skip to main content

KONFLIK IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT TEMANGGUNG (Kajian Kekerasan Sosial di Temanggung Tahun 2011)


Citation Format:
Abstract

Abstract

Social conflict that often occur in Indonesia today is always leads to social violence, vandalism, and arson.  Social violence that erupted after a five-year prison verdict against defendants charged with blasphemy by “ Antonius Raimond Bawenga”, gave a lesson to us all, that tringgers the conflict can be anything, anywhere, anytime.  Riot in Temanggung has provided clear evidence that social violence with various motif such as diverse as religious identity was sometimes still a problem that does not mess around.  It will be easily ignited by the sentiments of the true can very simple.

If seen from the history of the conflicts in Indonesia, conflicts in the name of social identity --- ethnic, religious, racial, ethnic ---  often part and parcel of the nation.  According to Amien Maalouf (2004:9), why so may people comminting crimes in the present the name of religion, national, or various other identities.  Moreover, then one can do anything on behalf of their group identity. --- religious, ethnic, tribal, affinities --- which gas become a person in his life.  Or even the identity has been a guidance, doctrime and believed it could make a lot of people drain their energy and anger.

Konflik sosial yang sering terjadi di Indonesia dewasa ini sering berujung dengan kekerasaan sosial, perusakan, serta pembakaran. Kekerasaan sosial yang meledak pascavonis lima tahun penjara terhadap kasus penistaan agama Antonius Richmord Bawengan itu, member pelajaran kepada kita semua,bahwa pemicu konflik dapat dapat berbentuk apa saja,di mana saja, dan kapan saja. Kerusuhan Temanggung telah member bukti nyata bahwa kekerasan sosial dengan motif-motif beragam seperti identitas keagamaan terkadang masih menjadi persoalan yang tidak main-main. Ia akandengan mudah disulut oleh sentiment-sentimen identitas yang sesungguh nya bisa sangat sederhana.

Jika dilihat dari riwayat konflik-konflik di Indonesia, konflik atas nama identitas sosial ----etnis, agama, ras, suku ---- seringkali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa ini. Menurut Amien Maalouf (2004:9), mengapa begitu banyak orang melakukan banyak kejahatan pada masa sekarang ini atas nama agama, etnis, nasional, atau bermacam identitas lainnya. Apalagi kemudian seseorang dapat melakukan apa saja atas nama identitas kelompoknya. Mungkinkah beberapa kerusuhan social yang terjadi karena adanya politik identitas sosial, ----keagamaan, etnis, kesukuan---- yang telah menjadi pertalian seseorang dalam kehidupanya. Atau bahkan identitas telah menjadi ajaran, doktrin dan dipercaya itu bisa membuat banyak orang menguras energy serta kemarahan.

 

Key ward : social conflict, identity, riot, inequalities, transformation,poverty,patron-client

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : EN
Statistics:
Share:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.