skip to main content

Analisis Manifestasi Segragasi Politik Pelabelan dan Polarisasi di antara Kelompok Islam Sepanjang 2014-2019

Romel Masykuri  -  Universitas Brawijaya, Indonesia
*Mohammad Fajar Shodiq Ramadlan  -  Universitas Brawijaya, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 Politika: Jurnal Ilmu Politik under https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Politik pelabelan merefleksikan dan mengekspresikan polarisasi dan kontestasi di antara kelompok Islam dalam politik. Label politik menjadi instrumen dan strategi untuk membangun citra dan persepsi dalam kontestasi dan konstelasi politik di Indonesia. Artikel ini menjelaskan bagaimana kontestasi di antara kelompok Islam termanifestasi melalui label untuk merebut klaim dan legitimasi politik. Metode process-tracing dan analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan label di antara kelompok Islam. Selama 2014-2019, ada dua isu penting terkait politik pelabelan. Pertama, label berhubungan dengan konteks, hubungan kausalitas, dan tujuan atau konsekuensi dari pelabelan. Label merefleksikan pembingkaian tertentu dan pembeda antara kelompok. Kedua, segregasi dan polarisasi politik di antara kelompok-kelompok Islam selama 2014-2019 di Indonesia termanifestasi melalui konstruksi dan produksi berbagai label. Melalui label, sentimen agama dan perbedaan antar kelompok Islam menjadi instrumen untuk mobilisasi atau menggerus dukungan politik lawan dalam politik elektoral.

Fulltext View|Download
Keywords: politik pelabelan; segregasi politik; kelompok Islam

