasi Fungsi Tanah Dikaitkan dengan Peraturan Pertanahan. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan dan ke-PPAT-an, Vol. 2, (No. 2), p.226. https://doi.org/10.24198/acta.v2i2.278
  12. Purnamasari, S. A. (2020). Pembuatan Akta Notaris Secara Elektronik Berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris & Undang-Undang ITE. Jurnal Ilmiah (Jurnal Mahasiswa), Vol. 2, p.1-9. Retrieved from https://eprints.unram.ac.id/21767/
  13. Putri, Cyndiarnis Cahyaning, & Budiono, Abdul Rachmad. (2019). Konseptualisasi dan Peluang Cyber Notary dalam Hukum. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 4, (No. 1), p.29. https://doi.org/10.17977/um019v4i1p29-36
  14. Rahardjo, S. (2006). Menggagas Hukum Progresif Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  15. Reiniger, Timothy., Hunter, Renée., & Rogers, John T. (2021). The Rise of Online Notarization and Remote Witnessing as Legal Services: Implications for the Real Property and Probate Bars. Real Property, Trust and Estate Law Journal, 56. Retrieved from https://heinonline.org/HOL/Page?handle=hein.journals/rpptj56&id=59&div=5&collection=journals
  16. Resen, Made Gde Subha Karma., & Dewi, Ni Putu Kompiang Ratna. (2025). Is the Paradigm of Tabellionis Officium Fideliter Exercebo Aligned with the Cyber Notary Concept in Indonesia’s Public Notary Development? Journal of Indonesian Legal Studies, Vol. 10, (No. 1), p.1-62. https://doi.org/10.15294/JILS.V10I1.14126
  17. Sona, M. N. (2022). Penerapan Cyber Notary di Indonesia dan Kedudukan Hukum Akta Notaris yang Bebasis Cyber Notary. Jurnal Officium Notarium, Vol. 2, (No. 3), p.497-505. https://doi.org/10.20885/JON.vol2.iss3.art12
  18. Subekti. (2008). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: Pradnya Paramita
  19. Susanto, Bong Hendri., & Sundari, Elisabeth. (2026). The Presence of Parties in the Drafting of Notarial Deeds in the Digital Era: A Comparative Legal Study in Indonesian. Contrarius Series: Law & Social Justice, Vol. 1, (No. 2), p.224-233. https://doi.org/10.53955/CSLSJ.V1I2.101
  20. Suteki, & Taufani, Galang. (2020). Metodologi Penelitian Hukum (Filsafat, Teori & Praktis). Depok: Rajawali Pers
  21. Tupper, S. L. (2025). 44 Wayne L. Rev. 1619. 44(Spring), 16
  22. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  23. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  24. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris
  25. Utami, Pipit Saputri., Ikhwansyah, Isis., & Mayana, R. F. (2020). Kepastian Hukum Regulasi Tugas dan Wewenang Jabatan Notaris Dikaitkan dengan Disrupsi Teknologi Informasi dan Komunikasi. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan dan ke-PPAT-an, Vol. 4, (No. 1), p.133-151. https://doi.org/10.23920/acta.v4i1.478
  26. Wiguna, Britney Azzahra., Ikhwansyah, Isis., & Mayana, Ranti Fauza. (2024). Harmonisasi Peraturan Penyimpanan Protokol Notaris Digital. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan dan ke-PPAT-an, Vol. 7, (No. 2), p.193-206. https://doi.org/10.23920/acta.v7i2.1840
  27. Wishal, G. M. (2025). Problematika Cyber Notary di Indonesia Berdasarkan Asas Tabellionis Officium Fideliter Exercebo. Universitas Sebelas Maret
  28. Zulfikar, & Meiliawati, Indri. (2025). Tantangan Yuridis dan Harmonisasi Regulasi Kedudukan Akta Notaris dalam Pembuktian Perjanjian Elektronik di Era Digital Indonesia. Lex Lectio Law Journal, Vol. 04, (01), p.1-15. Retrieved from https://www.jurnalgrahakirana.ac.id/index.php/JLL/article/view/121

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-07-01 10:36:34

No citation recorded.