skip to main content

Partisipasi Politik dan Pemilih Muda: Konteks Pilgub Jateng 2018 dan Pilkada 2019 di Kabupaten Temanggung

*Fitriyah Fitriyah  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Laila Kholid Alfirdaus scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Dzunuwanus Ghulam Manar  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 Politika: Jurnal Ilmu Politik under https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Tulisan ini mengkaji kecenderungan partisipasi pemilih pemula di Jawa Tengah menjelang Pemilihan Gubernur 2018, dengan lokasi penelitian di Kabupaten Temanggung. Sebagaimana diketahui, partisipasi politik dalam pemilu sering dikaitkan dengan persentase kehadiran pemilih dalam tempat pemungutan suara (TPS). Tingkat partisipasi politik ini seringkali dihubungkan dengan legitimasi hasil pemilu, yakni seberapa besar dukungan suara yang didapat oleh pemenang pemilu, dimana makin tinggi tingkat partisipasi maka hasil pemilu dianggap semakin legitimatif. Pemilih muda dan pemilih pemula dalam kajian partisipasi politik saat ini semakin mendapatkan perhatian dari kalangan ilmuan politik di Indonesia. Pertanyaannya kemudian, bagaimana dinamikanya di lapangan, dan bagaimana para pemilih muda memiliki persepsi tentang kandidat dan pemilu menarik untuk ditelisik lebih jauh. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemilih muda skeptis terhadap politik, pemilu dan kandidat, walaupun mereka bukan warga negara yang pesimis. Mereka tetap anti-hoaks, meskipun juga ada sebagian yang menoleransi politik uang. Kelompok muda ini juga terbuka dengan berbagai program pendidikan politik dan masih memiliki harapan terhadap hasil pemilu yang transformatif.

Fulltext View|Download
Keywords: partisipasi; pemilih muda; pemilu; pilkada serentak

Article Metrics:

  1. Cochrane, J. (2013). Multinationals Hasten to Invest in Indonesia. Retrieved from http://www.nytimes.com/2013/04/24/business/global/indonesia-sees-foreign-investment-surge.html?mcubz=3
  2. Curtice, J. (2002). The State of Election Studies: Mid-Life Crisis or New Youth? Electoral Studies, 21(2), 161–168
  3. Dabach, D. B., Fones, A., Merchant, N. H., & Kim, M. J. (2017). Discourses of Exclusion: Immigrant-Origin Youth Responses to Immigration Debates in An Election Year. Journal of Language, Identity & Education, 16(1), 1–16
  4. Efriza, P. E. (2012). Sebuah Kajian Ilmu Politik. Bandung: Alfabeta
  5. Firmanzah. (2007). Marketing Politik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  6. Garcia-Castañon, M., Rank, A. D., & Barreto, M. A. (2011). Plugged In or Tuned out? Youth, Race, and Internet Usage in the 2008 Election. Journal of Political Marketing, 10(1–2), 115–138
  7. Gatara, S., & Said, M. D. (2007). Sosiologi Politik: Konsep dan Dinamika Perkembangan Kajian. Bandung: Pustaka Setia
  8. Kenski, K., & Stroud, N. J. (2006). Connections Between Internet use and Political Efficacy, Knowledge, and Participation. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 50(2), 173–192
  9. Landemore, H. (2020). Open Democracy: Reinventing Popular Rule for the Twenty-First Century. Princeton: Princeton University Press
  10. Nizamuddin, A. M. (2008). Declining Risk, Market Liberalization and State-Multinational Bargaining: Japanese Automobile Investments in India, Indonesia and Malaysia. Pacific Affairs, 81(3), 339–359
  11. Oyedemi, T., & Mahlatji, D. (2016). The ‘Born-Free’ Non-Voting Youth: A Study of Voter Apathy Among a Selected Cohort of South African Youth. Politikon, 43(3), 311–323
  12. Pasek, J., Feldman, L., Romer, D., & Jamieson, K. H. (2008). Schools as Incubators of Democratic Participation: Building Long-Term Political Efficacy With Civic Education. Applied Development Science, 12(1), 26–37
  13. Sardini, N. H. (2015). Studi Perbandingan Integritas Penyelenggara Pemilu dalam Pelaksanaan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Maluku Tahun 2013. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 1(1), 59–82. Retrieved from https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jiip/article/view/792
  14. Sheerin, C. A. (2007). Political Efficacy and Youth Non-Voting: A Qualitative Investigation into the Attitudes and Experiences of Young Voters and Non-Voters in New Zealand
  15. Sigelman, L. (1982). The Nonvoting Voter in Voting Research. American Journal of Political Science, 47–56
  16. Singarimbun, M., & Effendi, S. (2019). Metode Penelitian Survei
  17. Southwell, P. L. (2003). The Politics of Alienation: Nonvoting and Support for Third-Party Candidates Among 18–30-Year-Olds. The Social Science Journal, 40(1), 99–107
  18. Surbakti, R. (2010). Memahami Ilmu Politik. Yogyakarta: Grasindo
  19. White, N. J. (2017). The Settlement of Decolonization and Post-Colonial Economic Development: Indonesia, Malaysia, and Singapore Compared. Bijdragen Tot de Taal-, Land-En Volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 173(2–3), 208–241
  20. Zimmerman, M. A. (1989). The Relationship Between Political Efficacy and Citizen Participation: Construct validation studies. Journal of Personality Assessment, 53(3), 554–566

Last update: 2021-07-26 02:42:47

No citation recorded.

Last update: 2021-07-26 02:42:47

No citation recorded.