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
Share:
  1. Al-Chaidar. (1999). Pemikiran politik proklamator negara Islam Indonesia SM Kartosoewirjo: fakta dan data sejarah Darul Islam. Darul Falah
  2. Alami, A. F. (2019). Bersama Menggempur NU. Retrieved from https://www.gatra.com/detail/news/443104/politik/bersama-menggempur-nu
  3. Ambardi, K., Mujani, S., & Liddle, R. W. (2012). Kuasa Rakyat: Analisis tentang Perilaku Memilih dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia Pasca Orde Baru. Jakarta: Mizan
  4. Anshori, D. S. (2008). Hegemoni dan Dominasi Bahasa Pejabat Dalam Media Massa Pasca Orde Baru: Analisis Wacana Kritis Tentang Idiom Politik di Indonesia. In Makalah disajikan dalam Seminar dan Lokakarya Nasional, diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia SPS UPI (Vol. 30)
  5. Arifin, S. (2019). Islam, Populisme dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia. Maarif, 14(1), 9–28
  6. Aspinall, E., Dettman, S., & Warburton, E. (2011). When Religion Trumps Ethnicity: A Regional Election Case Study From Indonesia, 19(1), 27–58. https://doi.org/10.5367/sear.2011.0034
  7. Azra, A. (2004). Political Islam in Post-Soeharto Indonesia. In Islamic Perspectives on the New Millennium (V. Hooker, pp. 133–149). ISEAS–Yusof Ishak Institut
  8. Backes, U. (2007). Meaning and Forms of Political Extremism. Středoevropské Politické Studie, 9(4), 242–262
  9. Beach, D. (2017). Process-Tracing Methods in Social Science. In Oxford research encyclopedias of politics: Qualitative political methodology (William R.). Oxford: Oxford University Press
  10. Brewer, M. B. (2001). In Group Identification and Intergroup Conflict: When Does Ingroup Love Become Outgroup Hate? In Social Identity, Intergroup Conflict, and Conflict Reduction (R Ashmore,). New York: Oxford Univ. Press. In press
  11. Budesheim, T. L., Houston, D. A., & DePaola, S. J. (1996). Persuasiveness of in-group and out-group political messages: The case of negative political campaigning. Journal of Personality and Social Psychology, 70(3), 523–534
  12. Eriyanto, A. F. (2002). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS
  13. Eyben, R. (2007). Labelling People for Aid. In The Power of Labelling: How People Are Categorized and Why It Matters (Joy Moncri). EARTHSCAN
  14. Fealy, G. (2012). Ijtihad Politik Ulama; Sejarah NU 1952-1967. Yogyakarta: LKiS
  15. Feith, H. (1999). Pemilihan Umum 1955 di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia
  16. Gamson, W. A., & Modigliani, A. (1989). Media Discourse and Public Opinion on Nuclear Power: A Constructionist Approach. American Journal of Sociology, 95(1), 1–37
  17. Gamson, W. A., & Modigliani, A. (1994). The Changing Culture of Affirmative Action. In Equal Employment Opportunity: Labor Market Discrimination and Public Policy (Paul Burst). New York: Aldine De Gruyter
  18. Hasan, N. (2008). Laskar Jihad; Islam, Militansi dan Pencarian Identitas di Indonesia Pasca-Orde Baru. Jakarta: LP3ES dan KITLV
  19. Hosen, N. (2005). Religion and the Indonesian Constitution: A Recent Debat. Journal of Southeast Asian Studies, 419–440
  20. Karim, A. G. (2019). Mengelola Polarisasi Politik dalam Sirkulasi Kekuasaan di Indonesia: Catatan bagi Agenda Riset. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 10(2), 215–228
  21. Karim, M. R. (1999). Negara dan Peminggiran Islam Politik: Suatu Kajian Mengenai Implikasi Kebijakan Pembangunan bagi Keberadaan “Islam Politik” di Indonesia era 1970-an dan 1980-an. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya
  22. King, D. Y. (2003). Half-Hearted Reform: Electoral Institutions and the Struggle for Democracy in Indonesia. Westpor: Greenwood Publishing Group
  23. Maarif, A. S., Ali-Fauzi, I., & Panggabean, S. R. (2010). Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita. Centre for the Study of Islam and Democracy
  24. Moncrieff, J. (2007). Labelling, Power and Accountability: How and Why ‘Our’ Categories Matter. In The Power of Labelling: How People Are Categorized and Why It Matters (Joy Moncri). London: Earthscan
  25. Muhtadi, B. (2018). Politik Identitas dan Mitos Pemilih Rasional. Jurnal MAARIF
  26. Mujani, S., Liddle, R. W., & A., & Ambardi, K. (2018). Voting Behavior in Indonesia Since Democratization: Critical Democrats. New York: Cambridge University Press
  27. Nasional, P. B. D. P. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Gramedia
  28. Porter, D. (2004). Managing Politics and Islam in Indonesia. London: Routledge
  29. Ramadlan, F. S., & Masykuri, R. (2018). Marketing Isu Agama Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Indonesia 2015-2018. Jurnal Penelitian Politik, 15(2), 249–265
  30. Sajjad, T. (2018). What’s in A Name? ‘Refugees’,‘ Migrants’ and the Politics of Labelling. Race & Class, 60(2), 40–62
  31. Sari, E. (2016). Kebangkitan Politik Identitas Islam Pada Arena Pemilihan Gubernur Jakarta. KRITIS: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(1), 145–156
  32. Schreier, M. (2012). Qualitative Content Analysis in Practice. Sage publications
  33. Shestopal, E. (2014). Qualitative and Quantitative Methods in Political Perception Studies Paper presented to the ECPR General conference, Glasgow
  34. Sindonews. (2017). Ustaz Felix Siauw Ungkap Indikasi Pemerintahan Jokowi Anti-Islam. Retrieved from https://nasional.sindonews.com/berita/1203662/12/ustaz-felix-siauw-ungkap-indikasi-pemerintahan-jokowi-anti-islam
  35. Soemohadiwidojo, R. (2017). Soekarno Sang Singa Podium. Jogjakarta: Second Hope
  36. Stets, J. E., & Burke, P. J. (2000). Identity Theory and Social Identity Theory. Social Psychology Quarterly, 224–237
  37. Tajfel, H., & Turner, J. C. (2004). The Social Identity Theory of Intergroup Behavior. In Key readings in social psychology. Political psychology: Key readings (J. T. Jost, pp. 276–293). Psychology Press
  38. Takács, Á. (2017). Biopolitics and Biopower: The Foucauldian Approach. In Bioethics and Biopolitics Theories, Applications and Connections (Péter Kaku). Switzerland: Springer and Its Contemporary Relevance
  39. Tempo.co. (2017). Masjid Tolak Salatkan Pemilih Ahok, Begini Reaksi Warga. Retrieved from ttps://metro.tempo.co/read/850115/masjid-tolak-salatkan-pemilih-ahok-begini-reaksi-warga
  40. Tempo.co. (2019). LSI Denny JA Sebut Jokowi Masih Dibayangi Sentimen Anti-Islam
  41. Wiarda, H. J. (2014). Political Culture, Political Science, and Identity Politics: An Uneasy Alliance. Ashgate Publishing, Ltd
  42. Wood, G. (1985). The Politics of Development Policy Labelling, Development and Change. International Institute of Social Studies, 16(3), 347–373
  43. Wood, G. (2017). Label, Welfare Regimes and Intermediation: Contesting Formal Power. In The Power of Labelling: How People Are Categorized and Why It Matters (Joy Moncri). London: Earthscan

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-09-18 12:12:58

No citation recorded.