skip to main content

DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN JUVENIL IKAN DI KAWASAN PERAIRAN PANTAI MANGKANG WETAN, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG

*Christian Delahoya  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Anhar Solichin  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Max Rudolf Muskananfola  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2022 Jurnal Pasir Laut

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Juvenil ikan termasuk fase kehidupan awal dari pertumbuhan ikan. Pada fase ini perkembangan organ tubuh belum terbentuk secara sempurna. Distribusi dan kelimpahan juvenil ikan bergantung pada kondisi perairan. Perairan Pantai Mangkang Wetan merupakan perairan yang terhubung langsung ke laut dan dipengaruhi oleh aktivitas daratan serta memiliki ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan juvenil ikan serta hubungannya dengan pasang surut di kawasan Perairan Pantai Mangkang Wetan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Juvenil ikan yang berhasil teridentifikasi terdiri dari 14 famili, yang terdiri dari famili Carangidae, Engraulidae, Kuhliidae, Mugilidae, Gobiidae, Leiognathidae, Terapontidae, Platycephalidae, Chanidae, Triacanthidae, Scianidae, Sphyranidae, Sillaginidae, dan Siganidae. Juvenil ikan Mugilidae tertangkap paling banyak dari total pengambilan sampel yaitu 597 individu, sedangkan juvenil ikan yang tertangkap paling sedikit dari total pengambilan sampel adalah Terapontidae, Triacanthidae, dan Sillaginidae yaitu  masing-masing 1 individu. Rata-rata kelimpahan juvenil ikan pada saat pasang adalah 145 ind/375m3,sedangkan rata-rata kelimpahan juvenil ikan pada saat surut adalah 221 ind/375m3. Pasang surut berpengaruh terhadap kelimpahan juvenile ikan.

Fulltext View|Download
Keywords: Juvenil Ikan, Kelimpahan, Mangkang, Pasang Surut

Article Metrics:

  1. Amarullah, M. H. 2008. Hidro-Biologi Larva Ikan dalam Proses Rekrutmen. Jurnal Hidrosfir Indonesia. 3(2): 75-80
  2. Amri, K., A. A. Mutoharoh dan D. Ernaningsih. 2015. Sebaran Larva Ikan dan Kaitannya dengan Kondisi Oseanografi Laut Sulawesi. Jurnal Lit Perikanan Indonesia. XXI (2):103-114
  3. Anwar, N. 2008. Karakteristik Fisika Kimia Perairan dan Kaitannya dengan Distribusi serta Kelimpahan Larva Ikan di Teluk Pelabuhan Ratu [Tesis]. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
  4. El Regal, M. A., & N. K. Ibrahim. 2014. Role of Mangroves as A Nursery Ground for Juvenile Reef Fishes in The Southern Egyptian Red Sea.The Egyptian Journal of Aquatic Research 40 (1): 71 – 78
  5. Harahab, N. dan G. Raymond. 2011. Analisis Indikator Utama Pengelolaan Hutan Mangrove berbasis Masyarakat di Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Jurnal Sosek KP. 6(1):29-37
  6. Hiariey, L. S. 2009. Identifikasi Nilai Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove di Desa Tawiri, Ambon. Jurnal Organisasi dan Manajemen. 5(1): 23–34
  7. Hijriani, A., K. Muludi dan E. A. Andini. 2016. Implementasi Metode Regresi Linier Sederhana pada Penyajian Hasil Prediksi Pemakaian Air Bersih PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung dengan Sistem Informasi Geofrafis. Jurnal Informatika Mulawarman. 11(2) : 37-42
  8. Imran, A dan E. Ismail. 2016. Inventarisasi Mangrove di Pesisir Pantai Cemare Lombok Barat. Jurnal Pendidikan Mandala. 1(1): 105-112
  9. Odum, E. P. 1993. Dasar – dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 697 hlm
  10. Olii A. H. 2003. Kajian Faktor Fisik yang Mempengaruhi Distribusi Ichtyoplanktonologi (Awal Daur Hidup Ikan). Pengantar Falsafah Sains (PPS702). Program Pascasarjana/S3. Bogor: Institiut Pertanian Bogor
  11. Purnomowati, I., D. Hidayati, dan C. Saparinto. 2007. Ragam Olahan Bandeng. Kanisius. Yogyakarta. 140 hlm
  12. Rachman, R. K., D. H. Ismunarti & G. Handoyo. 2015. Pengaruh Pasang Surut terhadap Sebaran Genangan Banjir Rob di Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Oseanografi 4 (1): 1-9
  13. Redjeki, S. 2013. Komposisi Dan Kelimpahan Ikan Di Ekosistem Mangrove Di Kedungmalang, Jepara. Jurnal Ilmu Kelautan 18(1):54-60. ISSN: 0853-7291
  14. Romimohtarto, K. dan S. Juwana. 2004. Meroplankton Laut: Larva Hewan Laut yang Menjadi Plankton. Jakarta, Djambatan, 214 hlm
  15. Rukka, D. P. 2012. Pengaruh Kepadatan Berbeda Terhadap Konsumsi Oksigen pada Juvenil Ikan Bandeng (Channos channos Forsskal). [Skripsi]. Budidaya Perairan, FPIK, Universitas Hasanuddin, Makassar
  16. Stouthamer, C. E., dan Bain, M. B. 2012. Quantifying Larval Fish Habitat in Shoreline and Shallow Waters of the Tidal Hudson River. Section VII: 1-25 pp. In S.H. Fernald, D.J. Yozzo and H. Andreyko (Eds.). Final Reports of the Tibor T. Polgar Fellowship Program in 2010.Hudson River Foundation. Section VI: 1-25 pp
  17. Subiyanto, N. Widyorini dan Iswahyuni. 2009. Pengaruh Pasang Surut terhadap Rekruitmen Larva Ikan di Pelawangan Timur Segara Anakan Cilacap. Jurnal Saintek Perikanan. V (1):44-48
  18. Suyasa, N. I., M. Nurhudah dan S. Rahardjo. 2010. Ekologi Perairan. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta. Penerbit STP Press. Jakarta
  19. Wowor, N. M., F. G. Kaligis, dan C. Paruntu. 2016. Struktur Komunitas Meiofauna pada Hutan Mangrove di Pesisir Dusun Kuala Batu Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. I (1):1-8
  20. Yona, S. 2006. Metodologi: Penyusunan Studi Kasus. Jurnal Keperawatan Indonesia. 10(2) : 76-80

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-21 05:48:10

No citation recorded.