POLITIK ETNIS FLORES TIMUR DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) 2015

*Yakobus Kolne  -  Universitas Timor, Indonesia
Dian Festianto  -  Universitas Timor, Indonesia
Received: 6 Apr 2018; Published: 4 Oct 2018.
Open Access Copyright (c) 2018 Politika: Jurnal Ilmu Politik
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali informasi mengenai politik etnis Flores Timur (Flotim) yang berdomisili di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Pilkada tahun 2015 dalam perspektif politik identitas. Penentuan informan yang terdiri dari tokoh dan komunitas etnis Flotim menggunakan teknik purposive sampling dengan metode penelitian bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang relevan dengan politik etnis Flotim. Hasil penelitian menunjukkan dinamika politik etnis Flotim membentuk enam pola relasi bersifat resiprokal. Kesimpulan penelitian ini adalah dari aspek kultural kohesifitas etnis Flotim cenderung kuat, namun dari aspek politik kehesifitas cenderung cair yang disebabkan karena faktor akulturasi budaya melalui institusi perkawinan campur dengan etnis di TTU yang terbagi dalam tiga swapraja. Hibriditas sosial budaya tersebut pada akhirya menciptakan polarisasi politik dalam komunitas etnis Flotim. Reflesi teoritis studi ini sejalan dengan konsep Castell (1997), Beerger dan Luckmann (1990)  bahwa konstruksi identitas etnis Flotim di TTU ditandai oleh asal-usul bangunan identitas dan realitas politik sebagai proses kontruksi simbolik yang terus menerus berubah (situasional) terutama dalam setting Pilkada 2015.

 

Keywords: Politik identitas, etnis Flores Timur, Pilkada

Article Metrics:

  1. Bhabha, Homi K.1994. Of Mimicry and Man: The Ambivalenze of Colonial Discourse.In The Location of Culture. Rouledge, New York
  2. Barth, Frederik (ed). 1988. (alih bahasa, Nining L. Susilo). Kelompok Etnis dan Batasannya. UI Press. Jakarta
  3. Berger, Peter L. dan Thomas Luckman. 1990. Tafsir Sosial Atas Kenyataan. LP3ES. Jakarta
  4. Bossevain, Jeremy and Clyde, Mitchel, J. 1972. Network Analysis Studies in Human Interaction. Paris-The Hague: Mouton
  5. Castells, Manuel. 1997. The Power of Identity. Oxford. Blackwell
  6. Creswell, John, W. 2010. (alih bahasa, Achmad Fawaid). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
  7. Festianto, D. 2013. Interaksi Politik Birokrast dan Petahana di Timor Tengah Utara (TTU) dalam Pilkada 2010. Tesis. Program Pascasarjana Jurusan Politik dan Pemerintahan. Fisipol-UGM. Yogyakarta
  8. Giddens, Anthony. 1991. Modernity and Self Identity: Self and Society in the Late Modern Age. Cambridge: Polity Press
  9. Hall, Stuart. 1990. “Cultural Identity and Diaspora”, dalam J. Rutherford (ed.), Identity, Community, Culture, Difference. London: Lawrence and Wishart
  10. John Scott, “Rational Choice Theory” dalam Browning, Gary. Abigail Halcli and Frank Webster. 2000. Understanding Contemporary Society, Theories of the Present. Sage Publications. London
  11. Moleong, Lexy, J. 2001, Metode Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung
  12. Regina Birner and Heidi Wittmer, tanpa tahun. Converting Social Capital into Political Capital dalam http://dlc.dlib.indiana.edu/archive/00000221/00/birnerr041300.pdf
  13. Rogers, Everret, M. 1983. Diffusion and Innovation. New York: Free Press
  14. Yin, Robert, K. 2002. (alih bahasa Mudzakir) Case Study Research Design and Methods. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Last update: 2021-05-07 01:34:34

No citation recorded.

Last update: 2021-05-07 01:34:34

No citation recorded.